image Suzuki A100 milik Yok Koeswowo Suzuki A100 bertuliskan Koes Plus pada tangki bahan bakar Mesin Suzuki A100 masih original Tampilan jok Suzuki A100 khas esisi jaman dulu Speedometer Suzuki A100 Lampu Suzuki A100 masih tampil klasik Yok Koeswoyo (kanan) bersama Mastom, pemilik rumah modifikasi Mastomcustom

Suzuki A100 Edisi 'Koes Plus' Garapan Mastomcustom

Text : Suhartono | Photo / Video : Suhartono | Editor: Andi Wahyudi | 31 July 2017

uploads/news/2017/07/suzuki-a100-edisi-koes-672458ff37ddeb5.JPG

Suzuki A100 Edisi 'Koes Plus'

motor-koes-plus-9445887cd6ab73f
motor-koes-plus-86106109f8ec981
motor-koes-plus-8885382698dae99
motor-koes-plus-1554832abf8c3d3
motor-koes-plus-78623afdf082690
motor-koes-plus-58509d2511b2802
motor-koes-plus-5873805fe99b521
SPORTKU.COM

Indonesia Motorcycle History (IMH) 2017 gagasan Mastomcustom menjadi acara menarik untuk para bikers Tanah Air.

Synthesis Residence Kemang, Jakarta Selatan menandai kesuksesan gelaran IMH 2017 pada akhir pekan kemarin, Minggu (30/7). Fokus dari acara ini adalah mengangkat sejarah kendaraan roda dua melalui motorcycle exhibition.

Sebagai inti acara, Mastomcustom pimpinan Tommy Dwi Djatmiko juga meluncurkan motor bersejarah milik Yok Koeswoyo, Suzuki A100 lansiran tahun 1974. Tentunya, Suzuki A100 milik pentolan grup music legendaris Tanah Air Koes Plus tersebut telah melalui restorasi ulang.

Suzuki A100 merupakan motor pertama yang dimilik Yok Keswoyo. Namun setelah beberapa tahun, Suzuki A100 miliknya tersebut telah bepindah tangan. Hingga akhirnya Tommy atau sapaan akrabnya Mastom, builder dari Mastomcustom menemukan motor bersejarah tersebut lengkap dengan surat-suratnya.

Baca Juga
Power Free, Motor Pertama Suzuki Ternyata Ada di Indonesia

Meski telah mengalami restorasi ulang, namun Suzuki A100 milik Yok Koeswoyo tak mengalami banyak ubahan. Dengan warna khas biru muda pada tangka bahan bakarnya. Sedikit aksen garis putih menjadi penghias tangki. Namun ada satu tulisan yang tak kalah melegenda.

Mastom menyematkan tulisan Koes Plus pada tangki bahan bakar tersebut. Sayangnya, pria yang sejak dulu menggemari Koes Plus itu enggan menyebut berapa biaya untuk restorasi Suzuki A100 milik Yok Koeswoyo.

Kehadiran A100 sendiri memang menandai kiprah pabrikan sepeda motor Suzuki di Indonesia. Sebenarnya Suzuki A100 juga sudah diproduksi Suzuki Jepang pada tahun 1960-1966. Kemudian produksinya dilanjutkan pada awal 1970-an. Suzuki A100 memiliki postur ramping dan hemat bensin. Dengan kemampuan mesin lumayan handal pada zamannya.

Suzuki A100 memiliki mesin 2tak, berpendingin udara, berkapasitas 98cc dengan transmisi 4 percepatan. Dengan mesin tersebut Suzuki A100 mampu menyemburkan tenaga hingga 9.5 hp pada 7.500 rpm dan maksimum torsi 6.87 lb-ft pada 6.500 rpm.

Baca Juga
Dimas Ekky Cedera Saat Balapan Suzuka 8 Hours
Menpora Rencanakan Ponpes Olahraga

Text : Suhartono | Photo / Video : Suhartono | Editor: Andi Wahyudi | 31 July 2017

  • facebook share
  • twitter share
  • instagram connect
  • youtube connect

RELATED NEWS

QUICK NAVIGATION

Tagline

SPORTKU adalah media berita online yang menyajikan informasi seputar dunia olahraga dengan mengedepankan Action, Competition, Adrenaline dan Lifestyle. 
ACT YOURS!

GROUP OF

Mahaka Media

MAHAKA MEDIA, dengan tagline "Beyond Media Creation", merupakan perusahaan induk dari unit usaha media dan hiburan (entertainment) yang memiliki kekuatan di bidang Broadcasting, Printing&Publishing, Online dan Marketing Company