image

Mengenal Aymeric Laporte, Punggawa Baru Manchester City

Text : Handy Fernandy | Photo / Video : The Sun | Editor: Andi Wahyudi | 11 February 2018

SPORTKU.COM

Inilah lima fakta menarik soal Aymeric Laporte, pemain baru Manchester City.

Manchester City membuat kejutan di penutupan bursa transfer musim dingin beberapa lalu dengan mendatangkan pemain belakang baru. Pemain yang dimaksud adalah Aymeric Laporte. Ia dibeli dari Athletic Bilbao dengan harga sebesar 57 juta poundsterling atau sekitar Rp1 triliun.

Dengan harga beli tersebut, Laporte sukses memecahkan dua rekor baru. Pertama adalah pemain paling mahal dalam sejarah Manchester City—mengalahkan rekor milik Kevin De Bruyne seharga 55 juta poundsterling—dan menjadi bek termahal kedua di dunia. Posisi pertama masih digenggam oleh bek anyar Liverpool, Virgil van Dijk yang memiliiki harga jual sebesar 75 juta poundsterling atau sebesar 1,48 triliun.

Laporte sendiri sudah menjalani debutnya bersama Manchester City saat mereka menang telak 3-0 atas West Bromwich Albion, dalam lanjutan Liga Primer Inggris matchday 25, Kamis (1/2) dini hari WIB.

Namun tak banyak yang mengenal pemain yang baru berusia 23 tahun itu. Pasalnya, sebelumnya klub asal Manchester tersebut bukanlah pemain tenar. Bahkan, belum tampil di ajang internasional lantaran hanya bermain di kesebelaan kecil.

Berikut lima faktat terkait dengan Laporte yang disusun oleh redaksi SPORTKU:

Transfer Laporte Selamatkan Klub Masa Kecilnya dari Bangkrut

Transfer besar Laporte nampaknya tak hanya dinikmati oleh agen dan klub Athletic Bilbao. Namun juga Sporting Union of Agen, klub yang pernah menjadi tempat latihan sang pemain saat berusia enam sampai 11 tahun.

Sporting Union of Agen berhak mendapatkan jatah transfer sebesar 0,25 persen alias uang sebesar 570 ribu poundsterling sebagai kompensasi lantaran ikut terlibat dalam perkembangan Laporte sebagai pemain.

Awalnya, Sporting Union of Agen akan dibubarkan lantaran krisis keuangan. Dengan tambahan uang tersebut, mereka mengaku kini keadaan keuangan klub menjadi stabil.

"Jika saja aturan ini tidak dijalankan (hak Sporting Union of Agen tidak diberikan), kami sudah berniat untuk menutup klub di akhir musim karena kami tidak mampu memenuhi biaya untuk menjalankan klub,” ucap Jean-Claude Brunel, co-presiden klub seperti dikutip dari Four-four Two.

Idolai Sylvain Wiltord

Sewaktu kecil, Laporte berposisi sebagai seorang striker. Hal tersebut lantaran terinfluence oleh Sylvain Wiltord, penyerang asal Prancis yang terkenal tajam ketika membela Arsenal.

"Saya memulai sebagai striker, saya selesai delapan kali sebagai pencetak gol tertinggi di semua turnamen," kata Laporte seperti dikutip dari ESPN.

"Saya sudah memiliki beberapa idola tapi mereka bukan bintang. Ketika saya masih sangat muda, saya sangat menyukai striker yang bermain untuk Girondins de Bordeaux, yang merupakan tim yang saya dukung. Itu adalah Sylvain Wiltord. Saya memiliki kaos Wiltord. Saya juga menyukai (mantan striker Portugal dan mantan pemain Bordeaux) Pauleta. Saya merayakan gol mencetak gol seperti dia," sambungnya.

Baca juga
Daud Curhat Soal Pelatih Barunya

Menjadi Andalan Sejak Muda

Dalam situs resmi Manchester City, Pep Guardiola mengatakan bahwa meski usia Laporte masih muda, yakni 23 tahun. Namun, pemain tersebut sudah dianggap matang dan mampu bersaing. Hal tersebut menilik dari banyaknya kesempatan bermain yang didapat oleh pemain bertinggi 191 cm itu.

Tercatat, Laporte sudah tampil sebanyak 222 pertandingan dan sukses mencetak 10 gol dan sukses mengantarkan klub Athletic Bilbao meraih satu gelar, yakni Supercopa de Espana pada tahun 2015 silam.

“Dia adalah bek sentral berkaki kidal yang sudah bermain di level tertinggi La Liga sejak usia muda,” kata Guardiola.

Pernah Menolak Manchester City

Penampilan Laporte yang gemilang bersama Athletic Bilbao dalam beberapa musim terakhir mengundang klub-klub lain untuk mendapatkannya. Ia bahkan pernah ditawar untuk membela Manchester City pada musim 2015/2016 lalu.

Namun, Laporte menolak. Ia justru menandatangani kontrak baru bersama Athletic Bilbao selama empat musim. Namun, tawaran sebesar 57 juta poundsterling yang datang dari City tak lagi mampu ditolak oleh Athletic yang akhirnya rela melepas pemain andalannya tersebut.

Ingin Membela Prancis

Meski memiliki darah Spanyol, namun Laporte justru ingin membela Prancis. Ia sendiri sudah bermain di Timnas Prancis di kategori usia U-17,18,19, dan 21 dan berharap untuk bisa tampil di level senior.

Laporte sendiri sebelumnya sudah ditawari oleh Spanyol untuk dinaturalisasi. Namun, nampaknya dirinya lebih condong ke Prancis yang merupakan tanah kelahirannya.

"Ini adalah sesuatu yang saya impikan, saya tahu saya harus terus bertekun dan rendah hati, Anda dapat mengatakan bahwa tim nasional Spanyol menginginkan jasa saya. Saya tidak pernah berpikir akan bermain bagi Spanyol. Saya selalu jelas dan saya Saya selalu mengatakan bahwa keinginan pertama saya adalah bermain untuk Prancis," katanya.

Baca juga
Jadwal Asian Le Mans Series

 

Text : Handy Fernandy | Photo / Video : The Sun | Editor: Andi Wahyudi | 11 February 2018

  • facebook share
  • twitter share
  • instagram connect
  • youtube connect

RELATED NEWS

QUICK NAVIGATION

Tagline

SPORTKU adalah media berita online yang menyajikan informasi seputar dunia olahraga dengan mengedepankan Action, Competition, Adrenaline dan Lifestyle. 
ACT YOURS!

GROUP OF

Mahaka Media

MAHAKA MEDIA, dengan tagline "Beyond Media Creation", merupakan perusahaan induk dari unit usaha media dan hiburan (entertainment) yang memiliki kekuatan di bidang Broadcasting, Printing&Publishing, Online dan Marketing Company