image Fabio Quagliarella (getty images)

Di Balik Penampilan Cemerlang Sampdoria

Text : Handy Fernandy | Photo / Video : Sampdoria Official | Editor: Andi Wahyudi | 10 December 2017

uploads/news/2017/12/di-balik-penampilan-cemerlang-57876d65d5e38a6.jpg

Di Balik Penampilan Cemerlang Sampdoria

sampdoria-sampdoria-official--88049d1b6e53173
SPORTKU.COM

Ditinggal banyak pemain justru membuat Sampdoria tampil mentereng sejauh ini. Apa sebenarnya rahasia mereka?

Serie A musim 2017/2018 kali ini dapat dikatakan sebagai salah satu musim yang penuh dengan kejutan. Misalnya, dominasi Juventus tak nampak lantaran kesuksesan Inter Milan yang hingga pekan ke-16 belum terkalahkan.

Selain itu, adalah konsistensi yang ditunjukan oleh kesebelasan Sampdoria. Tim yang berbasis di Genova, Italia itu kini berada diurutan ke-6 di klasemen sementara. Posisi yang dapat dikatakan baik mengingat AC Milan yang begitu jor-joran dalam mendatangkan pemain baru justru hanya mampu bertengger di posisi ke-8.

Sampdoria untuk sementara sukses mengumpulkan 27 poin dari 15 pertandingan dengan catatan delapan kali menang, tiga kali imbang, dan baru menelan empat kekalahan. Cukup subur dengan 30 gol sejauh ini, lebih banyak dari raihan AS Roma yang baru mencetak 27 gol.

Bila tetap berada di posis ke-6, maka Sampdoria memiliki kesempatan besar untuk bermain di babak kualifikasi Liga Europa musim depan, meski terlebih dahulu harus menghadapi babak playoff terlebih dahulu.

Pembelian Pemain yang Sukses

Di awal musim, banyak yang meragukan bahwa Sampdoria bisa bicara banyak di Serie A musim ini. Pasalnya, nyaris separuh pemain andalannya ditarik oleh klub lainnya yang secara finansial—juga prestasi—lebih baik dari klub yang dididirkan pada tahun 1946 itu.

Bruno Fernandes dan Milan Skriniar yang baru semusim bermain di Sampdoria langsung dijual. Fernandes ke Sporting CP dan Skriniar ke Inter Milan. Keduanya kini menjadi tulang punggung klub barunya masing-masing.

Namun, yang paling menjadi sorotan adalah bahwa Sampdoria melego duet striker mereka, Patrik Schick dan Luis Muriel. Schick diambil oleh AS Roma sementara Muriel sukses memecahkan rekor transfer Sevilla sebagai pemain termahal mereka.

Kehilangan Schick dan Muriel dapat dikatakan sebagai kehilangan yang cukup besar. Pasalnya, kedua pemain tersebut adalah pencetak gol terbanyak bagi Sampdoria dengan masing-masing mencetak 13 gol atau 26 gol dari 55 gol yang diciptakan oleh Il Samp di semua kompetisi musim lalu.

Namun, tak mau berkubang dalam duka atas kepergian pemain kunci mereka, Sampdoria pun mendatangkan pemain baru. Gianmarco Ferrari dibeli dari Sassuolo sebagai pengganti Skriniar, Gaston Ramirez didatangkan untuk mengantikan peran Fernandes.

Dan di posisi depan, dua pemain muda Duvan Zapata (26 tahun) dan Gianluca Caprari (24 tahun) didatangkan. Hasilnya, kedua pemain itu sukses beradaptasi dengan total 9 gol.

Baca juga
Aksi Memukau Pebalap Indoclub

Kebangkitan Fabio Quagliarella

Fabio Quagliarella (getty images)
sampdoria-sampdoria-official--88049d1b6e53173.jpg

Mau tak mau dapat dikatakan kebangkitan Sampdoria di musim ini segaris dengan kebangkitan naluri gol yang dimiliki oleh Fabio Quagliarella. Mantan pemain Torino ini sukses mencetak 9 gol dari 14 penampilan di Serie A musim ini.

Musim lalu, Quagliarella butuh sebanyak 35 laga terlebih dahulu untuk bisa mencetak 9 gol. Dapat dikatakan, pesepakbola yang kini sudah menginjak usia 34 tahun itu pada musim ini memiliki capaian yang lebih baik dari pada musim sebelumnya.

Catatan musim ini juga menarik dimana bila Quagliarella mencetak gol, dari 9 gol yang ia ciptakan, 6 gol di antaranya sukses membawa pulang kemenangan bagi Sampdoria.

Quagliarella sendiri bukanlah striker sembarangan. Sebelum membela Sampdoria, ia pernah bermain bagi kesebelasan Juventus dan Napoli. Namun di Il Samp sendiri dapat dikatakan sebagai “rumah” lantaran di klub inilah dirinya dulu dikenal sebagai salah satu striker jempolan di Italia.

Konsistensi Berlanjut?

Yang membuat orang kagum dengan Sampdoria selain posisi di klasemen adalah mereka mampu menaklukan tim-tim tradisi juara. Yang pertama, mereka sukses memberikan AC Milan kekalahan kedua di Serie A dengan skor 2-0.

Kemudian yang kedua, mereka mampu menaklukan juara bertahan, Juventus dengan skor 3-2. Dan ketiga, mereka mampu memenangkan pertandingan bertajuk Derby della Lanterna melawan Genoa dengan skor akhir 2-0.

Namun, meski tercatat banyak menumbangkan tim besar, namun Sampdoria kerap inkonsisten. Bahkan sempat dipermalukan oleh Bologna dan Udinese yang secara teknis tak lebih baik dari klub yang ditukangi oleh Marco Giampaolo itu.

Serie A musim ini dapat dikatakan sudah hampir setengah jalan, tapi tentu masih panjang dan segala kemungkinan bisa terjadi. Tentunya konsistensi penampilan mesti dilakukan bisa Sampdoria berkeinginan kuat untuk bertarung di Eropa musim depan.

Baca Juga
Resmi, Indonesia Jadi Tuan Rumah Piala Dunia

Text : Handy Fernandy | Photo / Video : Sampdoria Official | Editor: Andi Wahyudi | 10 December 2017

  • facebook share
  • twitter share
  • instagram connect
  • youtube connect

RELATED NEWS

QUICK NAVIGATION

Tagline

SPORTKU adalah media berita online yang menyajikan informasi seputar dunia olahraga dengan mengedepankan Action, Competition, Adrenaline dan Lifestyle. 
ACT YOURS!

GROUP OF

Mahaka Media

MAHAKA MEDIA, dengan tagline "Beyond Media Creation", merupakan perusahaan induk dari unit usaha media dan hiburan (entertainment) yang memiliki kekuatan di bidang Broadcasting, Printing&Publishing, Online dan Marketing Company