image

Toto Wolff Angkat Bicara Perihal Perseteruan antara Ferrari dan Liberty Media

Text : Harsya Fikmazi | Photo / Video : Independent.co.uk | Editor: Dedi Hermawan | 26 December 2017

SPORTKU.COM

Bos Tim Mercedes F1, Toto Wolff, tidak senang atas perlakuan Liberty Media ke Ferrari. Menurut Wolff, Ferrari jangan terus diprovokasi.

Kekecewaan Ferrari atas apa yang mereka raih di musim ini memang sangat dramatis, salah satu hal yang menjadi momok menakutkan adalah gagalnya meraih titel Juara Dunia Formula 1 2017. Bahkan Presiden Ferrari, Sergio Marchionne, sempat mengatakan ingin keluar dari ajang ini, hal tersebut karena Direktur Olahraga Formula 1, Ross Brawn, dianggap berperilaku seperti Nabi Musa.

Adapun sumber ketegangan yang terjadi antara Ross Brawn dan Marchionne adalah peraturan mesin untuk 2021 mendatang. Selain permasalahan tersebut, ia juga menyayangkan bahwa sikap Ross Brawn yang tidak seperti bosnya, Chase Carey. "Yang tidak saya pedulikan adalah saat Ross Brawn datang dan mengumumkan bahwa ladies grid harus hilang. Dan bagaimana mesin dan sasis yang seharusnya ia bahas," ungkap Marchionne. "Dia berperilaku seperti Nabi Musa saat bersabda sepuluh perintah Tuhan. Dan ketika saya memanggil Bos Musa, dia mengatakan bahwa itu cuma pendapat pribadinya," tambahnya.

Pada perseteruan yang terjadi antara Sergio Marchionne dan Ross Brawn, Toto Wolff setuju dengan apa yang disampaikan oleh Sergio Marchionne. Menurutnya, dalam hal powertrain, pilihan Ross Brawn, tidak beralasan. Pasalnya, untuk mengembangkan mesin baru, banyak hal baru lagi yang harus ia pelajari.

Baca juga:
Kebersamaan Pebalap Dalam ODCK 2017

"Dengan peraturan mesin baru memang ada kemungkinan untuk mengoptimalkan mesin yang ada. Tapi untuk mengembangkan mesin baru yang tidak memenuhi aspek teknologi tinggi terkait eletrikfikasi, efisiensi, dan kekuatan, bukan yang kita inginkan," ujar Wolff.

Melihat situasi Ferrari yang ingin menarik diri dari Formula 1, Wolff, secara jantan mengatakan bahwa tidak takut dengan kabar tersebut. "Saya tidak takut, tapi omongan Marchionne itu harus dianggap serius. Saya santai, karena Ferrari adalah Formula 1, dan Formula 1 adalah Ferrari. Tapi jika saya adalah promotor baru Formula 1, saya tidak akan terus memprovokasi Marchionne dengan saran atau tuntutan yang tidak dapat diterima atau perubahan yang tidak masuk akal," imbuh Wolff.

Sebagai orang yang bertanggung jawab membawa timnya juara, Wolff, juga berharap Formula 1 ini dapat terus dijaga dengan berada di satu struktur dasar seperti sedia kala. "Formula 1 harus tetap berada di struktur dasar seperti apa dan apa adanya. Kita harus memperbaiki dan menghadapi lingkungan media baru. Tapi kita butuh evolusi, bukan revolusi naif," pungkas Wolff.

Namun demikian, apa yang menjadi ancaman Ferrari juga bukan hanya gertakan sambal belaka. Ferrari merupakan salah satu tim digdaya yang menguasai Formula 1. Dengan perselisihan tersebut, Liberty Media, selaku pemegang Formula 1 yang saat ini menggantikan Bernie Ecclestone, diharapkan bisa lebih bijaksana dalam mengabil keputusan. Bukan karena memiliki hal finansial yang banyak, akan tetapi persaingan yang terjadi juga harus tetap dijaga agar Formula 1 kembali menunjukkan taringnya.

Baca juga:
GFNY Bali Disambut Penuh Antusias

 

Text : Harsya Fikmazi | Photo / Video : Independent.co.uk | Editor: Dedi Hermawan | 26 December 2017

  • facebook share
  • twitter share
  • instagram connect
  • youtube connect

RELATED NEWS

QUICK NAVIGATION

Tagline

SPORTKU adalah media berita online yang menyajikan informasi seputar dunia olahraga dengan mengedepankan Action, Competition, Adrenaline dan Lifestyle. 
ACT YOURS!

GROUP OF

Mahaka Media

MAHAKA MEDIA, dengan tagline "Beyond Media Creation", merupakan perusahaan induk dari unit usaha media dan hiburan (entertainment) yang memiliki kekuatan di bidang Broadcasting, Printing&Publishing, Online dan Marketing Company