image Sahat Manalu, Dealer Principal Anak Elang Harley-Davidson Jakarta

Penyebab Banyaknya Moge Bodong di Indonesia

Text : Suhartono | Photo / Video : Suhartono | Editor: Andi Wahyudi | 1 July 2017

uploads/news/2017/06/biang-kerok-moge-bodong-2530846155fcfa8.JPG

Biang Kerok Moge Bodong Indonesia

penyebab-moge-bodong-di-3803041055c92b3
SPORTKU.COM

Tingginya pajak untuk importasi motor gede (moge) di Indonesia menjadi salah satu alasan kenapa banyak motor bodong di Tanah Air.

Indonesia menjadi salah satu negara dengan jumlah penduduk terbanyak di dunia. Maka tak heran jika Indonesia juga termasuk salah satu negara dengan jumlah penjualan sepeda motor yang tinggi di dunia. Tapi penjualan sepeda motor di Indonesia masih dikuasai pabrikan Jepang dengan kapasitas mesin kecil 250cc ke bawah.

Pabrikan Eropa memang cukup sulit untuk bersaing di pasar otomotif Indonesia. Terlebih lagi sejah puluhan tahun silam Indonesia telah didominasi oleh produsen sepeda motor asal Jepang seperti Yamaha, Honda, Kawasaki, dan Suzuki. Maka tak heran jika motor-motor asal Eropa masih sedikit di jalanan Indonesia.

Namun ada penyebab lain yang membuat penjualan moge di Indonesia lesu. Salah satunya adalah adanya pajak yang terlalu tinggi. Di mana untuk pembeli moge di Indonesia diwajibkan membayar pajak sebesar 300 persen. Atau bisa mencapai tiga kali lipat dari harga normal.

Seperti diketahui, saat ini pajak moge sangat tinggi di Indonesia. Jika dirinci, ada pajak barang masuk atau Bea Masuk Barang dari Luar Negeri ke Indonesia sebesar 40 persen, pajak barang mewah atau Pajak Penjualan Atas Barang Mewah (PPnBM) sebesar 125 persen, pajak PPh barang mewah sebesar 5 persen, dan ada PPN 10 pesen.

"Jadi kalau dilihat dari harga Harley-Davidson di Amerika dengan jenis dan model yang sama dengan harga di Indonesia bisa tiga kali lipat. Jadi kalau kita beli motor di Indonesia hanya dapat satu unit, di Amerika bisa dapat tiga unit," ungkap Sahat Manalu, Dealer Principal Anak Elang Harley-Davidson Jakarta.

Sebagai pebisnis, Sahat Manalu yang hobi koleksi moge Harley-Davidson berharap pemerintah bisa menurunkan pajak pembelian moge. Menurutnya, ada dua pilihan bagi pemerintah. Pertama mau menaikkan pajak yang tinggi tapi volume yang terjual sedikit dan motor bodong (tanpa kelengkapan surat) banyak masuk.

"Motor bodong itu kerugian pajak barang masuk dan pajak barang mewah, pemerintah tidak dapat. Setiap tahunnya pajak STNK (Surat Tanda Nomor Kendaraan) juga tidak ada. Kalau harapan saya sebagai pebisnis, lebih baik menjual kuantitas," sambung Sahat Manalu.

Kendati demikian, pabrikan asal Amerika ini tetap tertarik untuk masuk ke pasar Indonesia. Buktinya, kini setelah tak dimonopoli oleh Mabua, Harley-Davidson sudah memiliki dua dealer di Indonesia. Satu dipegang oleh Anak Elang yang berlokasi di Kelapa Gading dan satunya lagi dealer Nusantara di Radio Dalam. Belum lagi di Bali dan Medan juga sudah berdiri dealer Harley-Davidson.

"Tentunya sekarang ini dari Amerika sangat tertarik ke Indonesia. Di Jakarta saja sudah ada dua dealer, ada di Medan dan di Bali. Dan semua dealer itu beda kepemilikan, tida dimiliki satu orang. Namun mereka tidak bisa intervensi mengenai pajak yang ada di Indonesia. Jadi mereka tahu kesulitan yang kita hadapi," ujar Sahat Manalu.

Pasar Harley-Davidson di Indonesia memang masih terlalu kecil. Saat masih dipegang oleh Mabua, tercatat rekor berada di angka 980 unit dalam setahun. Namun, kata Sahat Manalu yang pernah menjabat sebagai Ketua HOG (Harley Owners Group) Jakarta mengatakan jika rata-rata dalam setiap tahunnya hanya berada di angka 400-500 unit. Akhirnya Mabua pun gulung tikar pada tahun 2016 lalu.

Angka penjualan Mabua tersebut memang masih jauh jika dibandingkan dengan Korea yang bisa menjual 10 ribu unit setahun. Jepang bisa mencapai 20 ribu unit. "Memang, di Asia Tenggara, penjualan di Indonesia masih terbilang cukup tinggi," pungkas Sahat Manalu dalam pebincangannya dengan SPORTKU.com.

Text : Suhartono | Photo / Video : Suhartono | Editor: Andi Wahyudi | 1 July 2017

  • facebook share
  • twitter share
  • instagram connect
  • youtube connect

RELATED NEWS

QUICK NAVIGATION

Tagline

SPORTKU adalah media berita online yang menyajikan informasi seputar dunia olahraga dengan mengedepankan Action, Competition, Adrenaline dan Lifestyle. 
ACT YOURS!

GROUP OF

Mahaka Media

MAHAKA MEDIA, dengan tagline "Beyond Media Creation", merupakan perusahaan induk dari unit usaha media dan hiburan (entertainment) yang memiliki kekuatan di bidang Broadcasting, Printing&Publishing, Online dan Marketing Company