image

Zharfan Rahmadi Ambil Sisi Positif dari BSD Grand Prix

Text : Harsya Fikmazi | Photo / Video : Harsya Fikmazi | 19 August 2017

uploads/news/2017/08/tantangan-sirkuit-untuk-zharfan-64591ceeece4265.JPG

Tantangan Sirkuit untuk Zharfan Rahmadi

bsd-city-sabtu-19-8-25783b24329979b
SPORTKU.COM

Balapan jalan raya BSD City Grand Prix menuai pro dan kontra. Namun, Zharfan, punya sudut pandang berbeda tentang gelaran tersebut.

Gelaran BSD City Grand Prix memang menyuguhkan nuansa yang berbeda untuk industri balap Tanah Air. Banyak pro dan kontra yang dilontarkan oleh pelaku balap Tanah Air. Tidak hanya bagi seorang pebalap, melainkan team manager juga turut berkomentar. Meski demikian, pebalap muda Zharfan Rahmadi yang turun di dua kejuaraan ITCC dan ETCC 2000, melihatnya dari sudit pandang positif.

Berdasarkan penuturan pebalap muda yang menggeber E36 dengan setir kiri, ada sisi positif dan negatif dalam rangkaian balap jalan raya tersebut. Salah satu poin penting yang coba diutarakan oleh Zharfan adalah nuansa baru serta tantangan yang belum pernah dirasakan dengan desain karakter sirkuit BSD City ini.

"Pertama sisi positifnya buat saya adalah ini merupakan pertama kalinya saya balapan jalan raya, kedua saya juga merasa bosan dengan Sentul, jadi dengan di sini ada variasinya dari Sentul. Ketiga adalah karena dekat dengan rumah, jadi enggak sejauh ke Sentul jaraknya," ujar Zharfan.

Kendati demikian, namun pebalap yang dimentori oleh Andre Dumais ini juga merasa ada sisi negatif atas balapan jalan raya ini. Terlebih, karena urusan sarana dan prasarananya masih belum memadai. "Sisi negatifnya adalah lebih ke arah sarana karena menurut saya ini semua adalah ala kadarnya. Padahal bisa dibuat lebih baik lagi," keluh Zharfan.

Namun di samping itu, ketika disinggung mengenai desain sirkuit jalan raya tersebut, Zharfan, tetap memberikan apresiasi atas desain yang dibuat. "Aspal sirkuit bagus, bahkan memang lebih bagus di sini dan lebih halus di sini dibandingkan di Sentul. Tapi memang lay outnya tricky, chicane juga agak kecil. Hairpin pun juga agak susah, tidak seperti di sirkuit Sepang yang hairpinnya lebih patah tapi di sana treknya lebih besar," beber Zharfan.

Mengenai kendala yang dihadapi oleh Zharfan saat sesi kualifikasi adalah braking point saat menggunakan BMW E36 miliknya. Pasalnya, pebalap yang juga sekaligus drifter ini menggunakan kemudi setir sebelah kiri, dengan begitu pengambilan clipping point agak lebih sulit. "Di situ saya main feeling, dan saat mensiasatinya saat menggunakan Honda Jazz, jadi saya seperti menghapal titik mana saya harus mengambil clipping point saat bawa BMW," pungkasnya.

Zharfan Rahmadi, pebalap ETCC dan ITCCbsd-city-sabtu-19-8-25783b24329979b.JPG

Text : Harsya Fikmazi | Photo / Video : Harsya Fikmazi | 19 August 2017

  • facebook share
  • twitter share
  • instagram connect
  • youtube connect

RELATED NEWS

QUICK NAVIGATION

Tagline

SPORTKU adalah media berita online yang menyajikan informasi seputar dunia olahraga dengan mengedepankan Action, Competition, Adrenaline dan Lifestyle. 
ACT YOURS!

GROUP OF

Mahaka Media

MAHAKA MEDIA, dengan tagline "Beyond Media Creation", merupakan perusahaan induk dari unit usaha media dan hiburan (entertainment) yang memiliki kekuatan di bidang Broadcasting, Printing&Publishing, Online dan Marketing Company