image Kejuaraan ETCC Indonesia

Andre Dumais : JSTC Bukan Ancaman untuk ETCC Indonesia

Text : Harsya Fikmazi | Photo / Video : Greg Bima | Editor: Andi Wahyudi | 25 April 2017

uploads/news/2017/04/jstc-bukan-ancaman-etcc-15050590743ea14.jpg

JSTC Bukan Ancaman ETCC Indonesia

face-to-face-andre-367635435a
issom-round-1-minggu-38957e89666feb7
SPORTKU.COM

Melihat adanya kejuaraan baru di ISSOM 2017, JSTC, Andre Dumais, menegaskan itu bukanlah pesaing untuk kejuaraan balap ETCC Indonesia.

Kehadiran kejuaraan balap baru Japanesse Super Touring Car Championship (JSTC) di event Indonesia Sentul Series of Motorsport (ISSOM) 2017 memang mengundang perhatian. Kejuaraan ini mengkhususkan pesertanya menggunakan mobil lansiran negeri sakura untuk balapan.

Mungkin jika disamakan dengan kejuaraan lainnya, JSTC ini sama halnya dengan European Touring Car Championship (ETCC) Indonesia yang digaungkan oleh Andre Dumais dkk. Namun perbedaannya adalah terletak pada penggunaan mobil, dimana untuk ETCC, seperti tajuknya menggunakan mobil lansiran Eropa, sedangkan JSTC menggunakan mobil buatan Jepang.

Melihat adanya kelas baru tersebut, Andre Dumais, selaku salah satu tokoh ETCC Indonesia mengatakan bahwa kehadiran JSTC tentunya bukan sebuah ancaman.

"Enggak. Jadi kalau soal dominasi kaya JSTC, kita enggak menganggap itu sebagai ancaman. Karena begini, terus terang kebetulan yang menyelenggarakan kita kenal baik, dan yang kedua ini masalah antusiasme antara mobil Jepang dan Europe, ini adalah dua binatang yang berbeda. Jadi artinya kalau ditanya ancaman atau bukan, jelas ini bukan," beber pria yang akrab disapa Dume.

Lebih jauh lagi, suami dari Debby Sahertian ini pun menjelaskan lebih dalam lagi perihal perbedaan ETCC Indonesia dengan JSTC. Menurutnya, jika dibandingkan, saat ini langkah ETCC Indonesia sudah jauh di depan, disamping itu status kejuaraan ETCC sudah menyandang Kejurnas. Untuk status kejurnas ini sendiri baru diresmikan oleh PP IMI Pusat ketika usia ETCC Indonesia ini memasuki tahun kelima. Saat itu, Sadikin Aksa, Ketua Umum IMI Pusat secara langsung mengesahkan status kejurnas tersebut.

"Karena ETCC ini kan sekarang sudah lebih maju, artinya status kita sudah kejurnas, dalam hal kualitas penyelenggaraan pun sudah berbeda jauh. Nah, jadi kalau saya melihat JSTC ini baru mulai, jadi antara pebalap dan penyelenggara masih mencari warna. Penyelenggara juga mesti melihat dulu warna pebalap mereka seperti apa. Kalau ETCC ini sudah jelas warna-warna pebalapnya, nah selain itu juga fanatismenya berbeda antara ETCC dan JSTC," jelas Andre Dumais.

Dengan demikian, pria yang juga mentor pebalap Zharfan Rahmadi dan Aldio Oekon, menegaskan bahwa kehadiran JSTC bukanlah sebuah ancaman bagi kelangsungan balap ETCC Indonesia. Justru, bisa dibilang lahirnya JSTC ini merupakan kreasi baru promotor yang ikut mencontoh kesuksesan kejuaraan ETCC Indonesia namun dalam bentuk format yang berbeda.

Dume turut mengapresiasi hadirnya kejuaraan baru di ISSOM tersebut. Artinya, menurut pria yang hobby dengan motor gede ini nantinya makin banyak pilihan bagi pebalap. Seiring berjalannya waktu, nanti pecinta balap Tanah Air bisa melihat gelaran JSTC ini arahnya kemana, apakah sebatas hobi atau memang lebih serius dari hobi.

Andre Dumais, salah satu tokoh ETCC Indonesia
face-to-face-andre-367635435a.jpg

Text : Harsya Fikmazi | Photo / Video : Greg Bima | Editor: Andi Wahyudi | 25 April 2017

  • facebook share
  • twitter share
  • instagram connect
  • youtube connect

RELATED NEWS

QUICK NAVIGATION

Tagline

SPORTKU adalah media berita online yang menyajikan informasi seputar dunia olahraga dengan mengedepankan Action, Competition, Adrenaline dan Lifestyle. 
ACT YOURS!

GROUP OF

Mahaka Media

MAHAKA MEDIA, dengan tagline "Beyond Media Creation", merupakan perusahaan induk dari unit usaha media dan hiburan (entertainment) yang memiliki kekuatan di bidang Broadcasting, Printing&Publishing, Online dan Marketing Company