Lima Alasan Antonio Conte Layak Dipecat Chelsea

Text : Handy Fernandy | Photo / Video : Standard | Editor: Dedi Hermawan | 6 February 2018

SPORTKU.COM

Inilah alasan mengapa Antonio Conte sudah layak didepak dari singgasananya sebagai Manajer Chelsea.

Chelsea kembali telan kekalahan. Yang terbaru, tim berjuluk The Bleus itu harus takluk dari tim tuan rumah, Watford dengan skor 1-4 di pekan ke-26 Liga Primer Inggris di Stadion Vicarage Road, Selasa (6/2/2018) dini hari WIB.

Berkat hasil buruk ini, membuat Chelsea kesulitan untuk bisa mempertahankan gelar Liga Primer Inggris lantaran perbedaan poin yang cukup mencolok dari pemuncak klasemen sementara, Manchester City di mana keduanya terpaut 19 poin.

Antonio Conte, selaku manajer Chelsea tentu menjadi orang yang paling bertanggung jawab atas terpuruknya penampilan tim. Apalagi, inilah kekalahan keenam yang mereka dapat di musim ini. Hal ini membuat pelatih asal Italia itu pun ramai diberitakan akan segera dipecat.

Berikut ini alasan mengapa Conte laya didepak dari singasananya sebagai bos Chelsea tersebut:

1. Performa Tim Menurun

Bila menilik dari grafik permainan Chelsea, tim asal London tersebut dianggap tengah menurun. Hal tersebut terbukti dari 10 pertandingan terakhir dimana mereka hanya berhasil memenangkan dua pertandingan saja.

Bahkan seperti disinggung di atas, Chelsea justru mengalami dua kekalahan beruntun. Sebelum dikalahkan Watford, Tim Biru London itu juga tak mampu meraih kemenangan ketika melawan Bournemouth.

Atas performa buruk Chelsea kini, mereka dianggap tinggal hanya bersaing di ajang Piala FA dan Liga Champions. Sebelumnya, mereka sudah kalah di Piala Liga Inggris dan hanya memiliki peluang tipis untuk bisa menjuarai Liga Primer Inggris musim ini.

Berikut grafik 10 pertandingan terakhir Chelsea: Seri,seri, seri, seri,seri, menang, kalah, menang, kalah,kalah.

Baca juga
MotoGP Akan Hapus Model Wanita

2. Hilangnya Sentuhan Taktik Conte

Musim lalu, skema 3-4-3 milik Conte dianggap sukses menyihir Liga Primer Inggris lantaran strategi bertahan dan menyerang yang sama kuat itu sukses mengantarkan Chelsea menjadi juara liga di akhir musim.

Diego Costa yang ditemani oleh Eden Hazard dan Pedro sukses menjadi trio yang ditakuti. Chelsea menjadi tim yang paling banyak kedua dalam urusan mencetak gol di Liga Primer Inggris.

Sementara duet Nemanja Matic dan N’Golo Kante di lini tengah dianggap menjadi sebuah perpaduan sempurna dalam menciptakan peluang dan juga kemampuan bertahan yang brilian. Hal ini memudahkan Marcos Alonso dan Victor Moses untuk menjalankan tugas lainnya.

Lalu di sisi pemain bertahan, ada pemain seperti David Luiz yang begitu cerdas dan mampu menerapkan taktik Conte yang luwes dan defensive sehingga Chelsea keluar sebagai tim yang paling sedikit kebobolan setelah Tottenham.

Namun, kehilangan Costa dan Matic membuat Chelsea seperti kehilangan nyawa permainan. Penggantinya, Alvaro Morata dan Tiemoue Bakayoko dianggap tak sepadan dengan dua pemain tersebut.

3. Kegagalan di Bursa Transfer

Banyak yang menganggap bahwa menurunnya performa Chelsea musim ini lantaran kegagalan Conte dalam mendatangkan pemain baru.

Di awal musim, Conte kehilanggan pemain seperti John Terry, Nemanja Matic dan Diego Costa. Ketiganya dapat dikatakan sebagai pemain yang memiliki jiwa kepemimpinan di tiga posisi yang berbeda.
Sementara, penggantinya, Antonio Rudiger, Alvaro Morata dan Tiemoue Bakayoko tak mampu menampilkan performa yang sejajar dengan pendahulunya itu.

Sebenarnya, ketiga pemain tersebut bukanlah incaran Conte. Manajer asal Italia itu lebih mengincar pemain seperti Alex Sandro, Arturo Vidal, dan Romelu Lukaku. Sayang, ketiganya tak dapat didatangkan dan dampaknya adalah penampilan Chelsea yang tak sebaik musim lalu.

4. Conte yang Punya Masalah dengan Pemain

Selain faktor teknis, faktor non teknis juga melanda Chelsea. Biang keroknya adalah Conte yang kerap berseberangan dengan pemainnya. Musim ini, tercatat ia bermasalah dengan dua pemain, yakni Diego Costa dan David Luiz.

Bila Costa sudah pergi, Luiz masih bertahan. Conte sendiri ingin menjualnya, bahkan pemain asal Brasil itu sudah tak dimainkan sejak Oktober 2017 lalu. Sayang, tak ada klub yang menginginkan dirinya, mungkin alasannya karena gaji tinggi bek tersebut.

5. Abramovich Si Raja Tega

Pemilik Chelsea, Roman Abramovich memiliki reputasi sebagai pemilik klub gila lantaran dirinya akan memecat pelatih yang dianggap gagal. Pelatih sekaliber Claudio Ranieri, Jose Mourinho, Luiz Felipe Scolari, Carlo Anchelotti, bahkan Roberto Di Matteo yang sukses memberikan klub juara Liga Champions pun juga dipecat.

Conte, yang baru mempersembahkan satu gelar Liga Primer Inggris merupakan sasaran empak bagi bos asal Rusia itu untuk memecatnya. Dan hal itu mungkin akan dianggap rumlah.

Baca juga
Inilah Gaji Pebalap Satelit MotoGP 2018

 

Text : Handy Fernandy | Photo / Video : Standard | Editor: Dedi Hermawan | 6 February 2018

  • facebook share

RELATED NEWS

Lima Calon Pengganti Luis Milla

Lima Calon Pengganti Luis Milla

TOP 5
5 Sirkuit Terpendek MotoGP

5 Sirkuit Terpendek MotoGP

TOP 5
Lima Pesepakbola Kaya Sejak Lahir

Lima Pesepakbola Kaya Sejak Lahir

TOP 5
Siap Bertarung di Piala Asia 2019

Siap Bertarung di Piala Asia

TOP 5

QUICK NAVIGATION

Image

SPORTKU adalah media berita online yang menyajikan informasi seputar dunia olahraga dengan mengedepankan Action, Competition, Adrenaline dan Lifestyle. 
ACT YOURS!

GROUP OF

Image

MAHAKA MEDIA, dengan tagline "Beyond Media Creation", merupakan perusahaan induk dari unit usaha media dan hiburan (entertainment) yang memiliki kekuatan di bidang Broadcasting, Printing&Publishing, Online dan Marketing Company