image Trio Penyerang Milan  Gre-No-Li (football whispers)

Mengenang Kesaktian Gunnar Nordahl

Text : Handy Fernandy | Photo / Video : Wikipedia, whisper Football | Editor: Andi Wahyudi | Media Source: forza italian football | 15 September 2017

uploads/news/2017/09/mengenang-kesaktian-gunnar-nordahl-93526d925f226f9.jpg

Mengenang Kesaktian Gunnar Nordahl

gunnar-nordahl-legenda-ac-88231cbab43ab78
SPORTKU.COM

Hingga kini, belum ada satu pemain pun yang bisa menyamai rekor gol Gunnar Nordahl di AC Milan. 

Saat ini, anak-anak kecil di Swedia yang bercita-cita sebagai pesepakbola mayoritas akan menjadikan Zlatan ibrahimovic sebagai role model. Hal tersebut wajar-wajar saja mengingat kepiawaian sang pemain dalam mencetak banyak gol baik bagi klub maupun tim nasional.

Bisa dianggap bahwa sosok Ibra sebagai pemain Swedia paling terkenal dalam sejarah sepakbola modern saat ini, namun meski demikian, jauh sebelumnya ada sosok yang tak kalah fenomenal lahir di negera Skandinavia bernama Gunnar Nordahl.

Lahir di Hörnefors pada 19 Oktober 1921, sosok pria bertinggi 1,82 m ini hidup di tengah keluarga besar yang miskin. Orang tuanya bekerja banting tulang untuk menghidupi 10 anak, termasuk sosok Nordahl. Hal ini membuat ia di usia yang masih muda dikirim orang tuanya untuk bekerja di pabrik pembuatan bir untuk membantu keuangan keluarganya.

Meski bekerja penuh, Nordahl kecil selalu menyisahkan waktu senggangnya untuk bermain sepakbola yang sudah ia kenal sejak usia 8 tahun. Kemampuannya yang di atas rata-rata anak se usianya itu tercium oleh Hornefors IF yang pada akhirnya memberikan kesempatan bermain di liga saat usianya baru mencapai 16 tahun.

Setelah tiga musim bermain klub lokas asal tempat tinggalnya tersebut, reputasi Nordahl sebagai penyerang berbahaya telah diakui. Tampil sebanyak 41 pertandingan, ia sukses mencetak 68 gol atau rata-rata 1,6 gol setiap pertandingan.

Hal ini yang membuat Nordahl pindah ke kesebelasan Degerfors sekaligus bermain di level tertinggi sepak bola Swedia. Bermain di klub tersebut, kemampuan pria berzodiak Libra tersebut semakin mengkilap. Total ia sukses mengumpulkan 56 gol dari 7 pertandingan selama empat musim bermain di klub yang didirikan tahun 1907 itu.

Setelah membela Degerfors, Nordahl pun pindah ke IFK Norrkoping. Sebelumnya, ia sempat diincar oleh Malmo, namun Norrkoping membuat penawaran yang lebih menarik lantaran klub tersebut menawari sang pemain sebagai pemadam kebakaran di kota asal klub.

Hal ini wajar pasalnya, meski bermain di Liga Utama Swedia saat ini, namun di negara tersebut belum menerapkan kontrak profesional, sehingga status pemain merupakan pemain amatir atau semi profesional.

Di Norrkoping, karir Nordahl mencapai puncaknya di Swedia di mana sang pemain selain sukses mengantarkan klub tersebut juara liga sebanyak empat kali beruntun, ia juga sukses menyabet gelar top skor empat kali beruntun.

Baca juga
Sejarah Awal Promotor Olahraga Genta

Dari 85 penampilan, pria berambut pirang itu sukses mencetak 87 gol. Bahkan Nordahl tercatat pernah memasukan 7 gol dalam satu pertandingan bagi kemenangan Norrkoping dengan skor telak, 11-1 atas Djurgardens.

Hal inilah yang membuat Nordahl ditawari kontrak profesional pertamanya di kesebelasan asal Italia, AC Milan pada tahun 1949. Kepergiannya dari Swedia menandai dirinya sebagai pemain pertama yang diimport dari negara tersebut.

Meski memiliki reputasi sebagai pendulang gol. Kedatangan pertama sang pemain di Italia tak begitu populer. Banyak yang menganggap bahwa Milan salah langkah dengan mendatangkan pemain yang berasal dari negeri antah berantah.

Namun Nordahl Yang datang di paruh musim langsung membungkap pengritiknya dengan tampil impresif dengan mencetak 16 gol dalam 15 pertandingan debutnya sebagai pemain profesional. Bahkan mencetak gol di laga debutnya dan sekaligus memberikan kemenangan bagi Milan 3-2 melawan Pro Patria.

Kesuksesan Nordahl di musim perdananya bersama Rossoneri dikatakan sebagai pembelian terbaik Eropa saat itu. Hal ini membuat ia pun dikontrak selama 6 musim. Tak hanya kontrak, sang pemain pun mendapatkan julukan 'Il Cannoniere' (Sang Meriam) atau 'Il Bistone' (Si Bison).

Perpanjangan kontrak membuat Nordahl kian termotivasi. Di musim keduanya, ia sukses mencetak 35 gol di mana 11 di antaranya dilakukan dengan tendangan volli. Hal ini menaikan reputasinya seabgai pemain yang pergerakannya tak terbaca sekaligus finisher handal.

Rekor 35 gol yang dicetak oleh Nordahl dalam satu musim di Serie A di musim 1949/1950 sebelumnya tercatat sebagai raihan gol terbanyak dalam satu musim seblum akhirnya dilewati oleh Gonzalo Higuain pada musim 2015/2016 dengan 36 gol.

Baca juga
Dome Luncurkan Situs untuk Edukasi Publik

Trio Penyerang Milan Gre-No-Li (football whispers)

gunnar-nordahl-legenda-ac-88231cbab43ab78.jpg

Kehadiran Nordahl di Milan pada gilirannya mempengaruhi kebijakan klub tersebut dalam kebjkan transfer. Mereka pun mendatangkan dua rekannya yang berasal dari Swedia, yakni Nils Liedholm dan Gunnar Gren dan akhirnya sukses membentuk trio serang Gre-No-Li yang reputasinya sangat menakutkan di Serie A kala itu.

Kehadiran dua rekannya itu semakin membuat Nordahl semakin tajam dan tentu berguna bagi Milan yang sukses memenangkan dua gelar Serie A pada musim 1950/1251 dan 1954/1955.

Total selama bermain sebanyak 8 musim, Nordahl sukses mencetak 210 gol dari 257 pertandingan di Serie A. atas prestasi tersebut, ia sukses tercatat seabgai pencetak gol terbanyak sepanjang masa bagi Milan di kompetisi tertinggi sepakbola Italia tersebut.

Namanya pun hanya kalah dengan Francesco Totti (250 gol) dan Silvio Piola (274 gol) dalam daftar pemain yang paling banyak mencetak gol di sepanjang sejarah Serie A. meski begitu Nordahl tetap bisa berbangga diri mengingat ia sukses menjadi top skor dalam lima musim berturut-turut.

Nordahl sendiri tak mengakhiri karirnya di Milan. Meski begitu, namanya tetap akan tercatat sebagai bagian dari sejarah klub sebagai pemain yang dilahirkan untuk mencetak gol.

Baca juga
Inilah 12 Pemain Timnas Indonesia U-12 di Ajang Danone National Cup 2017

Text : Handy Fernandy | Photo / Video : Wikipedia, whisper Football | Editor: Andi Wahyudi | Media Source : forza italian football | 15 September 2017

  • facebook share
  • twitter share
  • instagram connect
  • youtube connect

RELATED NEWS

QUICK NAVIGATION

Tagline

SPORTKU adalah media berita online yang menyajikan informasi seputar dunia olahraga dengan mengedepankan Action, Competition, Adrenaline dan Lifestyle. 
ACT YOURS!

GROUP OF

Mahaka Media

MAHAKA MEDIA, dengan tagline "Beyond Media Creation", merupakan perusahaan induk dari unit usaha media dan hiburan (entertainment) yang memiliki kekuatan di bidang Broadcasting, Printing&Publishing, Online dan Marketing Company