image Chris Froome (Getty Images) Chris Froome (Bettini Photo)

MPCC Minta Team Sky Tangguhkan Chris Froome

Text : Adi Supriyatna | Editor: Andi Wahyudi | Media Source: cyclingnews | 20 December 2017

uploads/news/2017/12/kasus-doping-chris-froome-136976a3cb23f6f.jpg

Kasus Doping Chris Froome

froome-saya-pikir-pertarunganku-2301115f2f0ea93
froome-saya-pikir-pertarunganku-253755e7d8a7e2f
SPORTKU.COM

Gerakan untuk Kredibilitas dalam Bersepeda (MPCC) meminta Team Sky untuk menangguhkan Chris Froome sampai kasus "salbutamol" diselesaikan.

"Hasil tes abnormal Chris Froome memicu kemarahan publik yang besar," kata MPCC dalam sebuah pernyataan yang dikirim ke media.

"Ketika sampai pada 'zat tertentu', seperti salbutamol, penagguhan sementara tidak diwajibkan dan pebalap bebas memilihnya atau tidak. Namun demikian, MPCC ingin membuat pernyataan mengenai topik ini," tambah pernyataan tersebut

MPCC adalah kelompok tim yang bergabung secara sukarela. Saat ini Team Sky tidak termasuk dalam tujuh tim WorldTour (tour dunia) yang telah bergabung dalam program ini.

Secara keseluruhan, 43 tim telah menandatangani untuk mengikuti standar MPCC, yang mencakup sebuah pasal yang mendesak tim untuk "bertanggung jawab” dan segera tidak melombakan pebalap yang menerima hasil pengujian positif pertamanya. Setiap anggota akan memberi tahu Presiden MPCC segera setelah mereka mengakui hasil tes positif sampel A.

"Aturan-aturan yang membuat anggota tim dibuat dengan tujuan yang jelas: transparansi," kata MPCC dalam pernyataannya hari Senin lalu.

Dijelaskan pula, langkah ini adalah untuk kepentingan semua, dan untuk keuntungan olahraga balap sepeda juga. Ini adalah alasan mengapa MPCC dan Dewan Direksinya, tanpa membuat asumsi mengenai keputusan akhir, meminta Team Sky untuk menunda pebalapnya berlomba secara sukarela, sampai akhir prosedur. Tindakan ini akan memungkinkan pebalap dan timnya untuk fokus pada pembelaan mereka dengan tenang, tapi juga untuk menghindari ketegangan diantara banyak manajer dan pebalap.

Aturan MPCC mewajibkan setiap pebalap yang membutuhkan perawatan kortikoid, meski diberi wewenang oleh TUE, untuk tidak berlomba selama delapan hari. Kelompok ini juga membidik mantan pelatih Team Sky dan British Cycling Shane Sutton bahwa penggunaan obat melalui TUE adalah cara untuk mendapatkan keuntungan atletnya.

"MPCC juga meminta agar UCI membuka penyelidikan menyusul pernyataan Shane Sutton. Mantan pelatih Team Sky dan tim nasional Inggris itu mengakui bahwa beberapa obat yang memerlukan Pengambilan Penggunaan Terapeutik (TUE) mungkin telah digunakan untuk meningkatkan kinerja," kata MPCC dalam pernyataannya.

“Filosofi MPCC, bersama UCI, bisa membuat perbedaan nyata dalam perang melawan doping," pungkas pernyataan tersebut.


Baca juga:
UPAYA PEMBINAAN SOSIALISASI DAN PEMASSALAN OLAHRAGA SEPEDA

Baca juga:
IMI GULIRKAN REGULASI BARU UNTUK SPRINT RALLY DAN RALLY 2018


Chris Froome (Getty Images)

froome-saya-pikir-pertarunganku-2301115f2f0ea93.jpg

 

Text : Adi Supriyatna | Editor: Andi Wahyudi | Media Source : cyclingnews | 20 December 2017

  • facebook share
  • twitter share
  • instagram connect
  • youtube connect

RELATED NEWS

Valverde Tercepat di Etape 3

Valverde Tercepat di Etape 3

ROAD BIKE
Gaviria Berjaya Dikandang

Gaviria Berjaya Dikandang

ROAD BIKE
Tim WorldTour Terinspirasi F1

Tim WorldTour Terinspirasi F1

ROAD BIKE
Juara Dunia di UAE Tour

Juara Dunia di UAE Tour

ROAD BIKE

QUICK NAVIGATION

Tagline

SPORTKU adalah media berita online yang menyajikan informasi seputar dunia olahraga dengan mengedepankan Action, Competition, Adrenaline dan Lifestyle. 
ACT YOURS!

GROUP OF

Mahaka Media

MAHAKA MEDIA, dengan tagline "Beyond Media Creation", merupakan perusahaan induk dari unit usaha media dan hiburan (entertainment) yang memiliki kekuatan di bidang Broadcasting, Printing&Publishing, Online dan Marketing Company