2018: Kembalinya Sinar para Bintang Tenis Dunia?

Text : Maya Soeparwoto | 28 December 2017

2018: Kembalinya para Bintang Tenis?

SPORTKU.COM

2018 adalah tahun yang dinanti oleh pecinta tenis dunia. Menanti kiprah kembalinya para jawara yang sempat absen beberapa waktu lalu.

Tidak hanya satu, tapi dua atau tiga juara Grand Slam bakal meramaikan peta persaingan di 2018. Serena Williams, Andy Murray dan Novak Djokovic, adalah sederet nama yang akan kembali berjuang setelah rehat panjang.

Serena Williams, Ibu baru yang dinanti kembali kiprahnya

Tahun 2017 adalah tahun penting tak terlupakan oleh ratu tenis Serena Williams. Petenis AS yang memenangkan Australia Terbuka pada bulan Januari dalam kondisi hamil, melahirkan anak pertamanya sekitar empat bulan yang lalu. Seorang puteri manis bernama Alexis Olympia adalah hasil dari buah pernikahannya dan dengan pendiri Reddit Alexis Ohanian melengkapi kebahagiaan Serena di New Orleans bulan lalu.

Pelatih Williams, Patrick Mouratoglou mengatakan kepada CNN November lalu, bahwa sebuah keputusan belum dibuat mengenai apakah dia akan bersaing di turnamen Australia Terbuka bulan depan. Namun direktur turnamen Melbourne Craig Tiley telah dua kali mengatakan bahwa dia mengharapkan pemain berusia 36 tahun itu tampil di laga utama pembukaan musim ini.

Sepertinya pernyataan Tiley akan terwujud. Serena Williams akan kembali ke panggungnya di Abu Dhabi pada 30 Desember melawan pemenang Prancis Terbuka Jelena Ostapenko.

"Saya senang bisa kembali ke lapangan di Abu Dhabi untuk pertama kalinya sejak kelahiran anak perempuan saya pada bulan September," kata Williams.

Meski absen bertanding sejak Januari, belum ada yang sanggup menahan kemenangan Williams di Australia jika dia masuk dalam undian. Williams, bisa menjadi petenis terbesar sepanjang masa. Menyandang gelar Grand Slam sebanyak 24 akan menjadi upaya Williams menyaingi rekor petenis kontroversial Australia Margaret Court untuk memimpin Grand Slam sepanjang masa, di kelas putri ataupun putra.

Baca Juga:
Positif Ikuti Australia Terbuka, Serena Tekad Pecahkan Rekor?

Djokovic akan mendominasi sekali lagi?
Dengan kembalinya Roger Federer dan Rafael Nadal tahun ini, dengan mudah kita melupakan bahwa Novak Djokovic pernah menjadi petenis paling dominan.

Kendati Federer dan Nadal memiliki gelar Grand Slam lebih banyak dari pada Djokovic yang berjumlah 12, namun petenis Serbia ini pernah meraih sesuatu yang tidak dimiliki para pesaingnya, yaitu memenangkan empat Grand Slam terbesar sepanjang 2015-2016.

Dia adalah petenis pertama yang mengklaim empat gelar berturut-turut sejak Rod Laver pada tahun 1969. Ketika dia menang di Prancis Terbuka pada bulan Juni 2016, banyak prediksi yang menyatakan bahwa Djokovic akan melampaui rekor Federer. Namun nyatanya saat ini tak mungkin. Kini upaya Djokovic mengembalikan kejayaannya ditempuh dengan direkrutnya petenis legenda Andre Agassi pada 21 Mei 2017.

2017 bisa dibilang adalah tahun kemerostan Djokovic. Ia sempat mengungkapan bahwa masalah pribadi yang menerpa dirinya adalah pemicu kemerosotannya. Hal ini menuai reaksi mantan pelatihnya Boris Becker dengan mengatakan bahwa Djokovic tidak berlatih cukup keras dan dirundung cedera luka siku dan lengan.

Masalah cedera siku memangkas sepak terjangnya di bulan Juli saat AS Terbuka. Djokovic mengundurkan diri yang diikuti oleh Serena Williams yang tengah hamil. Masalah cedera siku yang cukup serius ini membuahkan keputusaannya untuk mengakhiri sisa musim 2017.

"Perjalanan 2017 bak roller coaster bagi saya selama satu tahun. Saya tidak pernah menjalani operasi dalam hidup saya, saya tidak pernah mengalami luka berat yang membuat saya jauh dari laga penting selama sekian lama. "kata Djokovic di Abu Dhabi.

"Saya tidak pernah ketinggalan Grand Slam dalam karir saya. Ini adalah keputusan besar dan juga sebuah peringatan besar. Saya tidak bisa bermain lagi, tidak ada pilihan. Seakan-akan khalayak mengatakan, Anda tidak sanggup mengangkat tangan"

Kedepan Djokovic akan memiliki tim baru di musim ini. Petenis flamboyan Ceko, Radek Stepanek yang pensiun dari permainan musim ini akan melatih Djokovic selain Agassi. Djokovic juga menambahkan seorang analis pertandingan Craig O'Shannessy.

Baca Juga:
Akhiri Laga di 2017, Djokovic Optimis di 2018

Kawan lama Djokovic muncul kembali

Andy Murray, yang lahir seminggu lebih awal dari Djokovic pada Mei 1987, menjungkal kawan lamanya dengan menjadi petenis nomor satu dunia. Ia menggantikan posisi Djokovic pada akhir tahun lalu.

Seakan mengekor kawan lamanya, Murray bernasib tak jauh beda dengan Djokovic. Jadwal yang melelahkan menuai cedera pinggul yang telah lama dideritanya semakin parah.

Seperti Djokovic, dia menutup musim pertandingan setelah mematahkan harapan masyarakat Britania Raya pada ajang bergengsi Wimbledon yang bertakhta di negaranya. Lagi-lagi cedera pinggul membuat Sam Querrey menjegalnya dalam lima set yang melelahkan. Selanjutnya Murray terpaksa melewatkan Kanada Terbuka dan Cincinnati Masters yang berujung hilangnya gelar nomor satu.

Sementara Djokovic akan kembali ke ajang ATP pada minggu pertama Januari di Doha, Murray dijadwalkan untuk bergabung dengan Nadal di Brisbane International pada minggu yang sama.

Penampilan mereka di Australia Terbuka menggambarkan masa-masa sulit. Enam kali Djokovic harus tunduk dari petenis wildcard Denis Istomin pada putaran kedua. Sementara Mischa Zverev mengejutkan runner-up lima kali Murray di babak keempat. Kekalahan ini menyiratkan kenyataan dua shabat tersebut tak memiliki harapan cerah di tahun 2017.

Lain cerita di awal 2018 ini, petenis Spanyol Nadal menarik diri turnamen Abu Dhabi akibat masalah lutut. Gangguan lutut ini dialami Nadal pada akhir musim 2017. Dia bersama dengan penggemarnya berharap ini adalah masalah yang relatif kecil bagi pemain yang telah menangani cedera lutut sepanjang karirnya yang luar biasa.

Musim sibuk pertama untuk kembalinya Sharapova

Sharapova muncul kembali pada bulan April setelah menjalani skorsing 15 bulan akibat pengujian positif meldonium. Dia memperoleh Wild Card untuk bertanding dalam tiga turnamen WTA: Women's Stuttgart Open, Madrid Open dan Italian Open.

Pemenang Grand Slam lima kali itu gagal menerima wildcard kualifikasi untuk Prancis Terbuka, dimana dirinya menang dua kali. Iapun mengundurkan diri dari kualifikasi Wimbledon akibat cedera paha. Akhirnya Sharapova hanya melewati delapan gelaran pertandingan.

Bagaimanapun Sharapova berhasil membuat kejutan dengan mengalahkan petenis nomor satu dunia Simona Halep di putaran pertama AS Terbuka, dimana petenis Rusia itu mendapatkan wildcard sebelum akhirnya dia memenangkan di Tianjin, Cina.

Sharapova kemudian memenangkan turnamen tersebut, menandai gelar WTA pertamanya sejak 2015, tanpa menjatuhkan satu set pun, mengalahkan petenis berusia 19 tahun Aryna Sabalenka.

Kembalinya sejumlah petenis di laga 2018, membuat harapan para fans bergairah. Menanti kehebatan mereka tercetak kembali. Semoga.

Baca Juga:
Sharapova Sabet Gelar WTA Pertama Pasca Skorsing

Text : Maya Soeparwoto | 28 December 2017

  • facebook share

RELATED NEWS

Korea Bersatu Di APG 2018

Korea Bersatu Di APG 2018

HOT ISSUE
Lagu Resmi Asian Para Games

Lagu Resmi Asian Para Games

HOT ISSUE
Prediksi Galang ke Superspot 600

Prediksi Galang ke Superspot 600

HOT ISSUE
Api Obor Melintasi Garis Khatulistiwa

Api Obor Melintasi Garis Khatulistiwa

HOT ISSUE

QUICK NAVIGATION

Image

SPORTKU adalah media berita online yang menyajikan informasi seputar dunia olahraga dengan mengedepankan Action, Competition, Adrenaline dan Lifestyle. 
ACT YOURS!

GROUP OF

Image

MAHAKA MEDIA, dengan tagline "Beyond Media Creation", merupakan perusahaan induk dari unit usaha media dan hiburan (entertainment) yang memiliki kekuatan di bidang Broadcasting, Printing&Publishing, Online dan Marketing Company