image Napoli vs Cagliari (napoli official) Napoli vs Cagliari (napoli official) Napoli vs Cagliari (napoli official)

Mampukah Napoli Hentikan Dominasi Juventus Musim Ini?

Text : Handy Fernandy | Photo / Video : Napoli Official | Editor: Andi Wahyudi | 3 January 2018

uploads/news/2018/01/mampukah-napoli-hentikan-dominasi-917216821df0a72.jpg

Mampukah Napoli Hentikan Dominasi Juventus?

napoli-vs-cagliari-napoli-775045da83292a1
napoli-vs-cagliari-napoli-34216bb74283b5a
napoli-vs-cagliari-napoli-60816cd170b0650
SPORTKU.COM

Napoli keluar sebagai juara paruh musim Serie A 2017/2018. Namun, apakah cukup sebagai modal hentikan dominasi Juventus di Serie A?

Napoli menutup tahun 2017 dengan hasil gemilang. Partenopei –julukan Napoli—sukses mendapatkan predikat Campioni d'Inverno alias juara paruh musim usai meraih kemenangan dari Crotone dengan skor 1-0 di Stadio Ezio Scida, Sabtu (30/12) dini hari WIB.

Berkat tambahan tiga poin tersebut, Napoli sukses keluar sebagai capolista alias pemuncak klasemen di Serie A sementara dengan raihan 48 poin. Unggul satu poin dari pesaingnya, Juventus yang berada satu strip di bawahnya.

Apa yang ditunjukan oleh Napoli di kompetisi Serie A musim ini dapat dikatakan sebagai sebuah hal yang cukup mengembirakan. Pasalnya, dalam enam musim terakhir, kompetisi tertinggi sepak bola Italia itu didominasi oleh Juventus.

Napoli sendiri sempat membuat kejutan di musim 2015/2016 lalu dengan keluar sebagai juara paruh musim. Sayang mereka tak mampu menjaga posisi puncak sehingga harus merelakan gelar Serie A ke tangan Juventus.

Penyerang andalan Napoli, Lorenzo Insigne mengaku bahwa dirinya tak begitu tertarik dengan pencapaian klubnya yang menjadi juara di musim dingin. Ia sendiri lebih senang bila menjadi juara di musim semi.

Pemain berusia 26 tahun itu pun mengaku bahwa ke depannya, tantangan bagi Napoli akan semakin berat dan pertandingan akan semakin ketat hingga akhir musim.

“Juara pada musim dingin? Saya lebih tertarik menjadi juara di musim semi. Kami di puncak klasemen pada paruh musim dua tahun lalu, tetapi Juventus menjadi juara di akhir musim,” ungkap Insigne seperti dikutip dari Football Italia.

Musim ini berjalan lebih ketat, Inter Milan dan AS Roma berada satu level dengan kami, tetapi kita lihat saja nanti," sambungnya.

Bila dibandingkan dengan dua musim lalu, Napoli sebenarnya memiliki modal yang lebih baik saat ini. Menilik dari kiprah Gli Azzurri sejauh ini di Serie A begitu superior lantaran baru sekali menelan kekalahan. Itu pun didapat kalah tipis 0-1 dari Juventus di giornata ke-15.

Sementara, bila di musim 2015/2016 lalu Napoli hanya mengandalkan Gonzalo Higuain seorang, maka di musim ini, klub yang bermarkas di San Paolo itu tak hanya terpaku satu sosok saja, bahkan mereka memiliki trio paling maut di Eropa.

Baca Juga
Ketika Llorente Bobol Gawang Mantan Klubnya

Adapun trio yang dimaksud adalah Dries Martens, Lorenzo Insigne, dan Jose Callejon. Ketiga pemain tersebut sukses menyumbang 20 gol dari total 42 gol yang dicetak Napoli di Serie A di musim ini.

Tak hanya itu, bila ketiga pemain tersebut memiliki kebuntuan dalam mencetak gol, maka lini kedua Napoli pun tak kalah tajam. Pemain seperti Marek Hamsik dan Piotr Zielinski pun memiliki naluri dalam mencetak gol yang cukup tinggi, keduanya mampu mencetak masing-masing empat gol di Serie A sejauh ini.

Selain itu, keunggulan Napoli ketimbang Juventus sebagai penantang serius gelar Serie A adalah bahwa mereka sudah menyatakan diri bahwa klub kebanggaan warga Naples itu lebih memilih scudetto ketimbang kompetisi Eropa.

Manajer Napoli, Maurizio Sarri mengaku bahwa anak asuhnya lebih termotivasi bermain di Serie A ketimbang di Eropa.

“Liga Champions melelahkan, tapi juga merupakan hal yang luar biasa untuk ikut serta dan kami harus memberikan yang terbaik. Kami akan membayar berapa pun harganya, Saya pikir itu adalah hal bawah sadar,” ujar Sarri seperti dikutip dari Mediaset Premium.

Napoli sendiri sudah tergusur dari Liga Champions, meski masih mendapatkan jatah bermain di kompetisi Liga Europa, namun motivasi klub sudah terpaku di Serie A saja. Sementara Juventus sendiri dituntut untuk membuktikan diri di Eropa setelah hanya menjadi jago kandang dengan hanya meraih kesuksesan di rumah sendiri.

“Jika dalam pikiran kita merasa lebih kompetitif di Serie A daripada di Liga Champions, itu mungkin hal yang sulit untuk dilepas. Lagi pula, kita tidak memiliki banyak kesempatan untuk pergi jauh-jauh ke Eropa, tapi kami ingin tampil dalam turnamen besar,” tutur Sarri.

Pada akhirnya, sukses tidaknya Napoli meraih gelar di musim ini sedikit banyak adalah soal motivasi kuat untuk meraih kesuksesan. Bagaimana pun, klub berjuluk I Ciucciarelli sudah lama tak juara Serie A. Terakhir mereka melakukannya saat musim 1989/1990 di mana klub tersebut masih diperkuat oleh Legenda mereka, Diego Maradona.

Masa lalu memang menyenangkan, namun apa artinya nihil prestasi di masa depan. Napoli harus bisa membuktikan bahwa mereka mampu menjadi juara sekaligus menghentikan hegemoni Juventus yang sudah dalam tahap menjemukan.

Baca juga
Upaya PBSI Mendulang Prestasi

Text : Handy Fernandy | Photo / Video : Napoli Official | Editor: Andi Wahyudi | 3 January 2018

  • facebook share
  • twitter share
  • instagram connect
  • youtube connect

RELATED NEWS

QUICK NAVIGATION

Tagline

SPORTKU adalah media berita online yang menyajikan informasi seputar dunia olahraga dengan mengedepankan Action, Competition, Adrenaline dan Lifestyle. 
ACT YOURS!

GROUP OF

Mahaka Media

MAHAKA MEDIA, dengan tagline "Beyond Media Creation", merupakan perusahaan induk dari unit usaha media dan hiburan (entertainment) yang memiliki kekuatan di bidang Broadcasting, Printing&Publishing, Online dan Marketing Company