image

Tahun 2017 Diperkenalkan Tyre Detection System

Text : Suhartono | Photo / Video : Motorcycle | Editor: Andi Wahyudi | 26 May 2017

SPORTKU.COM

Tahun 2015 Bridgestone masih dipercaya Dorna menjadi pemasok ban tunggal MotoGP. Namun produsen ban asal Jepang tersebut membuat keputusan mengejutkan.

Pada tahun 2015 menjadi akhir perjalanan Bridgestone sebagai pemasok ban resmi MotoGP. Untuk tahun tersebut, sementara peraturan untuk ban depan tetap sama. Hanya ada perubahan pada peraturan ban belakang. Ada ban belakang extra hard yang ditawarkan kepada para pebalap dan tim.

Akan ada tiga ban yang ditawarkan Bridgestone di setiap balapan sesuai dengan sifat dan kondisi sirkuit. Tim bisa memilih ban dengan senyawa extra hard, hard, medium, soft dan extra soft. Ada tiga kombinasi ban belakang yang tersedia. Salah satunya extra hard, hard dan medium. Yang kedua adalah hard, medium dan soft. Yang ketiga adalah medium, soft dan extra soft.

Motor tim pabrikan hanya bisa memilih dari dua opsi terakhir, sementara tim satelit bisa memilih kombinasi yang mereka sukai, tapi semua hanya sebatas 11 ban per pebalap.

Mulai tahun 2016, Michelin mengambil alih sebagai pemasok tunggal ban MotoGP. Selain ban basah (wet) dan kering (dry), ada juga pilihan ban menengah untuk kondisi lembab. Setiap balapan memiliki ban soft, medium dan hard. Namun, senyawa yang digunakan pada masing-masing tipe ban tersebut dapat bervariasi dari sirkuit ke sirkuit.

Pebalap bisa memilih 10 ban depan dan 12 ban belakang untuk setiap akhir pekan. Mereka memilih dua spesifikasi utama dan satu alternatif untuk ban depan. Dari jumlah tersebut, mereka bisa memilih maksimal tujuh ban dari spec primer dan maksimal tiga dari alternatif.

Demikian juga, mereka dapat memilih maksimal tujuh ban belakang slick dari spec primer dan maksimal lima dari alternatif. Para pebalap juga diizinkan untuk memilih tujuh ban basah baik untuk depan dan belakang dalam dua spesifikasi. Juga ada tiga ban depan dan tiga ban belakang belakang yang tersedia.

Michelin memiliki beberapa kesulitan untuk memulai debutnya sebagai pemasok ban tunggal MotoGP. Pada uji coba pra-musim, banyak pebalap mengalami kecelakaan. Insiden pertama terjadi saat pengujian di Sirkuit Sepang, Malaysia, di mana Loris Baz jatuh pada kecepatan 290 km/jam. Beruntung, Baz lolos tanpa cedera. Namun insiden ini memaksa Michelin tidak lagi menggunakan ban tersebut di sesi-sesi tes berikutnya.

Kejadian kedua menimpa Scott Redding. Ban belakangnya meledak saat latihan bebas di GP Argentina. Kecelakaan tak terhindarkan dan membuat punggung Redding memar. Michelin menarik semua ban mereka saat berlangsunya GP Argentina dan memberikan ban khusus sebagai gantinya. Namun, keadaan menjadi lebih baik bagi Michelin sejak saat itu. Juara GP Prancis Jorge Lorenzo memuji ban belakang Michelin.

Kini di tahun 2017, produsen ban asal Prancis ini terus melakukan berbagai pengembangan. Tak lain untuk memberikan kenyamanan kepada setiap pebalap saat melakoni balapan. Tahun 2017, Michelin tak akan memberikan lagi ban jenis intermediate. Musim lalu ban tipe ini memang kerap dikeluhkan sebagian besar pebalap. Pasalnya sebelum musim 2016 mereka tak mengenal ban intermediate.

Ubahan regulasi di musim 2017 juga terkait dengan alokasi ban yang diterima masing-masing pebalap. Untuk para pebalap yang bisa lolos dari kualifikasi pertama (Q1) ke kualifikasi kedua (Q2) akan mendapatkan tambahan ban belakang. Jumlah ban untuk cuaca basah dan kering pun berubah menjadi 5 di depan dan 6 di belakang.

Terkait regulasi tersebut, Race Direction masih bisa menyetujui adanya tambahan alokasi 1 ban depan dan ban belakang ketika semua latihan bebas dan kualifikasi berlangsung dalam kondisi trek basah.

Sementara itu, salah satu perubahan terbesar di musim 2017 adalah diperkenalkannya Tyre Detection System. Teknologi nirkabel ini membantu mengidentifikasi tipe ban yang digunakan oleh setiap pebalap saat balapan. Di mana informasi itu akan disambungkan lewat perangkat elektronik (ECU).

Sistem ini beroperasi melalui Tyre Air Pressure Sensor (TAPS) yang disematkan pada setiap ban dengan ID yang unik. Informasi ini selanjutnya disuplai secara langsung oleh Dorna pada setiap stasiun TV yang menyiarkan balapan MotoGP. teknologi ini membuat para penonton di layar kaca bisa mengetahui ban yang digunakan para pebalap. Dengan begitu ada interaksi menarik yang membuat penonton betah di depan TV. 

Baca Juga
Regulasi Ban MotoGP dari Tahun ke Tahun (Bagian 1/3)
Regulasi Ban MotoGP dari Tahun ke Tahun (Bagian 2/3)

Text : Suhartono | Photo / Video : Motorcycle | Editor: Andi Wahyudi | 26 May 2017

  • facebook share
  • twitter share
  • instagram connect
  • youtube connect

RELATED NEWS

Indoclub Kembali ke Gery Mang

Indoclub Kembali ke Gery Mang

ROAD RACE
Daytona Fokus di Indoclub Championship

Daytona Fokus di Indoclub Championship

ROAD RACE
Busi Brisk Konsisten Dukung Indoclub

Busi Brisk Konsisten Dukung Indoclub

ROAD RACE
Dovizioso Juara MotoGP Qatar

Dovizioso Juara MotoGP Qatar

MOTOGP

QUICK NAVIGATION

Tagline

SPORTKU adalah media berita online yang menyajikan informasi seputar dunia olahraga dengan mengedepankan Action, Competition, Adrenaline dan Lifestyle. 
ACT YOURS!

GROUP OF

Mahaka Media

MAHAKA MEDIA, dengan tagline "Beyond Media Creation", merupakan perusahaan induk dari unit usaha media dan hiburan (entertainment) yang memiliki kekuatan di bidang Broadcasting, Printing&Publishing, Online dan Marketing Company