image

5 Peristiwa Penting Kejurnas IRS 2017

Text : Suhartono | Photo / Video : Sonny Hastara | 28 December 2017

SPORTKU.COM

Tak terasa musim balap 2017 akan segera berakhir dan masuki lembaran baru di tahun 2018.

Banyak kisah menarik selama musim balap 2017. Tak terkecuali di ajang balap motor sport paling bergengsi di Indonesia Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Indospeed Race Series (IRS). Sepanjang tahun 2017 ini, Kejurnas IRS digulirkan sebanyak 6 seri oleh Indospeed Motorsport Club (IMC) selaku penyelenggara event.

Selalu saja ada peristiwa menarik yang terjadi pada setiap seri Kejurnas IRS 2017. Dan berikut rangkuman kaleidoskop Kejurnas IRS 2017 versi SPORTKU.com.

1. Honda absen, bikin heboh di Seri 1
Absennya PT Astra Honda Motor (AHM) dengan skuad Astra Honda Racing Team (AHRT) di seri pembuka Kejurnas IRS 2017 menimbulkan banyak spekulasi. Padahal jika dilihat, AHM memiliki peluru baru All New Honda CBR250RR. Hal ini pun langsung ditanggapi oleh Anggono Iriawan selaku Senior Manager Safety Riding & Motorsports Department AHM.

Hal utama yang menjadikan kubu Honda absen di Seri 1 Kejurnas IRS 2017 Kelas Sport 250cc adalah mengenai regulasi. Jadwal yang berubah juga membuat Honda mengaku jika pihaknya memang belum siap untuk menurunkan para pebalapnya dengan tunggangan CBR250RR.

Selain itu juga mengenai regulasi. Soal regulasi, Anggono mengatakan jika timnya masih butuh waktu untuk beradaptasi dengan peraturan yang sudah ada. Apalagi regulasi yang ada saat ini sudah dijalankan selama dua musim. Bukan hanya mengenai regulasi, untuk turun di Kejurnas Sport 250cc ketiha itu AHM mengatakan memang butuh persiapan matang. Dan Honda belum siap dengan hal ini.

Namun meski harus absen satu seri, AHRT pun tetap sukses merebut gelar sebagai Juara Umum Kejurnas IRS 2017 di Kelas Sport 250cc dengan pebalapnya Rheza Danica Ahrens.

2. Kelas Kejurnas Supersport 600cc hilang dari panggung balap IRS
Kejurnas Indospeed Race Series (IRS) 2017 tak lagi diikuti oleh para pebalap Supersport 600. Minimnya jumlah peserta jadi alasannya. Para pebalap yang musim lalu turun di Kelas Supersport 600 memang tak terlihat batang hidungnya. Hal ini karena kelas tersebut sudah tak lagi masuk ke kelas Kejurnas. Untuk kelas 600cc memang masih ada namun dengan nama Superstock 600.

Bukan tanpa sebab mengapa kelas ini dibekukan. Karena pada tahun-tahun sebelumnya Kelas Superspot 600 selalu sepi peserta. Hanya ada lima pebalap yang rutin ikut andil di kelas paling bergengsi ini.

Baca Juga
David Garcia Bagaikan Malaikat Penolong Bagi Ali Adrian (Video)

3. Heboh BBM basi
Isu panas tentang bahan bakar minyak (BBM) basi mencuat di Seri 3 Kejurnas IRS 2017. Panasnya persaingan antar pebalap di Sirkuit Sentul Bogor, Jawa Barat itu tak kalah panas dari isu yang beredar. Di kalangan para pebalap dan tim, mereka saling berbisik jika panitia memberikan BBM (Pertamax Turbo) basi.

Beberapa tim dan pebalap unggulan di Kejurnas IRS 2017 memberikan kisah seputar balapan akhir pekan kemarin. Beberapa dari mereka, mengatakan jika balapan di Seri 3 Kejurnas IRS 2017 memang berjalan cukup aneh.

Aneh? Iya, mereka mengalami banyak hal tak terduga. Di mana peristiwa tersebut tak pernah dialami pada balapan-balapan sebelumnya. Intinya di Seri 3 Kejurnas IRS 2017, banyak pebalap yang mengalami mesin jebol. Ada Fabrianus Balank yang harus merelakan dua blok mesinnya jebol. Hal sama juga dialami oleh Wahyu Aji Trilaksana. Pebalap dengan tunggangan Yamaha ini bahkan mengaku jika 4 mesinnya rusak.

Bukan dari segi pebalap saja yang mengakui adanya isu BBM basi di Seri 3 Kejurnas IRS 2017. Namun prediksi itu juga datang dari salah satu tim unggulan. Pemilik tim dengan motor balap Honda ini membenarkan adanya isu BBM basi.

4. Red Flag kontroversial
Mungkin kejadian ini yang paling banyak menyita perhatian. Memang penyelenggaraan Kejurnas IRS 2017 selalu saja mendatangkan drama tersendiri. Seperti yang terjadi di Seri 4. Bendera merah dikibarkan marshall di akhir lap atau lap ke-12 di Kelas Kejurnas Sport 250cc. Hal ini menuai banyak kecaman. Banyak komentar yang menilai seharusnya bendera merah tersebut tidak keluar.

Red flag dikibarkan oleh petugas sirkuit atau marshall menyusul kecelakaan yang dialami oleh Richard Taroreh di lap ke-12. Pebalap dari Yamaha Jasti Putra Usaha Jaya NHK FDR 549 Kaboci Racing Team tersebut kecelakaan di tikungan S kecil. Richard Taroreh mengalami highside hingga tubuhnya terpental.

Lucunya, red flag baru dikibarkan setelah bendera finish diangkat. Ketika bendera kotak-kotak hitam-putih itu dikibaskan Sudarmono, pebalap Astra Motor Racing Team (ART) Jakarta yang disupport oleh ban FDR, menjadi yang pertama melintas garis finish. Diikuti oleh pebalap Manual Tech Kawasaki AM Fadli dan Rey Ratukore dari WR Super Battery Yamaha KYT TJM Racetech Racing Team.

Akan tetapi red flag membuat hasil Race 2 Kelas Kejurnas Sport 250cc berubah total. Pasalnya, lap 11 menjadi patokan race director untuk menentukan juara. Artinya, Rey menjadi jawara di Race 2 Kelas Sport 250cc dengan kemasan waktu 19menit 14.224detik. Tempat kedua ditempati A.M Fadli dengan gap 0.038detik. Sedangkan Richard Taroreh yang terjatuh dan tidak menyentuh garis finish menduduki tempat ketiga.

Pengibaran red flag ini kemudian menjadi sorotan. Yang jadi perhatian adalah soal pengibaran bendera merah dilakukan setelah bendera finish, juga perlu atau tidaknya bendera merah itu dikibarkan.

Tidak sedikit yang menganggap pengibaran red flag setelah chequered flag tersebut sebagai lelucon. Memang aneh, bagaimana mungkin bendera merah dikeluarkan setelah balapan dianggap selesai? Apalagi, dari video yang beredar, ketika bendera finish itu diangkat sudah empat pebalap yang melewati garis finish.

Baca Juga
Sirkuit Bung Tomo Dinilai Berbahaya

5. Sudarmono Samai Kisah Andrea Dovizioso
Grand final Kejurnas IRS 2017 meninggalkan kisah menarik dari seorang pebalap asal Yogyakarta. Muncul kisah unik dari Sudarmno. Pebalap Astra Motor Racing Team (ART) Jakarta ini mempunyai cerita yang hampir mirip dengan perjalanan Andrea Dovizioso di MotoGP.

Kilas balik dari penampilan Dovizioso di MotoGP 2017. Tak ada yang mengira sebelumnya jika pebalap Italia dari tim Ducati tersebut bisa masuk ke pertarungan sengit dengan Marc Marquez dalam memperebutkan gelar juara dunia. Dovizioso sejak awal musim memang tak masuk wacana sebagai salah satu pesaing terkuat.

Hingga tiba saatnya di penghujung seri MotoGP 2017. Dovizioso dan Marquez sama-sama berpeluang menjadi juara dunia. Namun sayang, penampilan Dovizioso di seri penutup MotoGP 2017 justru gagal finish. Hal itu membuatnya harus puas bertengger di peringkat dua klasemen akhir.

Cerita Dovizioso terlihat mirip dengan milik Sudarmono. Pebalap berjuluk Momon ini juga tak menyangka bisa masuk dalam perebutan gelar juara nasional di Kejurnas IRS 2017. Tampil selama 5 seri (Seri 1 Kejurnas IRS 2017 absen), tak ada prediksi terhadap Sudarmono untuk bisa bertarung memperebutkan mahkota tertinggi.

Sama-sama tak diprediksi masuk kandidat juara umum, kini persamaan mereka terjadi lagi pada penampilannya di laga terakhir. Dalam usahanya untuk memperebutkan juara umum di Kejurnas IRS 2017, nasib tragis justru dialami oleh Sudarmono yang harus gagal finish. Sama dengan Dovizioso yang juga gagal finish.

Hanya saja, di akhir klasemen Sudarmono memang tak berada di posisi runner up dan hanya menduduki peringkat 3 dengan 145 poin. Hasil akhir Kejurnas IRS 2017 ini juga di luar prediksi Sudarmono. Karena pada awal seri dirinya bersama ART Team hanya menargetkan posisi 5 di klasemen akhir. Tentu hasil yang memuaskan, apalagi Sudarmono juga tercatat absen di Seri 1.

Baca Juga
Pebalap MotoGP Berstatus Bapak

Text : Suhartono | Photo / Video : Sonny Hastara | 28 December 2017

  • facebook share
  • twitter share
  • instagram connect
  • youtube connect

RELATED NEWS

QUICK NAVIGATION

Tagline

SPORTKU adalah media berita online yang menyajikan informasi seputar dunia olahraga dengan mengedepankan Action, Competition, Adrenaline dan Lifestyle. 
ACT YOURS!

GROUP OF

Mahaka Media

MAHAKA MEDIA, dengan tagline "Beyond Media Creation", merupakan perusahaan induk dari unit usaha media dan hiburan (entertainment) yang memiliki kekuatan di bidang Broadcasting, Printing&Publishing, Online dan Marketing Company