image

Kalah dari Toyota, Honda Akhirnya Buka Suara

Text : Harsya Fikmazi | Photo / Video : Greg Bima | Editor: Dedi Hermawan | 27 July 2017

SPORTKU.COM

Tak pernah menang dari Toyota di ajang ITCC musim balap 2017, Honda buka suara atas kekalahannya tersebut.

Dua tim balap sokongan pabrikan tengah bersaing di Kejurnas Indonesia Touring Car Championship (ITCC). Keduanya adalah Toyota Team Indonesia (TTI) dan Honda Racing Indonesia. Dalam laga terakhir (23/7), skuad Honda yang dipimpin Alvin Bahar, harus mengakui bahwa Toyota Team Indonesia, melalui pebalapnya, Haridarma Manoppo, memang lebih tangguh dalam meraih podium pertama. Tidak tanggung-tanggung, sejak awal ITCC 2017 bergulir, Haridarma selalu memuncaki podium tertinggi dan mengalahkan Alvin Bahar. Hari berhasil membawa TTI melakukan hattrick dengan meraih 3 kemenangan berturut-turut. 

Salah satu penyebabnya adalah performa mesin Toyota yang begitu tangguh. Didukung oleh Toyota Racing Development (TRD) Toyota Yaris tunggangan Haridarma terlihat  menang tenaga dibanding Honda Jazz milik Alvin. Meski kalah telak dari Toyota, Honda masih belum mau meminta bantuan Mugen, tuner pabrikan Honda, untuk mendongkrak penampilan mereka seperti halnya TRD yang membantu Toyota.    

Jonfis Fandy, petinggi Honda Prospect Motor yang menaungi tim balap Honda Racing Indonesia, mengatakan ada alasan lain mengapa pihaknya masih belum melakukan hal yang sama seperti Toyota Team Indonesia yang di back up full Toyota Racing Development untuk meminta bantuan ke Mugen untuk mendevelop mobil Alvin Bahar.

Baca juga:
MENGENAL LEBIH DALAM ISTILAH RACING LINE DALAM BALAPAN

"Komitmen kami kepada Alvin juga sama, di balapan ini kami punya target lain. Target juara iya, otomatis. Tapi kalau Anda tiba-tiba bawa teknologi baru, dari Jepang dengan harga yang mahal, tidak semua orang bisa effort. Anda akan selalu kalah dengan tim pabrikan, seberapa pun bagusnya Anda. Dan ini terjadi juga di Formula 1, jadi tim pabrikan akan selalu menang. Bagi saya, saya tidak mau seperti itu," ucap Jonfis usai peluncuran New Honda Jazz di Jakarta (26/7).

Lebih dalam lagi, Jonfis, menegaskan bahwa ada maksud lain atas keputusannya tersebut. Menurutnya, dengan tidak mendatangkan teknologi dari Jepang yang setara dengan milik TRD sebagai back up dari Toyota Team Indonesia, ia percaya bahwa skuad Alvin Bahar masih memiliki pengetahuan yang mumpuni dalam soal pengoprekan mesin.

"Biarkan mereka yang develop sendiri, mereka bisa cepat dengan pengetahuan mereka, dan itu terbukti. Kita bukan tidak pernah mengalami hal seperti ini, lima tahun lalu, sepuluh tahun lalu, kita juga sempat mengalaminya. Kita percaya bahwa Alvin masih bisa kok. Tapi kalau saya lakukan itu (mendapat bantuan Mugen) balapan sudah tidak ada lagi, hanya ada Alvin Bahar dan Haridarma. Tapi saya percaya, kalau mobil Alvin didevelop oleh lokal, pengetahuan mereka akan terbuka lagi. Dulu juga kita seperti ini, tetap kita hadapi," tambah Jonfis.

Baca juga:
HONDA RACING INDONESIA BELUM MAMPU BANGKIT DARI KETERPURUKAN

Pria yang menjabat sebagai Marketing and After Sales Service Director PT Honda Prospect Motor tersebut juga menyampaikan bahwa dalam setiap balapan selalu ada menang dan kalah. Namun, target kemenangan adalah sebuah nilai yang prestisius bagi seorang pebalap. Poin yang digaris bawahi oleh Jonfis adalah bukan soal bantuan yang dilakukan oleh Mugen, tetapi lebih ke arah 'sehatnya' dalam persaingan di ITCC. Jika Honda juga melakukan hal yang sama seperti TTI-TRD dengan jor-joran, maka menurutnya itu bukan hal yang normal dalam balapan karena hanya akan menyisakan dua tim pabrikan di lintasan.

"Memang, menang itu menjadi salah satu tujuan kita kalau mau balapan, karena itu adalah gengsi buat pebalap dan sebagainya. Tapi apakah kita harus membuat kirim mobil ke Jepang? Kami bisa saja, masalah pendanaan kita bisa bayar tapi yang lain (pebalap lai) bagaimana, bisa bayar atau tidak? Kalau saya bayar, berarti balapan tinggal saya berdua (dengan Toyota), yang lain (akan) keluar semua. Kalau tujuannya itu (mendapat bantuan Mugen), ya habis, balapan habis," tegas Jonfis.

Ketika kembali disinggung mengenai perlukah bantuan Mugen untuk Honda Racing Indonesia dalam kancah Kejurnas ITCC, Jonfis dengan tegas kembali menjawab bahwa hal tersebut tidaklah perlu. "Tidak perlu (bantuan Mugen)," pungkasnya.

 

Text : Harsya Fikmazi | Photo / Video : Greg Bima | Editor: Dedi Hermawan | 27 July 2017

  • facebook share
  • twitter share
  • instagram connect
  • youtube connect

RELATED NEWS

QUICK NAVIGATION

Tagline

SPORTKU adalah media berita online yang menyajikan informasi seputar dunia olahraga dengan mengedepankan Action, Competition, Adrenaline dan Lifestyle. 
ACT YOURS!

GROUP OF

Mahaka Media

MAHAKA MEDIA, dengan tagline "Beyond Media Creation", merupakan perusahaan induk dari unit usaha media dan hiburan (entertainment) yang memiliki kekuatan di bidang Broadcasting, Printing&Publishing, Online dan Marketing Company