image

Jelang BSD Grand Prix, Alvin Bahar Masih Belum Menyerah

Text : Harsya Fikmazi | Photo / Video : Dok SPORTKU | Editor: Andi Wahyudi | 18 August 2017

uploads/news/2017/08/alvin-bahar-masih-belum-23948a86e7a8155.jpg

Alvin Bahar Masih Belum Menyerah

issom-seri-3-by-203384a1a0536d9
SPORTKU.COM

Meski telah tertinggal dari rival utamanya, namun Alvin Bahar masih terus berusaha untuk tampil maksimal dalam seri keempat ITCC 2017.

Perseteruan antara Honda dan Toyota di arena balap masih menarik untuk disimak. Juara bertahan ITCC, Alvin Bahar, yang memperkuat Honda Racing Indonesia, belum bisa bangkit dari keterpurukannya. Namun demikian, sebagai jawara ITCC selama beberapa tahun belakangan, Alvin, tetap berjuang dengan pasokan tenaga yang dibawa dalam Honda Jazz miliknya.

Menurut ayah dari Avila Bahar, saat ini kondisi yang terjadi antara Honda Racing Indonesia dan Toyota Team Indonesia (TTI) adalah perang menggunakan teknologi. Pasalnya, jika bicara kemampuan tuning dari masing-masing tim, sudah pada tahap tertinggi. Namun memang, Alvin Bahar, mengungkapkan bahwa secara teknologi, antara Honda Jazz miliknya dan All New Yaris milik Haridarma memiliki spesifikasi mesin yang berbeda.

Baca juga:
HARIDARMA MANOPPO TIDAK MAU KECOLONGAN DARI HONDA

"Karena teknologinya saat ini berbeda. Kalau Toyota itu boleh dibilang seperti Honda di zaman dahulu, mesinnya mesin besar, belum dimaksimalkan dan masih punya banyak potensi. Kalau Honda yang sekarang, semua dibikin kompak, dan dibuat ringan. Weight distributionnya lebih bagus, handlingnya lebih bagus, cuma mesinnya sudah tidak bisa diapa-apain banyak," jelas Alvin Bahar.

Di lain sisi, Alvin Bahar, juga menyoroti spesifikasi mesin yang berbeda antara Honda dan Yaris. Secara spesifikasi, Honda Jazz milik Alvin Bahar, menggunakan teknologi SOHC (Single OverHead Camshaft), sedangkan All New Yaris milik Haridarma mengadopsi mesin DOHC (Double OverHead Camshaft). "Honda menggunakan SOHC, sedangkan Toyota menggunakan DOHC," tambah Alvin Bahar.

Berdasarkan informasi yang beredar, nantinya dalam balapan BSD Grand Prix akhir pekan ini (20/8) akan berlangsung selama 16 putaran. Dengan jumlah putaran yang lebih banyak tersebut, terdapat dua kemungkinan, baik atau buruk bagi Honda Racing Indonesia. "Tergantung (bisa menyusul atau tidak), mobilnya dia reliable atau tidak. Kalau mobil dia tidak reliable, gak bisa konstan dengan banyak lap, kita diuntungkan. Tetapi kalo mobilnya konstan dan reliable, makin banyak lap maka makin jauh kita ketinggalan," imbuhnya.

Baca juga:
MELIHAT LEBIH DEKAT SIRKUIT JALAN RAYA BSD

Meski dengan kondisi yang seperti itu, namun Alvin Bahar, tetap memandang bahwa namanya balapan segala resiko harus bisa diterima. "Tapi ya namanya balapan, kita selalu coba. Meskipun dari start kita sudah spek jauh, tapi ya namanya balapan tetap balapan. Tidak ada istilah kalah sebelum bertanding," pungkas Alvin Bahar.

Alvin Bahar, pebalap Honda Racing Indonesia

issom-seri-3-by-203384a1a0536d9.jpg

Text : Harsya Fikmazi | Photo / Video : Dok SPORTKU | Editor: Andi Wahyudi | 18 August 2017

  • facebook share
  • twitter share
  • instagram connect
  • youtube connect

RELATED NEWS

QUICK NAVIGATION

Tagline

SPORTKU adalah media berita online yang menyajikan informasi seputar dunia olahraga dengan mengedepankan Action, Competition, Adrenaline dan Lifestyle. 
ACT YOURS!

GROUP OF

Mahaka Media

MAHAKA MEDIA, dengan tagline "Beyond Media Creation", merupakan perusahaan induk dari unit usaha media dan hiburan (entertainment) yang memiliki kekuatan di bidang Broadcasting, Printing&Publishing, Online dan Marketing Company