image

Inilah Hal Positif yang Diambil dari Kerja Sama PSSI dengan JFA

Text : Handy Fernandy | Photo / Video : Pssi Official | Editor: Andi Wahyudi | 17 December 2017

SPORTKU.COM

PSSI (asosiasi sepak bola Indonesia) dan JFA (Jepang) telah bersepakat jalin kerja sama. Apa manfaat yang bisa diraih?

Persatuan Sepak bola Indonesia (PSSI) dan Federasi Sepak bola Jepang (JFA) sepakat untuk menjalin kerja sama dalam membangun sepak bola. MoU kerja sama ini dilakukan di Hotel Prince Park Tower, Tokyo, Sabtu (9/12).

Dalam kerja sama ini, terdapat lima poin kerja sama yang disepakati, yakni referee development (pegembangan wasit), exchange competencies (manajemen, kursus dan proyek), youth and grassroot (pengembangan usia dini dan sepak bola akar rumput), pertandingan persahabatan untuk semua kelompok usia, dan popularity (popularitas).

Dapat dikatakan kerja sama dengan JFA merupakan suatu langkah positif bagi PSSI. Mengacu pada poin-poin kerja sama yang telah disepakati, pengembangan wasit secara kualitas dan kuantitas menjadi fokus yang menarik.

JFA sendiri memiliki Referee Training Center sebagai pusat pengembangan dan pelatihan wasit, yang menampung wasit-wasit dengan kualitas yang terstandarisasi. Pada tahun 2017, JFA tercatat memiliki wasit sebanyak 264.206 secara keseluruhan. Melalui perjanjian ini, pengelolaan kepelatihan wasit dapat menjadi hal yang dipelajari dengan baik oleh PSSI.

Faktanya, jumlah wasit berlisensi FIFA antara JFA dan PSSI tidak terlalu berbeda. JFA memiliki tujuh wasit berlisensi FIFA, sedangkan Indonesia memiliki lima wasit. PSSI dapat mempelajari sistem pengelolaan yang terstruktur dan konsisten dari JFA melalui Referee Training Center.

Kategorisasi atau sistem kelas wasit yang dimiliki oleh Jepang dapat menjadi benchmark yang baik bagi PSSI untuk meningkatkan performa wasit yang ada di tanah air.

Baca juga
Halal-Haram Penggunaan Obat Asma bagi Pebalap

Selain soal perwasitan, PSSI juga dapat dikatakan bisa menyerap ilmu dan pengalaman JFA dalam mengelola kompetisi dan turnamen. Pasalnya, Jepang sendiri memiliki kompetisi profesional nasional yang cukup terkenal di dunia dengan brand J-League.

Dari kasta kompetisi, PSSI sudah serupa dengan JFA. Jepang memiliki 3 kasta kompetisi nasional, yakni J1, J2 dan J3. Indonesia memiliki Liga 1, Liga 2 dan Liga 3. Namun, selain tiga kompetisi nasional tersebut, di tahun 2017 saja, Jepang juga menaungi setidaknya 64 turnamen dan kompetisi lokal dari berbagai daerah.

Masih banyak hal yang harus dikejar oleh PSSI untuk bangkit dan meningkatkan prestasi. Komitmen para pengurus PSSI menjadi kunci dalam proses ini. Kesempatan bekerja sama dengan JFA merupakan inisiatif yang positif.

Presiden JFA, Tashima Kozo memuji bahwa Indonesia memiliki potensi. Hal ini menjadi modal untuk kebangkitan sepak bola tanah air.

"Saya yakin dengan potensi yang besar ditambah komitmen dan kompetensi yang kuat dari pengurus PSSI, sepak bola Indonesia bisa bangkit,” kata Tashima seperti dikutip dari situs resmi PSSI.

Baca juga
Inilah Pembalap yang Sukses Sepanjang Tahun 2017

 

Text : Handy Fernandy | Photo / Video : Pssi Official | Editor: Andi Wahyudi | 17 December 2017

  • facebook share
  • twitter share
  • instagram connect
  • youtube connect

RELATED NEWS

QUICK NAVIGATION

Tagline

SPORTKU adalah media berita online yang menyajikan informasi seputar dunia olahraga dengan mengedepankan Action, Competition, Adrenaline dan Lifestyle. 
ACT YOURS!

GROUP OF

Mahaka Media

MAHAKA MEDIA, dengan tagline "Beyond Media Creation", merupakan perusahaan induk dari unit usaha media dan hiburan (entertainment) yang memiliki kekuatan di bidang Broadcasting, Printing&Publishing, Online dan Marketing Company