image

Studi Terbaru: EPO Tidak Meningkatkan Performa Pebalap Sepeda

Text : Adi Supriyatna | Photo / Video : Cyclingweekly.com | Media Source: Cyclingweekly.com | 3 July 2017

SPORTKU.COM

Sebuah penelitian ilmiah terbaru menyebutkan bahwa EPO (doping darah) mungkin tidak memperbaiki performa bersepeda sama sekali.

Obat terlarang itu meningkatkan jumlah sel pembawa oksigen dalam darah. Namun sebuah studi baru telah meningkatkan keraguan bahwa hal itu bisa sangat membantu seorang pesepeda.

48 pebalap Belanda dan Belgia, yang terlatih dengan baik, mengajukan diri untuk diberi EPO atau plasebo untuk studi yang berlangsung selama delapan minggu tersebut.

"Mereka semua adalah pebalap dengan standar yang baik dan melampaui batas daya atau bobot yang ditentukan," kata Adam Cohen, kepala eksekutif Centre for Human Drug Research (CHDR) di Leiden, Belanda, yang melakukan penelitian ini pada bulan Juni 2016.

Namun, hasil penelitian tersebut baru dipublikasikan baru-baru ini di jurnal Lancet Haematology.

Untuk terlibat dalam studi ini, para pebalap tersebut juga harus mengundurkan diri dari keanggotaan asosiasi nasional mereka sehingga mereka tidak melanggar peraturan anti-doping olahraga. Setengah dari pesepeda disuntik dengan obat tersebut dan setengahnya dengan plasebo. Tak satu pun dari mereka yang tahu apa yang mereka terima dan juga para ilmuwan yang memimpin penelitian ini.

"Ini protokol yang digunakan dalam farmakologi karena sangat ketat. Kami belum menemukan penelitian sebelumnya tentang EPO yang dilakukan dengan ketat," kata Cohen.

Setiap minggunya setiap pebalap hadir di laboratorium untuk melakukan tes ketahanan, termasuk VO2max, dan memberikan sampel darah. Data yang dihasilkan “dikunci” sehingga tidak ada yang bisa menggunakannya untuk mengidentifikasi siapa yang memiliki EPO di pembuluh darah mereka sampai seluruh eksperimen selesai.

Dalam tes intensitas tinggi yang lebih pendek, mereka yang telah diberi EPO tampil lebih baik. Namun tidak ada perbedaan dengan saat mereka melakukan tes 45 detik di dalam ruangan.

Setelah delapan minggu mereka menempuh perjalanan sejauh 110 km pada bulan Juni, yang berakhir di puncak gunung, Mont Ventoux, yang dingin dan berangin.

Hasilnya ternyata mengejutkan. Mereka yang telah diberi EPO mendaki gunung rata-rata 17 detik lebih lambat dari mereka yang telah diberi plasebo.

"Mereka tidak dapat merasakan efeknya dan kami juga tidak bisa mengukurnya," ungkap Jules Heuberger, yang memimpin penelitian tersebut kepada Associated Press.

Selama percobaan tersebut, para pesepeda ditanya dan tidak ada yang pernah melaporkan perasaan akan adanya kekuatan atau daya tahan yang luar biasa. Jadi, mungkin, efek EPO ada dalam pikiran mereka?

Ini adalah penelitian rinci tentang EPO dilakukan untuk pertama kalinya karena biayanya yang tinggi.

"Kami adalah lembaga nirlaba dan kami membiayainya sendiri hanya karena kami ingin tahu. Biayanya sekitar € 500 ribu (sekitar Rp 7,3 miliar)," kata Cohen.

"Itu adalah harga spektrometer massa di laboratorium anti-doping di Rio," tambahnya.

Namun demikian, Direktur Sains World Anti-Doping Agency (lembaga anti-doping dunia) Oliver Rabin mengatakan bahwa dia meragukan penelitian ini dan akan mengubah pendekatan organisasi tersebut. Namun pastinya akan membacanya dengan hati-hati.

"Kita akan membutuhkan lebih dari ini," kata Rabin. "Komunitas ilmiah akan menerima ini dengan banyak skeptisisme," tambahnya.

Text : Adi Supriyatna | Photo / Video : Cyclingweekly.com | Media Source : Cyclingweekly.com | 3 July 2017

  • facebook share
  • twitter share
  • instagram connect
  • youtube connect

RELATED NEWS

QUICK NAVIGATION

Tagline

SPORTKU adalah media berita online yang menyajikan informasi seputar dunia olahraga dengan mengedepankan Action, Competition, Adrenaline dan Lifestyle. 
ACT YOURS!

GROUP OF

Mahaka Media

MAHAKA MEDIA, dengan tagline "Beyond Media Creation", merupakan perusahaan induk dari unit usaha media dan hiburan (entertainment) yang memiliki kekuatan di bidang Broadcasting, Printing&Publishing, Online dan Marketing Company