Wajah Duo Manchester yang Kini Serupa

Text : Handy Fernandy | Photo / Video : Fajrin Fathia | Editor: Dedi Hermawan | 5 February 2018

Wajah Duo Manchester yang Kini Serupa

SPORTKU.COM

Dengan fakta-fakta yang terjadi belakangan ini membuktikan bahwa sudah tak ada perbedaan antara Manchester United dengan Manchester City.

Di masa lalu ada dua hal yang cukup mencolok yang membedakan antara Manchester United (MU) dengan Manchester City (City). Yang pertama adalah kostum,MU didominasi dengan warna merah, sementara rivalnya, City konsisten menggunakan warna biru langit sebagai jersey.

Dan yang kedua, prestasi. MU dan City yang begitu jomplang. Di tangan Sir Alex Ferguson, MU menjadi salah satu tim tersukses di Inggris dengan memborong gelar Liga Primer Inggris sebanyak 20 gelar. Sementara, City sebeliknya, mereka kesulitan mendapatkan gelar dan hanya dianggap sebagai “tetangga yang berisik”—julukan yang disematkan oleh Ferguson pada tahun 2009 lalu itu.

Namun, layaknya roda berputar. City mulai bangkit usai diakuisisi oleh Sheikh Mansour pada September 2008. Lewat dana besar yang dikucurkan oleh milyuner asal Uni Emirat Arab itu tim berjuluk The Citizens sukses mengusik tetangganya, MU yang sebelumnya begitu digdaya di Liga Primer Inggris.

City sukses menjuarai Liga Inggris untuk pertama kalinya sejak 44 tahun silam pada musim 2011/2012. MU yang ketika itu masih di bawah rezim Ferguson sempat memberi perlawanan pada musim 2012/2013 dengan menjadi juara dengan City keluar sebagai runner up.

Namun, pasca Ferguson pensiun pada Mei 2013, City yang kini berbalik dengan menjadi juara di musim 2013/2014 dan meski tak lagi menjadi juara hingga tahun 2017 lalu, namun kedudukan The Sky Blues di klasemen selalu lebih baik ketimbang, MU. Bahkan kerap City lebih difavoritkan juara dari pada rivalnya itu.

Banyak yang menganggap bahwa kesuksesan City dalam beberapa tahun terakhir lantaran aktivitas mereka di bursa transfer dengan mengeluarkan banyak uang sehingga mampu mendatangkan pemain-pemain berkualitas. Tak heran banyak yang nyinyir—terutama menggemar United—dengan mengatakan bahwa prestasi itu dibangun atas dasar yang instan.

Bagi penggemar MU, klub mereka dinarasikan sebagai tim yang dibangun dengan proses panjang. Mereka dengan bangga mengatakan bahwa tim mereka tidak membeli pemain bintang, tetapi membuat pemain tersebut menjadi pemain bintang. Bahkan hal tersebut pernah diucapkan oleh mantan eksekutif klub, David Gill pada tahun 2011 lalu.

Baca juga
Hasil Formula 4 SEA Sepang

“Gol (tujuan) kamui adalah memastikan kita mengembangkan pemain kita sendiri dan juga membeli pembeli pemain bagus, bukan bersaing untuk membeli pemain top,” ungkapnya seperti dikutip dari Independent.

Namun, nampaknya hal tersebut seakan menjadi kebanggan masa lalu. Kini, MU pun menjelma sebagai City baru menilik kegiatan mereka di bursa transfer dengan menghambur-hamburkan uang sangat banyak—dengan alasan—untuk mendongkrak prestasi mereka.

Musim 2016/2017 misalnya, mereka sukses mendatangkan Paul Pogba dengan harga 205 juta euro atau sekitar Rp1,6 triliun dari Juventus. Angka tersebut membuat pemain asal Prancis itu menyandang titel sebagai pemain termahal di dunia sebelum dipecahkan oleh Neymar pada bursa transfer musim panas ini dengan nilai 222 juta Euro atau sekitar 3,5 euro—sebagai mahar transfer dari Barcelona menuju Paris Saint Germain (PSG).

Di musim ini, meski City kelihatan lebih perkasa dalam belanja pemain, namun pengeluaran besar juga dilakukan oleh United dalam membeli pemain baru bahkkan memberikan gaji yang besar bagi pemainnya.

Romelu Lukaku dan Nemanja Matic didatangkan dengan dana sebesar 116 juta euro atau sekitar Rp1,86 triliun atau lebih besar ketimbang membeli Pogba musim lalu.

sementara, Alexis Sanchez yang baru didatangkan dari Arsenal itu kini tercatat sebagai pemain dengan gaji tertinggi di ajang Liga Primer Inggris dengan bayaran sebesar 500 ribu poundsterling atau sekitar Rp9,3 miliar setiap pekannya.

Hebatnya, Selain Sanzhes. Ada empat pemain asal MU lainnya yang masuk dalam daftar 10 pemain dengan bayaran terbesar di Liga Primer Inggris. Di bawahnya ada Paul Pogba sebagai runnerup. Kemudian di peringkat ketiga dan keempat dihuni oleh dua penyerang mereka, Romelu Lukaku dan Zlatan Ibrahimovic.

Di luar lima besar ada nama David de Gea yang masuk ke dalam 10 besar dengan menempati urutan ke-8. Sementara dalam daftar tersebut, hanya satu pemain City yang masuk, yakni Sergio Aguero yang menempati posisi kelima.

Jadi, kesimpulannya adalah bahwa baik United maupun City kedua tim kini sama-sama dianggap sebagai klub yang sama-sama mengejar prestasi dengan cara instan. Sehingga, bila masih ada yang membedakan keduanya mungkin ia kudet atau kurang update.

Lima Pemain MU dengan Gaji Selangit (Fajrin Fathia/Sportku)duo-manchester-mu-official--558588828f4248a.jpg


Baca juga

Teknik Skateboard yang Harus Dipahami

Text : Handy Fernandy | Photo / Video : Fajrin Fathia | Editor: Dedi Hermawan | 5 February 2018

  • facebook share

RELATED NEWS

Penyerang Arsenal Kritik Suporter Inggris

Penyerang Arsenal Kritik Suporter Inggris

FOOTBALL
Kaka Dukung Milan Datangkan Paqueta

Kaka Dukung Milan Datangkan Paqueta

FOOTBALL
Zlatan Kagumi Semangat Pesepakbola  Thailand

Zlatan Kagumi Semangat Pesepakbola Thailand

FOOTBALL
Michael Jackson dan Sepakbola

Michael Jackson dan Sepakbola

FOOTBALL

QUICK NAVIGATION

Image

SPORTKU adalah media berita online yang menyajikan informasi seputar dunia olahraga dengan mengedepankan Action, Competition, Adrenaline dan Lifestyle. 
ACT YOURS!

GROUP OF

Image

MAHAKA MEDIA, dengan tagline "Beyond Media Creation", merupakan perusahaan induk dari unit usaha media dan hiburan (entertainment) yang memiliki kekuatan di bidang Broadcasting, Printing&Publishing, Online dan Marketing Company