image

Perebutan Juara ETCC 3000 Semakin Memanas

Text : Harsya Fikmazi | Photo / Video : Harsya Fikmazi, Sonny Hastara | Editor: Andi Wahyudi | 24 January 2018

SPORTKU.COM

Perebutan juara di Kejuaraan ETCC3000 kelas Pro kini semakin memanas dengan hadirnya Setyawan Santoso bersama BMW E46. Ancaman baru untuk Fadil?

Sebelum Setyawan Santoso turun di Kejuaraan ETCC 3000 kelas Pro, nama pebalap muda Ahmad Fadillah Alam dari Jakarta Ban Motorsport selalu menjadi aktor utama di podium tertinggi. BMW E36 dengan paduan warna putih dan oranye ini merupakan satu-satunya mobil yang bisa dibilang buas di atas lintasan saat Kejuaraan ETCC 3000 Pro.

Pantas saja, karena memang berdasarkan spesifikasi, mobil yang dikendarai oleh Fadil ini memiliki spesifikasi super. Namun kedigdayaan Fadil sedikit terusik ketika Setyawan Santoso datang dengan monster barunya, BMW E46.

Terhitung mulai seri lima ISSOM 2017, Setyawan, menjadi aktor baru yang dinanti-nantikan oleh penonton untuk melawan kedigdayaan Fadil di atas lintasan sentul. Saat pertama kali turun di ETCC 3000, Setyawan tidak langsung masuk ke kelas Pro, penyelenggara memasukkannya ke dalam kelas Master. Cerita punya cerita, ada beberapa pebalap yang protes, karena memang berdasarkan waktu yang ditorehkan dan kapasitas drivernya, Setyawan harusnya berada di kelas Pro.

Baca juga:
PROFESIONALISME DAN TANTANGAN UNTUK PENYELENGGARA ETCC INDONESIA

Demi menjaga rivalitas dan fairplay, barulah di seri keenam ISSOM, Setyawan yang sebelumnya bermain di Kejuaraan Indonesia Retro Race ini naik menjadi kelas Pro. Kembali menyinggung hadirnya monster baru di Sentul tersebut. Mulai dari seri keenam, ancaman yang ditebar oleh Setyawan mulai dirasakan oleh Fadil. Namun, meskipun secara data Fadil kalah, tapi pebalap yang tahun ini akan berlaga di Porsche Carrera Cup GT3 di Asia Pacific menganggap bahwa hal itu sebuah motivasi baru dan bukan sebuah ancaman.

"Saya justru lebih merasa senang, jadi saya juga merasa ada tantangan baru. Sehingga kalau ada misalnya pebalap lain yang ada di depan, kita bisa tahu bahwa mobil harus lebih kencang lagi untuk ini saya jadikan patokan baru. Karena kan selama ini enggak ada saingan, di depan sendirian, jadi enggak kepikir gimana mobil yang penting finish. Kalau sekarang ada mobil yang spek sama, ya ada patokan baru lagi," ujar Fadil kepada SPORTKU.

Untuk mengantisipasi pergerakan lawannya, Fadil, mengatakan akan melakukan refreshment engine. Ia akan overhaul mesin agar performanya bisa kembali bangkit seperti mesin baru. Menanggapi hal tersebut, Setyawan pun tidak mau kalah. Ia telah menyiapkan strategi baru agar persaingan antara dirinya dengan Fadil semakin menarik.

Salah satunya yang akan dipersiapkan adalah mengurangi bobot kendaraannya. "Mungkin langkah pertama saya harus meringankan mobilnya, karena sekarang masih kelebihan bobot 73 sampai 75 kilogram. Kenapa saya ringankan? karena ada keuntungan dari sisi pemakaian ban dan juga saat cornering, akan lebih smooth lagi," ungkap Setyawan.

Baca juga:
INI ALASAN MENGAPA BAN RELI MENGADOPSI DUAL PATTERN

Kendati demikian, sebagai 'anak baru' di ETCC 3000, Setyawan tidak mau jumawa dengan keberhasilannya di sisa laga ETCC 3000 tahun lalu.

"Saya sangat menghormati kepada pebalap-pebalap seperti Fadil, Benny Santoso, dan Rudy SL, karena persaingan akan semakin seru di musim depan. Terutama saya dengan Fadil, karena waktunya mirip-mirip dengan saya. Tapi saya merasa masih kalah dengan Fadil, dia itu jago. Di samping memang bobot mobilnya lebih ringan dari saya. Sehingga saya juga harus melakukan penurunan bobot kendaraan," pungkas Setyawan.

Text : Harsya Fikmazi | Photo / Video : Harsya Fikmazi, Sonny Hastara | Editor: Andi Wahyudi | 24 January 2018

  • facebook share
  • twitter share
  • instagram connect
  • youtube connect

RELATED NEWS

QUICK NAVIGATION

Tagline

SPORTKU adalah media berita online yang menyajikan informasi seputar dunia olahraga dengan mengedepankan Action, Competition, Adrenaline dan Lifestyle. 
ACT YOURS!

GROUP OF

Mahaka Media

MAHAKA MEDIA, dengan tagline "Beyond Media Creation", merupakan perusahaan induk dari unit usaha media dan hiburan (entertainment) yang memiliki kekuatan di bidang Broadcasting, Printing&Publishing, Online dan Marketing Company