image

Sosok Ayah Jadi Inspirasi Irvansyah Putra Lubis Terjun ke Balap

Text : Suhartono | Photo / Video : Pariyono | 28 January 2018

SPORTKU.COM

Nama M Irvansyah Putra Lubis mendadak jadi sorotan pada musim balap 2017. Meski profesinya sebagai pebalap sudah dia lakoni sejak lama.

Pebalap Irvansyah Putra Lubis pada musim balap 2017 lalu memang cukup banyak menyita perhatian. Mulai banyak dikenal ketika dirinya mengijakkan kaki di ajang Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Indospeed Race Series (IRS). Namun di tanah kelahiranya di Sumatera, nama Irvansyah cukup disegani oleh kalangan seprofesinya.

Irvansyah Putra Lubis memang sejak usia dini sudah mulai doyan dengan balap. Bahkan bisa dibilang saat masih kanak-kanak dengan usianya yang baru 4 tahun, Irvansyah Putra Lubis mulai menekuni pekerjaannya sebagai pebalap. Hal itu diakui olehnya saat berbincang santai dengan SPORTKU.com belum lama ini.

"Awal mula balapan seingat saya di tahun 2007 di ajang Kejurda OMR Suzuki pakai motor Smash. Saat itu saya masih kelas 4 SD (Sekolah Dasar) dan belum punya tim atau masih privateer," buka Irvansyah Putra Lubis, pebalap yang lahir di Medan, Sumatera Utara pada 23 Februari 1997.

Dari ajang Kejurda OMR Suzuki, nama Irvansyah terus diperhitungkan oleh para pesaingnya. Meski masih bau kencur jadi seorang pebalap, Irvansyah terus bertahan dengan kesendiriannya yang tanpa tim. Kondisi seperti tetap mempertahankan nama Irvansyah. Hingga pada akhirnya dua tahun berikutnya ada tim yang kepincut dengannya.

"Saat saya sudah kelas 6 SD, saya direkrut oleh tim Alfa Scorpii," singkatnya lirih.

Baca Juga
Gaji Pebalap Pabrikan MotoGP

Bersama tim dengan pacuan Yamaha, Irvansyah mulai membuka sebagai pebalap luar kota. Kini statusnya sebagai pebalap kandang pun tak lagi melekat pada dirinya. Dengan Alfa Scorpii pada tahun 2009, dia memulai debutnya di event balap Yamaha Cup Race (YCR) yang saat itu diselenggarakan di Yogyakarta. Ini juga menjadi balapan pertama Irvansyah di luar Sumatera.

"Tahun 2009, Alfa Scorpii juga mulai melebarkan sayap dengan turun perdana di Kejurnas Motoprix Region 1," imbuh Irvansyah.

Banyak prestasi yang ditorehkan oleh Irvansyah saat membalap dengan Alfa Scorpii Racing Team. Terhitung sejak tahun 2011, Irvansyah Putra Lubis terus menjadi buah bibir di lingkungan sirkuit. Di tahun 2011 ini pula, Irvansyah Putra Lubis berhasil menjadi Juara Umum Kejurnas Motoprix Sumatera di Kelas MP5 dan MP6. Dua gelar dia berikan untuk Alfa Scorpii Racing Team.

Berbekal gelar tersebut, pada musim balap 2012 Irvansyah Putra Lubis juga berganti status. Dirinya naik pangkat ke kelas yang lebih bergengsi di MP3 dan MP4. Pada tahun pertamanya di kelas tersebut, Irvansyah Putra Lubis langsung bertengger di posisi runner up pada klasemen akhir.

"Alhamdulillah di tahun 2013, saya bisa juara umum di dua kelas sekaligus MP3 dan MP4," kenang Irvansyah.

Masih bersama Alfa Scorpii, musim 2014 menjadi tahun terburuk baginya. Tak ada gelar juara yang bisa dia banggakan. Perjalannyannya selama satu musim kosong tanpa prestasi. Kehampaannya yang tak bisa menorehkan hasil memang bukan 100 persen kesalahannya.

Kendala pada motor balapnya Yamaha Jupitez Z1 menjadi biangnya. Namun di sini ada yang bisa menjadi kebanggaan bagi Ivansyah Putra Lubis dan juga Alfa Scorpii. Di mana kolaborasi mereka menjadi tim pertama yang mengembangkan motor balap bermesin injeksi di daratan Sumatera. Saat yang lain masih mengagungkan mesin tipe karburator.

Kendati tak menambah koleksi piala di tahun 2014, namun pada musim balap 2015 Irvansyah Putra Lubis kembali naik kelas. Kali ini dia mencapai puncaknya, yaitu membalap di kelasnya para raja di MP1 dan MP2. Namun ada yang beda dengan penampilannya yang tak lagi berseragam Alfa Scorpii.

"Tahun 2015 saya pindah ke tim Yamaha BTKS (Batak Siantar). Bukan karena ada masalah dengan Alfa Scorpii, juga bukan karena gak ada prestasi di tahun 2014. Saya pindah tim hanya karena pengin ada suasana baru," terang Irvansyah Putra Lubis.

Baca Juga
5 Rahasia Dovizioso Bocor ke Publik, Ada yang Bikin Cewek Kecewa

Bersama Yamaha Batak Siantar, Irvansyah Putra Lubis keluar sebagai runner up di Kelas MP1 dan langsung juara umum di MP2. Meski dengan prestasi apiknya, namun di tahun 2016 Irvansyah Putra Lubis kembali ke tim lamanya Alfa Scorpii yang dia anggap sudah seperti rumah sendiri.

"Di tahun 2016 memang catatan prestasi saya turun jauh. Di Kelas MP1 hanya bisa ke-5 dan MP2 justru di luar 10 besar. Karena pada saat itu saya pakai motor injeksi yang masih dalam tahap riset," aku Irvansyah.

Pada tahhun 2017 pun membuka lembaran baru bagi Irvansyah Putra Lubis. Meski tak 100 persen meninggalkan balap bebek yang sudah membesarkan namanya, namun Irvansyah sesekali turun balap di ajang Kejurnas Indospeed Race Series (IRS). Motor balap sport dari pabrikan Yamaha menjadi andalannya.

Keikutsertaan Irvansyah Putra Lubis di ajang Kejurnas IRS memang berstatus sebagai pebalap pinjaman. Di mana Irvansyah Putra Lubis membalap bersama 549 Kaboci Racing Team. Turunnya Irvansyah Putra Lubis juga berkat rekomendasi pabrikan Yamaha sendiri untuk mencari bibit-bibit baru sebagai generasi penerus.

Masih banyak hal yang harus disesuaikan oleh Irvansyah Putra Lubis saat turun di balap motor sport. Sebab di balapan ini dia geber motor sport 150cc Yamaha R15. Lain halnya dengan saat dirinya membalap di Kejurnas Motoprix yang menggunakan motor bebek.

"Adaptasi dari motor bebek ke motor sport yang paling susah cara bawa motornya. Bedanya kalau di kelas bebek motor lebih ramping dan enteng. Tapi di motor sport bodinya lebih gede. Jadi fisik juga harus lebih kuat. Adaptasi lainnya yang sulit juga di engine brake, karena kalau di balap motor sport gak bisa berhentiin motor hanya dengan pakai engine brake," urainya.

Pada musim balap 2017 lalu, Irvansyah Putra Lubis juga tercatat sebagai juara umum Kejurnas Motoprix di Kelas MP2. "Kalau bicara kesan, yang paling berkesan bagi saya di tahun 2012. Itu menjadi kesan terburuk, karena seharusnya saya bisa juara umum di Kelas MP2. Tapi karena tertinggal hanya 1 poin maka saya hanya bisa menjadi runner up. Sampai nangis saya, hehe," tutur Irvansyah.

Irvansyah Putra Lubis sendiri memang berasal dari keluarga pebalap. Almarhum ayahandanya juga berprofesi sebagai pebalap saat masih duduk di bangku SMA. Sedangkan, kakak sepupunya juga pernah menjadi pebalap dan pernah satu tim pula di Alfa Scorpii. "Ayah menjadi sosok inspirasi saya untuk meneruskan perjuangannya sebagai seorang pebalap," pungkasnya.

Bersama Yamaha Alfa Scorpii Racing Team, di musim balap 2018 ini Irvansyah Putra Lubis akan fokus di ajang Kejurnas Motoprix. Di mana dirinya akan turun di kelas seeded MP1 dan MP2.

Baca Juga
MRT Dhevara, Tim Balap Hasil 'Proyek Pertemanan' (Video)

Text : Suhartono | Photo / Video : Pariyono | 28 January 2018

  • facebook share
  • twitter share
  • instagram connect
  • youtube connect

RELATED NEWS

QUICK NAVIGATION

Tagline

SPORTKU adalah media berita online yang menyajikan informasi seputar dunia olahraga dengan mengedepankan Action, Competition, Adrenaline dan Lifestyle. 
ACT YOURS!

GROUP OF

Mahaka Media

MAHAKA MEDIA, dengan tagline "Beyond Media Creation", merupakan perusahaan induk dari unit usaha media dan hiburan (entertainment) yang memiliki kekuatan di bidang Broadcasting, Printing&Publishing, Online dan Marketing Company