image

Paulinho, Menjawab Keraguan dengan Prestasi

Text : Handy Fernandy | Photo / Video : Espn Fc | Editor: Andi Wahyudi | 22 December 2017

SPORTKU.COM

Paulinho membuktikan bahwa kehadirannya di Barcelona menjadi penting dan berharga meski awalnya diragukan.

Paulinho barangkali menjadi pemain paling menyedot banyak perhatian di bursa transfer musim panas lalu. Pasalnya, pemain asal Brasil itu direkrut oleh Barcelona dari klub sebelumnya, Guangzhou Evergrande yang bermain di Liga Super Tiongkok (CSL).

Banyak yang menganggap bahwa pembelian Paulinho sebagai panic buying atau pembelian panik yang dilakukan oleh Barcelona lantaran sedikitnya opsi pemain yang didatangkan oleh Blaugrana di awal musim lalu.

Sebelum mendatangkan Paulinho, Barcelona kehilangan mega bintang mereka, Neymar yang dibeli oleh Paris Saint-Germain (PSG) dengan biaya transfer sebesar 222 juta euro atau sekitar Rp3,5 triliun dan memecahkan rekor transfer dunia.

Tentu banyak penggemar Barcelona yang kecewa. Sebagai kehilangan Neymar dapat dikatakan kehilangan besar lantaran selama berseragam biru-merah sejak tahun 2013 lalu, pemain asal Brasil itu merupakan pemain andalan karena perannya di tim sebagai pencetak gol begitu berharga.

Dengan limpahan uang transfer hasil jual Neymar yang besar itu, tentu Barcelona dituntut bisa mendatangkan pemain yang sepadan dengannya. Nama-nama pemain bintang seperti Theo Hernandez, Davinson Sanchez, Marco Verratti, Hector Bellerin, dan Philippe Coutinho masuk dalam daftar pemain yang diincar.

Sayang, dari deretan nama di atas, tak satu pun yang berhasil didatangkan oleh Barcelona. Mereka justru mendatangkan Paulinho menjelang penutupan bursa transfer. Bahkan pemain asal Brasil itu dibeli dengan harga yang cukup tinggi, yakni sebesar 40 juta euro atau sekitar Rp631 miliar dari Guangzhou Evergrande.

Pembelian Paulinho sendiri tentu banyak mendapatkan ketidaksetujuan dari banyak pihak, terutama bagi penggemar Barcelona. Banyak alasan, pertama bahwa pemain ini dianggap sudah habis lantaran hanya bermain di Liga Tiongkok.

Meski penampilan Paulinho bagus selama di CSL sejak tahun 2015 lalu, namun level liga Tiongkot dianggap tidak sebanding dengan ketatnya La Liga.

Baca juga
Profil Workshop BRM Garage

Selain itu, alasan kedua adalah bahwa harganya terlalu mahal. Apalagi usianya sudah tidak muda, yakni menginjak 29 tahun. Padahal jelas-jelas saat dini di Barcelona sudah banyak pemain yang usianya lanjut seperti Andres Iniesta, Gerard Pique, dan Lionel Messi yang saat ini semuanya sudah berkepala tiga.

Alasan ketiga adalah bahwa Paulinho memiliki pengalaman buruk di Eropa. Sebelumnya, ia sempat bermain di Tottenham Hotspurs. Dan semua tahu bahwa ia menghabiskan dua musim yang buruk di klub tersebut hingga akhirnya dijual ke Tiongkok.

Namun, usai didatangkan oleh Barcelona, Paulinho pun menjawab keraguan dengan prestasi. Ia sukses beradaptasi dengan cepat dengan gaya permainan Barcelona. Berposisi sebagai gelandang bertahan, pemain bernomor punggung 15 itu menjadi andalan utama Blaugrana di musim ini.

Paulinho dianggap ikut andil dalam menanjaknya performa Barcelona yang sejauh ini belum terkalahkan di ajang La Liga. Total, pemain yang pernah memperkuat kesebelasan Corinthias itu sudah mencetak 6 gol dari 15 pertandingan sejauh ini.

Menurut penyedia statistik sepak bola, Opta, 6 gol yang diciptakan oleh Paulinho membuat dirinya sebagai gelandang bertahan paling tajam di tanah Spanyol.


Paulinho sendiri mengatakan bahwa peningkatan performa yang ia tunjukan membuktikan bahwa sepak bola seperti layaknya roller coaster. Ia mengaku bahwa di awal memang sulit, bahkan banyak kritikan yang diarahkan kepadanya. Namun, tak perlu butuh waktu lama untuk membungkam kritikus dengan penampilan gemilang.

"2014 adalah tahun yang sangat sulit dan 2015 juga sulit, dengan semua orang mengatakan 'bah, karir Paulinho sudah berakhir'. Semua orang mengatakan itu, tapi saya memenangkan enam piala dan dalam setahun saya kembali ke tim Brasil, Nah, ini sepak bola,” ujar Paulinho seperti dikutip Marca.

"Saya tidak harus membuktikan diri pada siapapun. Saya tidak bermain untuk para kritikus, saya bermain untuk rekan setim saya,” sambungnya.

Baca juga
Kegagalan Transfer Barcelona Musim Ini

Text : Handy Fernandy | Photo / Video : Espn Fc | Editor: Andi Wahyudi | 22 December 2017

  • facebook share
  • twitter share
  • instagram connect
  • youtube connect

RELATED NEWS

QUICK NAVIGATION

Tagline

SPORTKU adalah media berita online yang menyajikan informasi seputar dunia olahraga dengan mengedepankan Action, Competition, Adrenaline dan Lifestyle. 
ACT YOURS!

GROUP OF

Mahaka Media

MAHAKA MEDIA, dengan tagline "Beyond Media Creation", merupakan perusahaan induk dari unit usaha media dan hiburan (entertainment) yang memiliki kekuatan di bidang Broadcasting, Printing&Publishing, Online dan Marketing Company