image

Indonesia dan Negara ASEAN Ajukan Diri sebagai Tuan Rumah Piala Dunia 2034

Text : Handy Fernandy | Photo / Video : Four-four Two | Editor: Andi Wahyudi | Media Source: republikaonline,reuters | 4 July 2017

SPORTKU.COM

Wacana untuk menjadikan Indonesia sebagai tuan rumah Piala Dunia kembali bergulir. Pembicaraan akan dilakukan pada September 2017 mendatang.

Indonesia yang diwakili oleh Persatuan Sepak Bola Indonesia (PSSI) akan kembali mengajukan diri untuk menjadi tuan rumah Piala Dunia pada tahun 2034 mendatang. Kali ini PSSI mengajak anggota negara ASEAN untuk ikut serta menjadi tuan rumah bersama.

Hal ini disampaikan oleh Wakil Ketua Umum PSSI Joko Driyono di Jakarta, Senin (3/7). Ia bermaksud untuk mendiskusikan hal ini dalam rapat Dewan Federasi Sepak Bola ASEAN (AFF) pada 23 September 2017 di Nusa Dua, Bali.

"Pertemuan diawali pada tanggal 22 September di mana akan ada rapat komite kompetisi. Keesokan harinya ada rapat dewan AFF termasuk pengajuan tuan rumah Piala Dunia 2034, dan pada malam harinya ada pemberian penghargaan AFF," ujar Joko, dikutip dari Republika.

Menurut pria yang juga menjabat sebagai pelaksana tugas Sekjen PSSI ini pembahasan soal penyelenggaraan turnamen yang dilakukan dalam empat tahun sekali ini sebagai upaya percepatan pembangunan baik kualitas maupun prasarana sepak bola di kawasan Asia Tengara.

Selain itu Joko juga menganggap negara ASEAN memiliki peluang cukup besar untuk menjadi tuan rumah bila karena melihat pola rotasi kebijakan tuan rumah Piala Dunia. Pada tahun 2010, misalnya, Piala Dunia digelar di benua Afrika (Afrika Selatan) kemudian berikutnya tahun 2014 di Amerika Selatan (Brasil), lalu 2018 Eropa (Rusia) dan 2022 nantinya di Asia (Qatar).

"Jadi melihat perputaran itu, tahun 2034 Piala Dunia akan kembali dilaksanakan di Asia," tutur Joko.

Adapun jumlah negara yang berada di kawasan AFF sendiri berkisar sebanyak 10 negara—11 jika ditambah dengan Australia. Idealnya, bila menilik dari ajang Piala Asia pada tahun 2007 silam, maka hanya Indonesia, Vietnam, Thailand dan Malaysia saja yang sudah memiliki fasilitas yang berupa stadion yang dikatakan cukup memadai ketimbang negara ASEAN lainnya.

Kemungkinan besar hanya empat negara ini saja yang akan dicalonkan secara aklamasi untuk diajukan sebagai tuan rumah bersama untuk Piala Dunia 2034 mendatang. Sedangkan Australia—bila menilik dari kekuatan tim saat ini—sepertinya akan lebih memilih untuk ikut dalam babak kualifikasi ketimbang mengajukan diri sebagai tuan rumah Piala Dunia.

Namun, bisa jadi seluruh negara anggota ASEAN menjadi tuan rumah bersama, maka hal ini akan serupa dengan Piala Eropa 2020 mendatang di mana ada 13 negara yang akan menjadi tuan rumah di ajang yang mempertemukan negara se-eropa tersebut.

Sebenarnya, apa yang diwacanakan oleh Joko sendiri selaras dengan keinginan FIFA beberapa waktu lalu yang telah mengubah jumlah kontestan Piala Dunia ditambah dari yang semula 32 negara menjadi 48 negara dan akan mulai dilakukan pada Piala Dunia 2026 mendatang.

Hal ini selain untuk meningkatkan keuntungan finansial yang diprediksi bisa mencapai lebih dari 1 miliar dolar AS, juga bagus untuk mendukung negara-negara kecil seperti negara-negara di kawasan ASEAN yang cukup tertinggal dalam pengembangan sepak bola.

Hal senada juga diungkapkan oleh Patrick Nally, pebisnis ulung asal Inggris. Ia berpendapat bahwa Piala Dunia haruslah ditujukan untuk para penggemar bukan selalu berada di atas kewenangan FIFA itu sendiri.

"Siapa Piala Dunia ini? Ini adalah Piala Dunia para penggemar, bukan Piala Dunia FIFA," ujar Nally seperti yang dikutip dari Reuters.

Nally berasumsi bahwa selama ini Piala Dunia hanya diselenggarakan di satu negara, kecuali pada tahun 2002 lalu di mana Jepang dan Korea Selatan menjadi tuan rumah bersama. Hal ini tentu membuat cemburu negara anggota FIFA lainnya yang berjumlah 211 negara atau lebih banyak ketimbang negara anggota PBB.

"Anda dapat menunjukkan setiap pertandingan di stadion di setiap negara dari 211 negara anggota FIFA. Anda tidak perlu memasukkan Piala Dunia ke satu negara lagi." Ungkap Nally.

Baca juga:
Format Baru Piala Dunia dengan 48 Tim 
Mimpi Piala Dunia di Indonesia 

Text : Handy Fernandy | Photo / Video : Four-four Two | Editor: Andi Wahyudi | Media Source : republikaonline,reuters | 4 July 2017

  • facebook share
  • twitter share
  • instagram connect
  • youtube connect

RELATED NEWS

QUICK NAVIGATION

Tagline

SPORTKU adalah media berita online yang menyajikan informasi seputar dunia olahraga dengan mengedepankan Action, Competition, Adrenaline dan Lifestyle. 
ACT YOURS!

GROUP OF

Mahaka Media

MAHAKA MEDIA, dengan tagline "Beyond Media Creation", merupakan perusahaan induk dari unit usaha media dan hiburan (entertainment) yang memiliki kekuatan di bidang Broadcasting, Printing&Publishing, Online dan Marketing Company