Lima Klub Indonesia yang Ganti Nama dan Pindah

Text : Handy Fernandy | Editor: Andi Wahyudi | 10 December 2017

SPORTKU.COM

Dalam sepak bola Indonesia berganti nama dan lokasi klub bukan hal yang aneh. Inilah lima klub yang pernah melakukannya.

Jelang Liga 1 2018 bergulir kejutan kembali hadir. PS TNI akan mengubah nama dan juga pindah kandang. Bahkan hal ini dikonfirmasi langsung oleh Ketua Umum PSSI, Edy Rahmayadi yang juga menjadi ketua umum klub tersebut.

"PS TNI akan ganti nama pada musim depan. Mereka juga akan pindah ke Bantul," ungkap Edy seperti dikutip dari Goal.

Apa yang terjadi dengan PS TNI bukanlah hal yang aneh. Pasalnya, sebelumnya PS TNI sendiri merupakan perubahan nama dari Persiram Raja Ampat yang sahamnya diakuisisi pada Maret 2016 lalu.

Selain PS TNI, inilah lima klub di Indonesia yang mengubah nama dan pindah lokasi:

Lampung Sakti FC

Lampung Sakti FC merupakan klub asal Lampung yang musim 2017 lalu main di Liga 2. Sayang, tampil perdana, mereka langsung terdegradasi lantaran mengakhiri posisi di peringkat ke-7 di klasemen akhir Grup 2.

Uniknya, Lampung Sakti FC sendiri awalnya merupakan klub yang yang hadir berkat mengakuisisi Persires Rengat. Namun uniknya Persires Rengat itu bukan kali ini saja diakuisisi. Sebelumnya mereka pernah dibeli oleh daerah lain dan berubah namanya.

Ketika di Bali, klub Persires menjadi Persires Bali Devata FC. Kemudian ketika di Jawa Tengah, mereka sampai mengganti namanya sebanyak empat kali, mulai dari Persires Cirebon FC, Persires Kuningan, Persires Banjarnegara, Persires Sukoharjo baru kemudian menjadi Lampung Sakti yang berlokasi di Lampung.

Kemungkinan besar di musim 2018 mendatang, Persires bisa kembali pindah. Bahkan Persires dianggap sebagai klub motor dari pada klub sepak bola lantaran sering berpindah-pindah tempat alias touring.

Bhayangkara FC

Tim pemenang Liga 1 musim 2017 nyatanya juga bukan merupakan klub yang dapat dikatakan klub siluman alias langsung berada di Liga 1 tanpa mengawali dari level amatir. Pasalnya, manajemen Bhayangkara FC sukses mengakuisisi Surabaya United yang sebelumnya di Surabaya menjadi di Jakarta dan bermarkas di Bekasi, tepatnya di Stadion Patriot.

Nyatanya Surabaya United sendiri bukanlah nama asli klub yang kini menjadi Bhayangkara. Awalnya, klub tersebut bernama Persikubar Kutai Barat. Waktu itu mereka dapat tiket lolos ke Divisi Utama, namun lantaran keuangan klub buruk, mereka pun dibeli oleh PT. Mitra Muda Inti Berlian (MMIB) dan mengubah nama klub menjadi Persebaya Surabaya atau yang dikenal sengan Persebaya DU.

Hanya semusim, Persebaya palsu itu naik ke Liga 1, kemudian sepak bola Indonesia chaos lantaran adanya hukuman FIFA. Dari tahun 2015 lalu, nama Persebaya berubah menjadi Bonek FC dan menjadi Surabaya United.

Ketika merger dengan Bhayangkara, namanya sempat menjadi Bhayangkara Surabaya United dan main di Stadion Delta Sidoardjo pada musim 2016. Lalu pada tahun 2017 lalu pindah ke Bekasi.

Baca juga
Di Balik Penampilan Cemerlang Sampdoria

Madura United

Madura United yang merupakan tim yang berasal dari Madura sendiri juga merupakan klub yang berganti nama, tepatnya pada awal tahun 2016 lalu dari yang sebelumnya bernama Persipasi Bandung Raya.

Persipasi Bandung Raya sendiri merupakan merger dua klub, yakni Pelita Bandung Raya yang bermain di ISL dan Persipasi Bekasi yang berlaga di divisi utama pada tahun 2015. Persipasi Bandung Raya terakhir kali berlaga adalah saat Piala Presiden 2015 lalu.

Sementara nama Pelita Bandung Raya adalah hasil merger dari lisensi main di ISL milik Pelita dengan klub Bandung Raya yang berada di divisi II pada tahun 2012 lalu.

Sementara Pelita sendiri juga merupakan klub yang suka-suka pindah sejak awal berdiri tahun 1986. Mulai dari Jakarta, kemudian ke Solo, lalu ke Cilegon, Purwakarta, Karawang, Bandung, dan berakhir di Bekasi.

Sriwijaya FC

Sriwijaya FC bagaimanapun merupakan salah satu klub tersukses di Indonesia era sepak bola modern atau saat ISL bergulir mereka sudah memenangkan gelar liga sebanyak dua kali dan Piala Indonesia sebanyak tiga kali.

Namun, banyak yang lupa bahwa Sriwijaya merupakan tim yang awalnya merupakan tim asal Jakarta Timur, tepatnya bernama Persijatim. Kemudian pada tahun 2002, mereka sempat bermain di Solo dan mengubah nama menjadi Persijatim Solo FC. Baru pada 23 Oktober 2004, penggunaan nama Sriwijaya FC dipakai dan bertahan hingga hari ini.

Persikad Depok

Persikad Depok sendiri dapat dikatakan beruntung. Meski sempat pindah-pindah, namun klub berjuluk Laskar Margonda itu bisa kembali ke Depok meski pada ajang Liga 2 musim 2017 lalu mereka terdegradasi ke Liga Nusantara.

Persikad sempat menjadi Persikad Cirebon pada tahun 2009 lalu saat dipegang oleh pengusaha bernama Edy Joenardi. Namun pada tahun berikutnya Persikad kembali ke Depok dan dipegang oleh Adi Kumis sampai tahun 2014.

Dan pada akhir tahun 2014, Persikad dijual ke Purwakarta dan pada 20 Februari 2015, klub berubah nama menjadi Persikad Purwakarta. Tak lama, setelah sepak bola Indonesia chaos, Persikad kembali ke Depok pada tahun 2016 dan sampai 2017 tetap berada di Depok.

Baca juga
Indonesia Terpilih Jadi Tuan Rumah Piala Dunia

Text : Handy Fernandy | Editor: Andi Wahyudi | 10 December 2017

  • facebook share

RELATED NEWS

Lima Calon Pengganti Luis Milla

Lima Calon Pengganti Luis Milla

TOP 5
5 Sirkuit Terpendek MotoGP

5 Sirkuit Terpendek MotoGP

TOP 5
Lima Pesepakbola Kaya Sejak Lahir

Lima Pesepakbola Kaya Sejak Lahir

TOP 5
Siap Bertarung di Piala Asia 2019

Siap Bertarung di Piala Asia

TOP 5

QUICK NAVIGATION

Image

SPORTKU adalah media berita online yang menyajikan informasi seputar dunia olahraga dengan mengedepankan Action, Competition, Adrenaline dan Lifestyle. 
ACT YOURS!

GROUP OF

Image

MAHAKA MEDIA, dengan tagline "Beyond Media Creation", merupakan perusahaan induk dari unit usaha media dan hiburan (entertainment) yang memiliki kekuatan di bidang Broadcasting, Printing&Publishing, Online dan Marketing Company