image

Kalah di Indonesia Masters 2018, Owi/Butet Tak Percaya Kutukan Istora

Text : Suhartono | Photo / Video : PBSI | Editor: Dedi Hermawan | 29 January 2018

SPORTKU.COM

Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir harus puas di posisi runner up Indonesia Masters 2018. Keduanya mengakui keunggulan lawan, bukan karena kutukan. 

Pasangan pebulutangkis Indonesia di nomer ganda campuran tersebut belum mampu juara di Indonesia Masters 2018. Pasangan yang juga akrab disapa Owi/Butet ini harus mengakui keunggulan pebulutangkis Cina Zheng Siwei/Huang Yaqiong. Owi/Butet tunduk dengan skor 21-14 dan 21-11 saat bermain di Istora Senayan, Jakarta, Minggu (28/1).

Peraih medali emas Olimpiade Rio de Janeiro 2016 ini pun tak menutup mata dan mengakui keunggulan lawan. Menurut Owi, pasangan Zheng Siwei/Huang Yaqiong mampu bermain cepat. "Untuk kedepannya, saya akan mempelajari permainan cepat ganda Tiongkok ini,” ujarnya.

Butet sendiri mengatakan dari segi umur maupun kecepatan bermain, lawan mereka juga lebih unggul. "Kalau ingin mengalahkan mereka strategi kita harus benar, bola buangan kita harus bagus, pikiran kita harus bersih. Zheng Siwei terutama, dia sangat cepat, kita nggak bisa salah sedikit untuk buang bola," imbuh Butet.

Kekalahan Owi/Butet juga bukan tanpa sebab. Pada pertandingannya kali ini, Zheng Siwei/Huang Yaqiong jug merupakan lawan baru untuk mereka. Butet menambahkan jika dirinya hanya mempelajari permainan Zheng Siwei/Huang Yaqiong dari menonton banyak video.

Baca Juga
Eli Tomac Menang Lagi di AMA Supercross Glendale

"Kita pertama kali ketemu mereka. Kami masih meraba-raba, meskipun kami belajar dari video berulang-ulang, tapi saat bertemu pasti beda. Saya cukup kaget, karena mereka hari ini bermain cepat," sambung Butet seperti SPORTKU.com kutip dari situs Djarumbadminton.

Catatan Zheng/Huang memang nyaris sempurna. Dari lima turnamen yang mereka ikuti, mereka berhasil meraih empat gelar dan satu runner-up. Baru pasangan Hong Kong, Tang Chun Man/Tse Ying Suet yang berhasil mengalahkan mereka di Malaysia Masters 2018.

Kesempatan Tontowi/Liliyana untuk bisa menjadi kampiun di turnamen level atas yang bakal kembali digelar di Istora pun masih terbuka. Tahun ini masih akan ada dua turnamen penting yang bakal digelar di Istora, yakni Indonesia Open dan Asian Games.

Ketika ditanya perihal banyak yang mengaitkan jika Tontowi/Liliyana terkena kutukan tidak bisa juara di Istora, keduanya pun kompak menjawab tidak percaya hal itu.

"Saya gak percaya dengan itu," tegas Tontowi. "Sama saya juga gak percaya, karena kami pernah merasakan juara di sini meskipun di level Sea Games," tutup Liliyana.

Baca Juga
Tepis Kabar Miring, Bintangs dan Bodisa Sepakat Damai
Formasi Yamaha Racing Indonesia di Musim Balap 2018

Text : Suhartono | Photo / Video : PBSI | Editor: Dedi Hermawan | 29 January 2018

  • facebook share
  • twitter share
  • instagram connect
  • youtube connect

RELATED NEWS

QUICK NAVIGATION

Tagline

SPORTKU adalah media berita online yang menyajikan informasi seputar dunia olahraga dengan mengedepankan Action, Competition, Adrenaline dan Lifestyle. 
ACT YOURS!

GROUP OF

Mahaka Media

MAHAKA MEDIA, dengan tagline "Beyond Media Creation", merupakan perusahaan induk dari unit usaha media dan hiburan (entertainment) yang memiliki kekuatan di bidang Broadcasting, Printing&Publishing, Online dan Marketing Company