image

Gerry Nasution Petik Pelajaran Berharga dari BSD Grand Prix

Text : Harsya Fikmazi | Photo / Video : Sonny Hastara, Harsya Fikmazi, BMW Team Astra | Editor: Andi Wahyudi | 22 August 2017

uploads/news/2017/08/kisah-pilu-penuh-dengan-13080fa1f5da427.jpg

Gerry Nasution Petik Pelajaran

bsd-city-sabtu-19-8-56597c288b52fcd
bsd-city-sabtu-19-8-653185148329581
issom-bsd-city-grand-306404efe9b3ff4
bsd-city-sabtu-19-8-927878422aae991
SPORTKU.COM

Di balik kesuksesannya meraih podium dua di Kejuaraan STC Super Retro, Gerry Nasution, juga mengalami nasib kurang beruntung.

Gerry Nasution, pebalap BMW Team Astra, mengaku menerima banyak pelajaran baru sekaligus pengalaman baru dalam melakoni balap jalan raya. Usai melakoni dua kali balapan di dua kejuaraan berbeda, ETCC 3000 dan STC Super Retro, Gerry menceritakan mengenai perjuangannya selama balapan. Meski panjang lintasan sirkuit jalan raya ini lebih pendek dibandingkan dengan sirkuit Sentul, namun ada beberapa poin yang didapat oleh Gerry perihal kesiapan mobil.

Kerja keras pebalap yang menggunakan BMW E30 dan BMW E36 ini terbilang sulit ketika menjalani balapan Euro 3000 di kelas Master. Walaupun posisi start bisa dibilang menguntungkan, namun Dewi Fortuna memang belum memihak kepada pebalap berkacamata ini. Pasalnya, ia harus menelan pil pahit lantaran ban BMW E36 miliknya pecah ban di tengah balapan berlangsung. Hal tersebut diperparah ketika posisinya kala itu sedang dalam perebutan poin.

Baca juga:
MOMENTUM BERHARGA KEMENANGAN KENTA KAMERON DI ETCC 3000 MASTER

"Tadi kita di ETCC 3000 sebenarnya posisi start sudah bagus, potensi untuk menghasilkan poin juga lumayan karena posisi start saya berada di sebelah kanan yang menurut saya itu memiliki keuntungan ketika masuk chicane pertama. Tapi setelah itu ada musibah kecil ketika saya masuk hairpin pertama. Saya terlalu maksa masuk dengan radius yang sedikit sempit sehingga ban belakang saya posisinya tidak sempurna, yang akhirnya menyebabkan pentil putus," jelas Gerry.

Dengan kondisi tersebut, maka angin di dalam ban pun langsung terbuang yang menyebabkan tekanan angin berkurang drastis. Meskipun sempat beberapa lap mencoba untuk terus memacu kendaraannya guna menjaga poin yang diraih, namun kondisi ban semakin tidak memungkinkan karena sidewall pecah.

Meskipun Gerry sedikit berharap dengan masuknya safety car, namun race committee tidak mengizinkan Gerry untuk masuk lintasan lantaran sisa lap yang ada sangat sedikit. "Akhirnya kita sempat masuk pit untuk mengganti ban, tapi setelah penggantian ban, balapan tinggal dua lap, dan saya tidak diizinkan masuk lintasan oleh Race Committee," terang pebalap berusia 46 tahun tersebut.

Nasib kurang beruntung yang dialami oleh Gerry berhasil menjadi pecutan untuk balapan STC Super Retro. Di kelas ini, Gerry, yang menggunakan BMW E30, sukses merengkuh podium kedua. Dalam bincang singkatnya bersama SPORTKU, Gerry, kembali mengisahkan duka yang ia rasakan.

Imbas dari insiden di Kejuaraan ETCC 3000, ban belakang mobil harus berbeda, hal ini dikarenakan stok ukuran ban Achilles yang ia gunakan tidak tersedia. Akhirnya, dalam situasi darurat, ia menggunakan tiga ban ATR-K Sport, dan satu ban menggunakan 123S. Kendati demikian, pebalap yang pernah mencicipi tanah Sprint Rally tidak patah arang, hal ini dibuktikan dengan berhasilnya naik podium kedua STC Super Retro.

Baca juga:
MASALAH VISA, ANJASARA GAGAL MEMBELA INDONESIA DI GYMKHANA ASIA

Menjalani balapan dengan penuh tantangan dan kondisi mobil yang tidak dipersiapkan tidak menyulutkan semangat Gerry. Malah menurutnya, ada pembelajaran yang berhasil ia petik atas apa yang dialaminya.

"Kalau dibandingkan, di Sentul, saya tidak pernah menggunakan gigi 2, tapi di sini untuk hairpin, kita pasti menggunakan gigi dua. Dan di Sentul, kita pasti menggunakan gigi lima sampai optimal, tapi kalau di sini, begitu mau mengoper ke lima, langsung ketemu lagi dengan chicane, sehingga langsung menurunkan lagi keempat atau ketiga," imbuhnya.

Adapun pembelajaran yang didapat oleh Gerry Nasution pasca menjalani balap jalan raya ini adalah pengaplikasian gear ratio dan penggunaan persneling. Berbekal lintasan jalan raya seperti ini, maka pihaknya akan lebih menyesuaikan gear ratio yang akan mereka gunakan agar hasil yang diraih lebih optimal.

BMW E30 pacuan Gerry Nasution di STC Super Retro

bsd-city-sabtu-19-8-653185148329581.jpg

Text : Harsya Fikmazi | Photo / Video : Sonny Hastara, Harsya Fikmazi, BMW Team Astra | Editor: Andi Wahyudi | 22 August 2017

  • facebook share
  • twitter share
  • instagram connect
  • youtube connect

RELATED NEWS

QUICK NAVIGATION

Tagline

SPORTKU adalah media berita online yang menyajikan informasi seputar dunia olahraga dengan mengedepankan Action, Competition, Adrenaline dan Lifestyle. 
ACT YOURS!

GROUP OF

Mahaka Media

MAHAKA MEDIA, dengan tagline "Beyond Media Creation", merupakan perusahaan induk dari unit usaha media dan hiburan (entertainment) yang memiliki kekuatan di bidang Broadcasting, Printing&Publishing, Online dan Marketing Company