Perbedaan MTB Cross Country, All Mountain dan Downhill

Text : Adi Supriyatna | Photo / Video : Adi Supriyatna, Mtbr | Editor: Dedi Hermawan | 9 June 2017

XC Vs AM Vs DH

SPORTKU.COM

Bersepeda gunung menjadi salah satu aktivitas bersepeda yang popular di tanah air.

Makin banyak komunitas mountain bike (MTB) yang muncul, baik yang berbasis domisili, profesi atau bahkan berbasis merek tertentu.

Sepeda gunung sendiri sebenarnya terdiri dari beberapa genre atau cabang dan di Indonesia sendiri setidaknya terdapat 3 genre yang MTB yang paling populer, yakni Cross Country (XC), Downhill (DH) dan All Mountain (AM).

Setiap genre tersebut memiliki ciri khas pada sepedanya. Lantas bagaimana perbedaan dari ketiga MTB tersebut?

Cross Country
Sepeda atau MTB XC didesain untuk menjelajah medan off road dengan cepat dan lincah. MTB ini mengutamakan bobot yang ringan dan agresif. Pada umumnya, MTB XC memiliki desain yang konvesional -dilengkapi fork suspensi atau biasa juga disebut hardtail. Meski demikian sejumlah pabrikan kini juga telah memproduksi sepeda dengan fitur suspensi ganda.

Kendati demikian, terdapat beberapa ciri khas dari MTB XC yang meliputi, geometri atau head angle frame relatif tegak, dengan sudut sekitar 70 derajat. Hal ini nampak dari sudut antara frame dan fork. Kemudian, travel (jarak) pada suspensi atau fork juga relatif pendek, sekitar 100mm atau 120mm.

MTB XC (hardtail)

thrill-ravage-1-0-2017-51336559957f8a1.jpg

 

MTB XC menggunakan ukuran atau diameter yang beragam, mulai dari 26, 27,5 hingga 29 inci. Namun, tren saat ini adalah 27,5. Sementara roda 29 banyak digunakan oleh kalangan yang serius ataupun atlet profesional. Sedangkan roda 26inci lebih banyak digunakan oleh kalangan hobiis.

Untuk kecepatan, sepeda XC muncul dengan beberapa komposisi kecepatan, mulai dari 18, 21, 27 speed. Belakangan ini, beberapa MTB XC tipe high end menggunakan 1x12 speed. Meski demikian, MTB ini tetap nyaman untuk melewati tanjakan curam.

Harga sepeda XC sangat bervariasi di pasaran. Namun secara umum, lebih murah dari sepeda AM atau Downhill.

 

All Mountain
Biasa juga disebut Trail atau Enduro, MTB ini dari segi konsep, memang mirip MTB XC. Bedanya, tipe medan untuk sepeda ini adalah single track murni dengan tingkat kesulitan yang lebih ekstrem dari XC.

MTB AM dilengkapi suspensi ganda (depan dan belakang)memberikan keamanan dan kenyamanan yang lebih serta ban dengan tapak yang lebih lebar dari MTB XC, 2,35 inci atau lebih. Hal itu juga yang membuatnya lebih berat dari sepeda XC.

MTB All Mountain/Enduro

tunggangan-santa-cruz-bikes-sram-20845856bd89d57.jpg

 

Beberapa ciri khas sepeda AM lainnya, meliputi Geometry/headtubes lebih rebah dari MTB XC – biasanya 68 derajat - travel fork yang lebih panjang (140mm - 180mm). Sedangkan untuk diamater ban, sepeda AM yang tersedia di pasaran saat ini umumnya berukuran 27,5 (650B).

Soal groupset, sepeda AM juga beragam mulai dari 2x10, 3x10, 1x12 yang kini menjadi tren di akalangan sepeda high end atau atlet profesional.
Mengenai harga, sepeda AM umumnya diset lebih tinggi dari MTB XC, di bawah DH.

 

Downhill
Genre ini memiliki risiko yang lebih ekstrem dari semua genre di MTB. Oleh karena itu, MTB ini bisa dibilang menduduki kasta tertinggi di segmen MTB.

MTB DH didesain untuk melintasi single track yang dominan menurun, dengan kondisi trek yang berat -berbatu, patahan terjal, dll.

Selain memiliki suspensi ganda, sepeda ini menggunakan fork jenis double crown. Alhasil, sepeda ini memiliki bobot yang paling berat dari MTB lainnya. Untuk diketahui MTB DH akan terasa kurang nyaman saat digunakan untuk mendaki atau menanjak.

MTB DHmtb-dh-trek-session-860751133387860.jpg

 

Karakter khusus lainnya adalah, sepeda DH memiliki geometri atau frame yang lebih rebah dari AM atau XC, dengan dengan sudut kepala frame sekitar 60 derajat dan travel suspensi yang paling panjang dari mtb jenis lain, hingga 200mm.

Sepeda ini menggunakan ban berdiameter 26, 27,5 (650B) dan 29in (29er). Ukuran terakhir masih sangat sedikit jumlahnya di pasar.
Adapun untuk kecepatan, sepeda ini menggunakan groupset dengan performa yang lebih sedikit dari AM atau XC, yakni 1x7 speed.

Selain ketiga genre di atas, sebenarnya masih ada genre MTB lainnya, seperti 4X, Dirt Jump atau Free Ride, yang juga memiliki karakter tersendiri pada sepedanya. Tapi popularitas genre tersebut di Indonesia masih belum terlalu tinggi atau belum banyak diminati.

 

Baca juga:
GREG MINNAAR DAN TRACEY HANNAH DIPREDIKSI JUARA DI LEOGANG 
HARI PERTARUNGAN DI WICKLOW 

 

MTB AM/Enduro

Text : Adi Supriyatna | Photo / Video : Adi Supriyatna, Mtbr | Editor: Dedi Hermawan | 9 June 2017

  • facebook share

RELATED NEWS

Data dan Fakta MotoGP Aragon

Data dan Fakta MotoGP Aragon

DID U KNOW
Mengenal Fitur Engine Cut Off

Mengenal Fitur Engine Cut Off

DID U KNOW
Mengapa Mobil Balap Spooring Manual?

Mengapa Mobil Balap Spooring Manual?

DID U KNOW
Aturan Baru Kejuaraan Dunia MotoGP

Aturan Baru Kejuaraan Dunia MotoGP

DID U KNOW

QUICK NAVIGATION

Image

SPORTKU adalah media berita online yang menyajikan informasi seputar dunia olahraga dengan mengedepankan Action, Competition, Adrenaline dan Lifestyle. 
ACT YOURS!

GROUP OF

Image

MAHAKA MEDIA, dengan tagline "Beyond Media Creation", merupakan perusahaan induk dari unit usaha media dan hiburan (entertainment) yang memiliki kekuatan di bidang Broadcasting, Printing&Publishing, Online dan Marketing Company