image Gerard Deulofeu (youtube)

Gerard Deulofeu dan Kebijakan Transfer Barcelona

Text : Handy Fernandy | Photo / Video : Everythingbarca, youtube | Editor: Andi Wahyudi | 9 February 2018

uploads/news/2018/02/gerard-deulofeu-dan-kebijakan-41946a6edc2892d.jpg

Gerard Deulofeu dan Kebijakan Barcelona

la-masia-barcelona-everythingbarca--680937fd2609d30
SPORTKU.COM

Peminjaman Gerard Deulofeu dianggap sebagai bukti bahwa Barcelona tak lagi mengandalkan talenta dari akademi mereka.

Pada bursa transfer musim dingin beberapa waktu lalu, Barcelona dapat dikatakan sebagai salah satu klub paling boros dalam mengeluarkan uang demi mendatangkan pemain idaman. Blaugrana tercatat mengeluarkan biaya 132 juta euro atau sekitar Rp2,39 triliun untuk mendatangkan dua pemain baru, yakni Philippe Coutinho dari Liverpool dan Yerry Mina dari Palmeiras.

Namun, efek dari perekrutan pemain anyar adalah membuat skuad menjadi gemuk. Nah, untuk membuat skema tim menjadi seimbang, maka harus ada pemain yang dilepas agar ideal. Atas dasar itu, Barcelona sendiri membuang empat pemain dengan rincian satu dijual, tiga dipinjamkan.

Javier Mascerano yang dijual ke Hebei China Fortune dengan biaya 5,5 juta euro dan peminjaman Arda Turan ke Basakhehir dapat dikatakan sebagai pilihan tepat. Kedua pemain sudah dikatakan berumur dan layak untuk pergi sebagai upaya untuk regenerasi.

Namun, dua sisa pemain yang dipinjam, yakni Rafinha ke Inter Milan dan Gerard Deulofeu ke Watford dapat dikatakan sebagai keputusan aneh. Pertama adalah kedua pemain tersebut masih terhitung muda dan terbukti bisa bersaing di level tertinggi.

Kedua adalah bahwa baik Rafinha maupun Deulofeu merupakan jebolan La Masia—yang merupakan akademi sepak bola milik Barcelona. Meski berstatus pinjaman alias bisa ditarik sewaktu-waktu, namun hal ini tentu mengecewakan.

Terutama bagi Deulofeu, winger berusia 23 tahun itu sebenarnya baru kembali didatangkan dari Everton di awal musim 2017/2018. Ia direkrut oleh Barcelona dengan biaya sebesar 12 juta euro atau sekitar Rp195,7 miliar.

Barcelona sendiri memulangkan Deulofeu lantaran dirinya tampil impresif ketika dipinjamkan oleh The Toffes selama setengah musim ke AC Milan. Di klub tersebut, pemain yang beroperasi di sisi sayap kanan itu tampil sebanyak 17 pertandingan dengan mencetak empat gold an tiga assist.

Baca juga
Neuer Atau Ter Stegen Jerman?

Berkat penampilan memikatnya tersebut, Deulofeu bahkan dianugerahi kesempatan untuk membela Tim Nasional (Timnas) Spanyol senior pada tahun 2017 lalu.

Namun, ketika kembali ke Barcelona. Deulofeu justru jarang mendapatkan kesempatan turun. Tercatat ia hanya tampil sebanyak 17 pertandingan bersama Barca di semua ajang dengan torehan dua gol dan tiga assist.

Hal inilah yang pada akhirnya membuat Deulofeu pun dipinjamkan ke Watofrd, klub yang bermain di Liga Primer Inggris pada pertengahan musim ini. Sebuah keputusan yang win-win solution.

Watford butuh pemain kreatif dalam sisi menyerang, sementara Deulofeu menit bermain demi mewujudkan impiannya bermain di putaran final Piala Dunia 2018 mendatang bersama Tim Nasional (Timnas) Spanyol.

Gerard Deulofeu (youtube)

la-masia-barcelona-everythingbarca--680937fd2609d30.jpg

Barcelona Sia-Siakan Produk Internalnya?

Sebelum membuang Rafinha dan Deulofeu. Barcelona sendiri sudah mengraduate talenta seperti Munir El Haddadi, Martin Montoya, Marc Bartra, dan Christian Tello dengan status ada yang dipinjamkan dan ada juga yang dijual.

Dengan demikian, Barcelona hanya menyisahkan pemain senior kelahiran akademi seperti Lionel Messi, Iniesta, Gerard Pique, Jordi Alba dan Sergio Busquets yang merupakan generasi tua.

Memang masih ada pemain muda jebolan akademi La Masia, seperti Sergi Roberto, Aleix Vidal, Denis Suarez, dan Sergi Samper. Namun hanya Roberto saja yang masuk dalam starting line up milik pelatih Ernesto Valverde.

Hal ini pun membuat publik menerka bahwa Barcelona kini sudah tak lagi mempercayakan estafet kepada pemain lulusan akademi mereka. Tim yang bermarkas di Camp Nou itu justu lebih gemar dengan pemain asing, bahkan di musim ini mereka justru mengeluarkan banyak uang untuk membeli pemain. Total mereka mengeluarkan biaya sebesar 324 juta euro atau sekitar Rp5 triliun!

Adapun pemain yang didatangkan selain Coutinho dan Mina adalah Ousmane Dembele, Nelson Semedo, dan Marlon. Kedatangan mereka pada akhirnya mengusur pemain-pemain muda di Barcelona.

Tentunya hal ini menjadi sebuah elegi mengingat Barcelona—di bawah pelatih Pep Guardiola—berjaya di kompetisi lokal maupun internasional dengan banyak mengandalkan pemain yang lahir dari internal klub.

Baca juga
Wisma Atlet Kemayoran Siap Huni

Text : Handy Fernandy | Photo / Video : Everythingbarca, youtube | Editor: Andi Wahyudi | 9 February 2018

  • facebook share
  • twitter share
  • instagram connect
  • youtube connect

RELATED NEWS

QUICK NAVIGATION

Tagline

SPORTKU adalah media berita online yang menyajikan informasi seputar dunia olahraga dengan mengedepankan Action, Competition, Adrenaline dan Lifestyle. 
ACT YOURS!

GROUP OF

Mahaka Media

MAHAKA MEDIA, dengan tagline "Beyond Media Creation", merupakan perusahaan induk dari unit usaha media dan hiburan (entertainment) yang memiliki kekuatan di bidang Broadcasting, Printing&Publishing, Online dan Marketing Company