image Sesi kualifikasi ETCC BSD City grand prix Sesi kualifikasi ETCC BSD City grand prix Sesi kualifikasi ETCC BSD City grand prix lay out sirkuit BSD City

Trek menantang BSD City, the real street circuit

Text : Dedi Hermawan | Photo / Video : Sonny Hastara | 19 August 2017

uploads/news/2017/08/trek-menantang-bsd-city-92850269d7d6b21.JPG

Trek menantang BSD City

bsd-city-sabtu-19-8-90698894251a500
bsd-city-sabtu-19-8-270267d00e03289
bsd-city-sabtu-19-8-52886da3939d28e
launching-sirkuit-balap-bsd-3987636384c2eac
SPORTKU.COM

Para pebalap nasional merasakan tantangan berbeda di sirkuit jalan raya BSD City. Harus presisi dan melelahkan.

Para pebalap mobil Indonesia mendapat pengalaman baru di akhir pekan ini. Sebuah gelaran bertajuk BSD City Grand Prix siap memompa adrenalin pecinta balap tanah air.

Berbeda dari sebelumnya, yang lebih sering berlomba di Sirkuit Sentul, kali ini para pebalap berlaga di sebuah sirkuit non-permanen yang berada di BCD City, Tangerang, Banten. Dengan panjang 3 km, sirkuit jalan raya ini menyuguhkan tantangan yang berbeda bagi para pebalap. Kombinasi trek lurus dan tikungan patah mewarnai sirkuit yang baru berdiri bulan Agustus ini.

Setelah melakukan sesi latihan bebas pada Jumat (18/8) dan sesi Kualifikasi, Sabtu (19/8) sebagian besar pebalap mengakui bahwa trek yang satu ini sangat menarik sekaligus menantang.

“Sirkuit ini cukup menarik. Treknya bagus, lay-out nya juga menantang,” ucap Renaldi Hutasoit pebalap dari Jakarta Ban Motorsport yang turun di Kejuaraan ETCC. Menurut Aldi, demikian ia biasa disapa, meski terlihat sederhana, lintasan yang satu ini menuntut keterampilan yang lebih dari pebalap. “Pebalap benar-benar harus bisa mengendalikan mobilnya dengan baik. Straight yang lumayan panjang kemudian dihadang chicane harus dihadapi pebalap dengan lebih terukur. Salah sedikit saja bisa nyerempet pembatas,” papar Aldi. Maklum sirkuit ini memang sirkuit jalan raya dimana lebar jalannya cukup sempit dan langsung dibatasi pagar pembatas.

Baca juga
INI TARGET TIMNAS DI ASIAN GAMES 2018

 

Hal menarik lainnya diutarakan oleh Alvin Bahar yang turun di Indonesian Touring Car Championship (ITCC) dan Super Touring Championship (STC). Menurut pebalap Honda Racing Team ini, sirkuit BSD City mampu menguras fisik pebalap. “Kita tidak berhenti bergerak, mengoper gigi, mengerem, menikung, pokoknya gak bisa santai,” tutur Alvin. Ia membandingkan dengan Sirkuit Sentul, dimana masih ada jeda antara tikungan satu dengan berikutnya. “Di sirkuit ini juga harus presisi, salah mengoper gigi, salah mengerem, akibatnya bisa fatal.”

Soal presisi juga diamini oleh pesaing Alvin di ITCC yaitu Haridarma Manoppo. Menurutnya, di sirkuit ini pebalap harus betul-betul pas di setiap tikungan. “Ruang untuk berbuat kesalahan sangat kecil. Kita tidak bisa melakukan koreksi (setir) seperti balapan di Sentul. Jika salah, siap-saiap saja menghajar guard rail,” ujar Hari. Pebalap Totyota Team Indonesia ini sempat juga merasakan kerasnya pembatas di BSD City Circuit. Di sesi latihan, mobilnya terlalu overshoot dan menyenggol pembatas. “Saya terlalu bernafsu,” ucap Hari sambil tersenyum. Tidak hanya Hari yang sempat mencium tembok pembatas, setidaknya ada 4 pebalap lain yang mengalami nasib nahas di sesi latihan.

Menurut Hari, tantangan utama di sirkuit ini adalah mind set pebalap yang terbiasa turun di sirkuit permanen seperti Sirkuit Sentul. Trek yang sempit dan langsung berhadapan dengan pagar pembatas, sedikit banyak membuat nyali pebalap turun.

Selain menantang skill dan mental pebalap, sirkuit ini juga membuat mobil bekerja keras. Hampir semua pebalap mengakui bahwa rem adalah peranti yang paling cepat kendor performanya. “Selepas lap kelima, rem mulai turun performanya,” ucap Rudi SL, pebalap Jakata Ban Motorsport. “Bahkan, saya harus mengocok rem agar kecepatan mobil bisa turun,” papar Rudi lagi.

Baca juga
FADIL SIAP TAKLUKAN TANTANGAN BALAP JALAN RAYA

 

Apa yang dirasakan Rudi tentang performa rem juga diamini Alvin Bahar. Hanya saja, Alvin lebih melihat itu karena faktor kebiasaan dan settingan. “Kita terbiasa balapan di Sentul yang secara karakter sangat berbeda dengan sirkuit BSD. Di sirkuit ini pebalap harus lebih mengenali performa remnya,” ucap Alvin. “Sebetulnya, performa rem yang dipakai untuk mobil balap memang akan turun setelah lima lap, tapi bukan berarti remnya blong. Mungkin saja karena kinerja ban yang dipakai juga sudah tidak maksimal. Artinya, di sirkuit ini pebalap memang harus lebih memahami semua bagian mobil,” papar Alvin.

Yang jelas, pebalap mengakui bahwa kehadiran Sirkuit BSD City ini memberi warna lain bagi balap nasional. Sirkuit ini tidak hanya menuntut skill dan nyali pebalap, juga membutuhkan settingan mobil yang mumpuni. Minggu, (20/8) esok hari, akan menjadi pembuktian siapa yang mampu menundukkan sirkuit menantang ini dengan piala di tangan. 

Seperti kata Renaldi Hutasoit, “Inilah street circuit sesungguhnya, betul-betul menantang.” 

Text : Dedi Hermawan | Photo / Video : Sonny Hastara | 19 August 2017

  • facebook share
  • twitter share
  • instagram connect
  • youtube connect

RELATED NEWS

QUICK NAVIGATION

Tagline

SPORTKU adalah media berita online yang menyajikan informasi seputar dunia olahraga dengan mengedepankan Action, Competition, Adrenaline dan Lifestyle. 
ACT YOURS!

GROUP OF

Mahaka Media

MAHAKA MEDIA, dengan tagline "Beyond Media Creation", merupakan perusahaan induk dari unit usaha media dan hiburan (entertainment) yang memiliki kekuatan di bidang Broadcasting, Printing&Publishing, Online dan Marketing Company