image

Jelang Asian Games 2018, Kemenpora Awasi Pemakaian Doping Atlet

Text : Suhartono | Photo / Video : Pariyono | Editor: Andi Wahyudi | 8 February 2018

SPORTKU.COM

Deputi Peningkatan Prestasi Olahraga Mulyana mensosialisasikan bahayanya penggunaan doping kepada para atlet Asian Games 2018.

Dalam waktu dekat Asian Games 2018 akan dihelat di Indonesia pada tanggal 18 Agustus hingga 2 September mendatang. Asian Games 2018 akan digelar di dua lokasi berbeda, yakni di Kompleks Stadion Gelora Bung Karno (GBK) Senayan, Jakarta dan kawasan Jakabaring Sport Center (JSC) Palembang.

Sebagai tuan rumah, Indonesia tentunya menargetkan untuk bisa meraih hasil terbaik. Maka diperlukan kerja sama semua pihak demi performa atlet untuk bisa mencapai prestasi sesuai yang diharapkan. Sebagai sarana penunjang performa atlet, diperlukan obat-obatan dan suplemen dengan tetap selalu mewaspadai kandungan didalamnya agar jangan sampai merugikan atlet saat bertanding karena mengandung zat-zat doping.

"Pemerintah mendukung penuh setiap kerjasama seperti dengan Kimia Farma sebagai penyedia obat-obatan dan suplemen untuk penunjang performa atlet. Namun ada satu hal penting yang harus diwaspadai yaitu harus ada semacam pengawasan atau verifikasi sebelum digunakan atlet agar aman dari zat-zat yang termasuk kategori doping," ungkap Deputi IV Bidang Peningkatan Prestasi Olahraga Kementerian Pemuda dan Olahraga, Mulyana.

Baca Juga
Tak Ada FDR, IRC dan Pirelli Ban Resmi Kejurnas Motoprix 2018

"Kasihan atlet yang sudah mempersiapkan dengan baik tetapi harus gagal bertanding atau bermasalah karena ada obat-obatan atau suplemen yang mengandung zat doping sebagaimana yang selalu dirilis update oleh WADA (World Anti-Doping Agency)," imbuh Mulyana.

Sekadar info, dalam olahraga, doping merujuk pada penggunaan obat peningkat performa oleh para atlet agar dapat meningkatkan performa atlet tersebut. Akibatnya, doping dilarang oleh banyak organisasi olahraga seluruh dunia.

Menurut IOC (Komite Olimpiade Internasional) pada tahun 1990, doping adalah upaya meningkatkan prestasi dengan menggunakan zat atau metode yang dilarang dalam olahraga dan tidak terkait dengan indikasi medis. Alasannya terutama mengacu pada ancaman kesehatan atas obat peningkat performa.  Selain obat, bentuk lain dari doping ialah doping darah, baik melalui transfusi darah maupun penggunaan hormon eritropoietin atau steroid anabolik tetrahidrogestrinon.

Baca Juga
Jisel, Wanita Penakluk Alam Liar Borneo
Evan Dimas Mulai Curi Perhatian di Selangor

Text : Suhartono | Photo / Video : Pariyono | Editor: Andi Wahyudi | 8 February 2018

  • facebook share
  • twitter share
  • instagram connect
  • youtube connect

RELATED NEWS

QUICK NAVIGATION

Tagline

SPORTKU adalah media berita online yang menyajikan informasi seputar dunia olahraga dengan mengedepankan Action, Competition, Adrenaline dan Lifestyle. 
ACT YOURS!

GROUP OF

Mahaka Media

MAHAKA MEDIA, dengan tagline "Beyond Media Creation", merupakan perusahaan induk dari unit usaha media dan hiburan (entertainment) yang memiliki kekuatan di bidang Broadcasting, Printing&Publishing, Online dan Marketing Company