Neuer Atau Ter Stegen Jerman?

Text : Aga Buge Katiara | Photo / Video : Sport.es | Editor: Andi Wahyudi | 9 February 2018

SPORTKU.COM

Anda pernah mendengar kalimat, 'Jangan ada dua kapten dalam satu kapal', ya kalimat itu sepertinya kini cocok untuk timnas Jerman.

Kalimat di atas diungkapkan oleh almarhum Johan Cruyff sekaligus legenda sepak bola Belanda saat Barcelona mendatangkan Neymar 2013 lalu. Cruyff berkata demikian karena mereka masih memiliki Lionel Messi dan takut keduanya tidak bisa bermain bersama. Akhirnya ucapan Cruyff terbukti, Neymar memutuskan hengkang ke Paris-Saint Germain (PSG) musim panas 2017 lalu. Kini hal yang sama menimpa timnas Jerman karena punya dua kiper berkualitas.

Jika mendengar nama Manuel Neuer tentunya penggemar sepak bola sudah mengetahui dia adalah palang pintu yang sangat kuat dan tangguh di bawah mistar gawang tim nasional (Timnas) Jerman atau Bayern Muenchen. Perannya menjadi sweeper keeper ini seolah mengubah pandangan seorang kiper yang tugasnya hanya bekerja menggunakan tangan tapi juga harus pandai menggunakan kaki.

Apalagi, sejak ia ditangani Pep Guardiola selama tiga tahun (2013-2016), kemampuan Neuer menggunakan kakinya makin meningkat. Berkat dirinya pula, standar seorang kiper menjadi tinggi karena tidak hanya dituntut handal menangkap bola tapi lihai dalam pendistribusian bola untuk memulai serangan dari belakang. 

Perolehan gälarnya pun tidak sembarangan. Di usia 31 tahun, ia sudah meraih 15 gelar bergengsi di level klub dan membawa timnas Jerman menjuarai Piala Dunia 2014. Untuk itu, perannya di bawah mistar Der Panzer pun akan sangat sulit digeser, apalagi untuk ukuran kiper, usia 31 masih tergolong muda. Tetapi, memasuki 2017, kondisi fisik Neuer mulai terganggu. Ia sering keluar masuk ruang medis dibanding bermain.

Sepanjang 2017 Neuer lebih banyak cedera (Espn)

ter-stegen-dan-neuer-84974e532d40acf.jpeg

Yang terbaru, ia mengalami retak tulang metatarsal di kaki kirinya saat menjalani latihan bersama Bayern Muenchen September 2017. Hal itu pun membuatnya harus menjalani operasi yang membuatnya hingga saat ini belum kembali merumput. Mantan kiper Schalke 04 itu diprediksi baru kembali merumput pada Maret nanti atau dua bulan sebelum Piala Dunia dimulai. 

Jelas hal ini awalnya menjadi masalah serius bagi Jerman yang kehilangan orang nomor satu di posisi belakang. Tetapi, bukan Jerman namanya jika tidak bisa menghasilkan kiper berkualitas. Sebut saja nama seperti Oliver Kahn, Jens Lehmann yang menjadi senior Neuer. Kini, mereka memiliki kiper muda yang sudah terbukti kualitasnya bersama Barcelona, yaitu Marc Andre Ter Stegen. 

Pesona Ter Stegen

Nama Ter Stegen mulai memukau publik sejak kemunculannya bersama Borussia Monchengladbach. Memulai karier di tim junior, Ter Stegen kemudian menembus tim utama ketika usianya baru 18 tahun pada 2010 lalu. Sejak saat itu, namanya pun digadang-gadang menjadi kiper masa depan timnas Jerman karena kemampuannya di bawah mistar gawang.

Bakat Ter Stegen pun akhirnya mulai dicium Barcelona yang kala itu sibuk mencari pengganti Victor Valdes yang kontraknya berakhir di akhir musim 2013/2014. Meski di awal kedatangannya tidak langsung menjadi kiper utama, Ter Stegen tetap menunjukkan punya kemampuan istimewa ketika diasuh Luis Enrique. Di akhir musim, ia pun mengantarkan Blaugrana meraih gelar Liga Champions serta Copa Del Rey di mana ia bermain sebagai starter di kedua ajang itu.

Penampilan Ter Stegen musim ini sangat konsisten bersama Barcelona (Goal)

ter-stegen-dan-neuer-875228cfb3be426.jpg

Perlahan tapi pasti, kemampuan Ter Stegen makin terasah, terutama kemampuan kakinya. Kini, bersama Neuer, Ter Stegen merupakan, penjaga gawang modern yang menjadi tolak ukur para penjaga gawang lain untuk ikut membantu saat tim memulai serangan.

Yang paling terasa tentu di musim ini, ia banyak melakukan pemyelamatan gemilang untuk Barcelona. Seperti dilihat dari Squawka, Ter Stegen memiliki nilai tertinggi untuk penjaga gawang di La Liga musim ini meski ia kebobolan lebih banyak dua gol dari Jan Oblak, kiper Atletico Madrid. Tetapi, Ter stegen unggul jauh dalam penyelamatan sebesar 290 berbanding posisi kedua yang ditempati Oblak dengan 163 penyelamatan. 

Kemampuan gemilang dari pemain berusia 24 tahun itu pun banyak mendapat pujian, salah satunya dari Oliver Kahn. Bahkan, Kahn mendukung jika Ter Stegen menjadi pengganti Neuer di Piala Dunia 2018.

“Secara tradisi kami memiliki kiper-kiper tangguh di Jerman, sekali pun pilihan pertama absen. Saya percaya Ter Stegen bisa diandalkan apabila Neuer tidak bisa pulih tepat waktu untuk bermain bagus di Piala Dunia,” kata Kahn dilansir Omnisport.

Jika sang legenda sudah berbicara seperti itu, rasanya kita memang tidak perlu meragukan lagi kualitas dari Ter Stegen. Meski Manuel Neuer juga tidak bisa dipinggirkan begitu saja, apalagi turnamen sekelas Piala Dunia jelas sebuah tim butuh seorang pemimpin di lini belakang. Sekarang semuanya tergantung Joachim Low sebagai pelatih untuk menentukan siapa kiper nomor satu Jerman di Rusia.

Jadi, sekarang waktunya bertanya, Neuer atau Ter Stegen Jerman?

 

Text : Aga Buge Katiara | Photo / Video : Sport.es | Editor: Andi Wahyudi | 9 February 2018

  • facebook share

RELATED NEWS

Bisa Ikuti Jejak Zidane, Solari?

Bisa Ikuti Jejak Zidane, Solari?

FOOTBALL
Indonesia-Timor Leste Sepi Peminat

Indonesia-Timor Leste Sepi Peminat

FOOTBALL
Bima Tak Ingin Bebani Indonesia

Bima Tak Ingin Bebani Indonesia

FOOTBALL
Bima: Pemain Harus Jaga Emosi!

Bima: Pemain Harus Jaga Emosi!

FOOTBALL

QUICK NAVIGATION

Image

SPORTKU adalah media berita online yang menyajikan informasi seputar dunia olahraga dengan mengedepankan Action, Competition, Adrenaline dan Lifestyle. 
ACT YOURS!

GROUP OF

Image

MAHAKA MEDIA, dengan tagline "Beyond Media Creation", merupakan perusahaan induk dari unit usaha media dan hiburan (entertainment) yang memiliki kekuatan di bidang Broadcasting, Printing&Publishing, Online dan Marketing Company