image Corolla DX milik Denny Pribadi di ajang balap ISSOM

Mobil Balap Retro Harus Perhatikan Sasis dan Kaki-kaki

Text : Harsya Fikmazi | Photo / Video : Sonny Hastara | Editor: Andi Wahyudi | 29 November 2017

uploads/news/2017/11/sorotan-utama-mobil-balap-143956ec7e3c9fb.png

Sorotan Utama Mobil Balap Retro

issom-seri-7-pakde-48592e7deaaaf8d
SPORTKU.COM

Melihat ramainya mobil retro yang digunakan untuk balap, ada pekerjaan khusus yang harus dipersiapkan agar mobil tampil kompetitif.

Peta kekuatan dalam balapan meliputi beberapa faktor, selain mesin yang menjadi modal utama, faktor lain yang mendukung adalah kekuatan sasis kendaraan. Kehadiran mobil modern di gelaran Indonesia Sentul Series of Motorsport (ISSOM) dewasa kini semakin ramai, namun jangan dilupakan bahwa ada peran serta dari kehadiran mobil-mobil lawas yang juga ikut turun meramaikan.

Bicara mengenai persiapan balap untuk mobil retro, ada banyak hal yang harus diperhatikan. Seperti yang telah diungkapkan di atas bahwa kekuatan sasis menjadi modal utama untuk mendukung performa mobil balap. Ditemui saat gelaran ISSOM putaran terakhir kemarin (26/11), Denny Pribadi, pemilik mobil balap DX memberi penjelasan mengenai kesiapan mobil retro yang ia gunakan untuk balap tersebut.

"Reinforce sasis pasti ada, tapi kan di balap touring itu mobil tidak boleh terlalu rigid. Berbeda dengan di reli, mobil harus rigid, reinforce chasis itu harus gila-gilaan, karena mobil kan terbang-terbang. Kalau di Sentul kan tidak, kalau di touring, mobil juga harus tetap lentur, tidak boleh terlalu rigid karena tidak enak dibawanya," papar Depri, sapaan akrab Denny Pribadi kepada SPORTKU.COM.

Baca juga:
MANAGER SENTUL MENYAYANGKAN INDISIPLINER YANG TERJADI DI SIRKUIT

Untuk menyiasatinya, merubah sasis dari yang lama menjadi baru harus mengikuti pola yang sama. Istilah lainnya adalah peremajaan sasis, tentunya dengan perlakuan seperti itu maka sasis yang telah diperbaharui dapat bekerja dengan sangat ekstra. Selain reinforce chasis, faktor lain yang harus dilakukan juga meliputi bagian lumbung pacu. Hal ini pun menurut Denny Pribadi harus disesuaikan dengan kejuaraan apa yang akan diikuti.

"Pertama yang saya lihat adalah masuk di kelas apa, kalau saya kan kelasnya di SCC B1 kelas turbo. Berarti di situ saya otomatis fokus di bagian mesin turbo, dimana membangun mesin turbo yang kuat dengan durabilitynya yang tahan lama," tambah pemilik DX Bonek ini. Meskipun demikian, untuk lebih menunjang kemampuan mobil, maka sektor kaki-kaki juga harus diperhatikan, bukan hanya sasis dan mesin saja.

"Kalau kalau kaki-kaki saya restorasi total, jadi kaki-kakinya bukan pakai punya DX lagi. Jadi kalau orang bilang ini mobil DX hanya chasingnya saja, tapi kaki-kaki dan mesin sudah menggunakan teknologi sekarang. Untuk mobil saya ini, saya menggunakan suspensi D2 Racing, depan belakang," imbuhnya.

Di samping itu, jangan lupakan peran rollbar atau rollcage. Fitur ini juga harus diikuti dengan standar keselamatan. Bahkan, sebelum balapan mulai, ada proses scrutineering yang harus dilewati. Salah satu yang dilihat saat proses tersebut adalah mengenai rollbar tersebut.

"Rollbar juga kan ada regulasinya, sehingga harus mengikuti yang ada dalam buku regulasi," pungkas Denny Pribadi.

Text : Harsya Fikmazi | Photo / Video : Sonny Hastara | Editor: Andi Wahyudi | 29 November 2017

  • facebook share
  • twitter share
  • instagram connect
  • youtube connect

RELATED NEWS

QUICK NAVIGATION

Tagline

SPORTKU adalah media berita online yang menyajikan informasi seputar dunia olahraga dengan mengedepankan Action, Competition, Adrenaline dan Lifestyle. 
ACT YOURS!

GROUP OF

Mahaka Media

MAHAKA MEDIA, dengan tagline "Beyond Media Creation", merupakan perusahaan induk dari unit usaha media dan hiburan (entertainment) yang memiliki kekuatan di bidang Broadcasting, Printing&Publishing, Online dan Marketing Company