Regulasi Penggunaan Carbon Roof ETCC Tinggal Ketuk Palu

Text : Harsya Fikmazi | Photo / Video : Harsya Fikmazi | Editor: Andi Wahyudi | 16 January 2018

Regulasi Penggunaan Carbon Roof ETCC

SPORTKU.COM

Sempat menjadi perbincangan di kalangan balap ETCC Indonesia, kini penggunaan atap karbon tinggal menunggu ketuk palu.

Penggunaan atap karbon atau carbon roof di ajang balap ETCC Indonesia sempat menjadi perbincangan menarik di internal kejuaraan tersebut. Alhasil, isu ini pun menjadi semakin seksi karena memang pada dasarnya penggunaan atap karbon merupakan salah satu cara bagi pebalap untuk mengurangi bobot kendaraannya. Menanggapi kelanjutan kabar tersebut, bertindak sebagai salah satu founder ETCC Indonesia, Andre Dumais, dalam sambungan teleponnya mengatakan bahwa hal tersebut masih terus dirumuskan.

Memang sampai saat ini masih belum diperbolehkan, karena masih dalam tahap perembukan dengan Dewan Komisi Teknik (DKT) ETCC Indonesia. Artinya sampai saat ini masih mengacu pada regulasi yang sebelumnya karena belum ada ketuk palu disahkan atau tidaknya," buka Andre Dumais dalam sambungan teleponnya (15/1). Memang jika dilihat dari kacamata teknis, pria yang akrab disapa Dume ini mengaku penggunaan atap karbon menjadi salah satu cara pebalap untuk tampil maksimal.

Baca juga:
MOBIL SUBARU ARI VATANEN & RICHARD BURNS DILELANG

"Keunggulannya, ya memangkas bobot dari mobil. Dengan begitu mobil kan akan semakin ringan. Selain itu, penggunaan carbon roof ini untuk mendapatkan center of gravity yang lebih baik, jadi beban itu adanya di bagian bawa semua. Untuk mobil high performance, carbon memang sangat membantu dalam hal akselerasi," tambahnya. Menambahkan kelanjutan dari pengaturan regulasi tersebut, ia mengaku bahwa pekan depan, Dewan Komisi Teknik ETCC akan duduk bareng dengan Komisi Balap IMI untuk merumuskan baiknya seperti apa.

"Minggu depan baru akan duduk bareng dengan Komisi Balap IMI, dan nanti baru akan dirembukan akan seperti apa. Kalau memang boleb atau tidak boleh, maka rumusan tersebut yang berlaku dan langsung masuk dalam buku merah IMI," jelas Andre.

Andai penggunaan atap karbon ini disahkan untuk menjadi regulasi, maka Dewan Komisi Teknik ETCC Indonesia pun akan kembali mengatur siapa yang berhak melakukan pengadaan komponen tersebut. Hal ini ditujukan untuk memberikan tingkat keamanan dan keselamatan dalam balap, selain itu atap karbon yang digunakan harus tersertifikasi oleh induk olahraga balap mobil dunia, FIA.

Baca juga:
JENIS-JENIS SUSPENSI PADA BALAP MOBIL

"Saat ini ada tiga vendor, JS Garage, Silas, dan Loki (tuner). Nantinya andai diperbolehkan, maka seluruh peserta ETCC yang ingin menggunakan carbon roof harus mengambilnya dari tiga vendor tersebut. Jadi vendor ini harus memiliki sertifikat FIA untuk kelengkapan standarisasi, karena ini kan menyangkut tingkat safety. Jadi kita bukan sembarang pakai carbon roof, karena harus ada sertifikasi FIA. Untuk menuju itu kan ada biaya yang harus dikeluarkan," pungkas Andre di penghujung telepon.

Apabila regulasi tersebut sudah diketuk palu dan diperbolehkan dalam ajang balap ETCC Indonesia, maka seluruh pebalap yang bermain di Kejuaraan ETCC Indonesia yakni ETCC 2000 dan ETCC 3000 berhak untuk menggunakannya tanpa memandang kelas yang diikuti seperti Novice, Promotion, Master dan Pro.

Text : Harsya Fikmazi | Photo / Video : Harsya Fikmazi | Editor: Andi Wahyudi | 16 January 2018

  • facebook share

RELATED NEWS

Sean Gelael Beraksi di Amerika

Sean Gelael Beraksi di Amerika

FORMULA 1
Kesuksesan Pengembangan Produk GT Radial

Kesuksesan Pengembangan Produk GT Radial

ITCC
Wehrlein Gagal Masuk Toro Rosso

Wehrlein Gagal Masuk Toro Rosso

FORMULA E
Regulasi Baru NASCAR 2019

Regulasi Baru NASCAR 2019

NASCAR

QUICK NAVIGATION

Image

SPORTKU adalah media berita online yang menyajikan informasi seputar dunia olahraga dengan mengedepankan Action, Competition, Adrenaline dan Lifestyle. 
ACT YOURS!

GROUP OF

Image

MAHAKA MEDIA, dengan tagline "Beyond Media Creation", merupakan perusahaan induk dari unit usaha media dan hiburan (entertainment) yang memiliki kekuatan di bidang Broadcasting, Printing&Publishing, Online dan Marketing Company