image

Jangan Ngawur Atur Tekanan Angin Ban Motor Balap

Text : Suhartono | Photo / Video : Suhartono | 14 February 2018

SPORTKU.COM

Banyak hal yang berperan dalam dunia balap untuk bisa mencapai kemenangan. Bahkan dari hal kecil pun bisa menjadi faktor kunci.

Salah satu kunci kesuksesan pebalap agar bisa mencapai garis finish adalah pemakaian ban. Jangan sembarangan pilih ban bagi para pebalap. Mereka harus jeli menyesuaikan ban yang akan digunakan untuk balapan. Harus disesuaikan dengan kondisi aspal juga cuaca.

Bicara soal ban, tekanan angin pun tak bisa dipandang enteng. Ada ukuran pasti atau patokan bagi para pebalap untuk menentukan berapa tekanan ban yang harus mereka gunakan. Dalam menentukan tekanan angin pada ban balap juga dipengaruhi oleh banyak hal.

"Banyak hal yang harus kita perhatikan saat menentukan besar tekanan angin pada ban balap. Kalau menurut saya mulai dari jenis dan tipe ban, suhu, berat badan, dan merek ban yang ikita gunakan. Karena tiap merek ban pasti akan berbeda tekanan anginnya," ungkap Wawan Hermawan.

Pebalap asal Ciamis, Jawa Barat itu melanjutkan jika merek ban dari setiap pabrikan memang berbeda-beda tekanan anginnya. "Yang bikin beda tekanan anginnya dari setiap pabrikan ban itu bisa dari profil ban dan juga konstruksi bannya itu sendiri," imbuhnya.

Lalu berapa tekanan angin ban yang sesuai untuk ban balap? Memang banyak faktor yang menentukan untuk menentukan berapa tekanan angin. Selain yang sudah disebutkan di atas, kondisi trek serta lay out sirkuit juga menjadi salah satu faktor penentu lainnya. Untuk motor bebek dan sport pun juga punya perbedaan signifikan.

Baca Juga
Rossi, Helm, dan Cerita Di Dalamnya

 

"Kalau untuk motor sport 150cc seperti Honda CBR150R, biasanya untuk depan 21 psi dan belakang 20 psi. Ini yang sering digunakan di Sirkuit Sentul Bogor, Jawa Barat (Sentul Gede). Kalau untuk sirkuit nonpermenen atau trek dadakan dengan motor bebek Honda Sonic misalnya, saya pakai ukuran 17 psi di depan dan belakang 18 psi. Atau sama-sama pakai 17 psi juga bisa. Ukuran ini juga bisa dipakai di Sirkuit Sentul," beber Wawan Herawan.

"Itu acuan yang saya pakai di Sirkuit Bung Tomo, Surabaya. Dengan suhu aspal mencapau 55 derajad. Tapi di Sirkuit Sentul juga sama, bisa pakai ukuran itu," imbuh Wawan, pebalap Astra Motor Racing Team (ART) Yogyakarta yang punya bobot 50kg.

Saat kondisi aspal basah, pengukuran tekanan angin pada ban balap juga akan berubah. Untuk Wawan, biasanya dia akan pakai ban dengan ukuran 17 psi di bagian depan dan belakang. "Kalau trek basah saya pakainya sama 17 psi di semua sirkuit. Ukur tekanan angin ban memang hal kecil tapi sangat fatal juga kalau ukurannya gak sesuai."

Baca Juga
5 Sekolah Balap Motor di Indonesia

Sementara itu, M. Jimmy Handoyo selaku Technical Service & Development Dept. Head FDR mengatakan jika tekanan angin pada motor balap dengan harian memiliki perbedaan. Di mana kata Jimmy, tekanan angin pada motor harian  lebih tinggi dari motor balap. FDR sendiri memberikan rekomendasi kepada para penggunanya untuk motor harian berkisar 29-33 psi. "Itu untuk rekomendasi ban FDR. Ban lainnya punya rekomendasi masing-masing. Tapi mungkin tidak jauh beda," katanya.

"Ada dua hal yang alasannya ban motor harian tekanan anginnya lebih rendah. Pertama perihal grip, dengan tekanan lebih rendah berarti kontak area lebih besar sehingga pengaruh ke grip. Dan yang kedua tekanan angin, saat balapan kenaikan tekanan angin lebih besar dibandingkan saat pemakaian untuk harian sehingga untuk pemakaian harian tekanannya lebih tinggi," jelas Jimmy.

"Kalau tekanan angin di ban balap beda-beda, tergantung kondisi dan settingan dari tim balap. Beda dengan ban harian yang antara 29-33 psi untuk rekomendasinya. Idealnya untuk ban balap sebenarnya antara 19-22 psi, ini untuk motor balap bebek. Kalau motor balap sport 22-24 psi untuk tipe bias. Untuk radial 24-28 psi," tutup Jimmy.

Memang, tidak semua pebalap memiliki selera yang sama. Begitu juga soal ukuran tekanan angin ban yang mereka gunakan. Dari setiap pebalap bisa saja akan berbeda.

Baca Juga
Teknik Balap Gantung Gas Sudah Tak Berlaku di Kelas Sport

Text : Suhartono | Photo / Video : Suhartono | 14 February 2018

  • facebook share
  • twitter share
  • instagram connect
  • youtube connect

RELATED NEWS

QUICK NAVIGATION

Tagline

SPORTKU adalah media berita online yang menyajikan informasi seputar dunia olahraga dengan mengedepankan Action, Competition, Adrenaline dan Lifestyle. 
ACT YOURS!

GROUP OF

Mahaka Media

MAHAKA MEDIA, dengan tagline "Beyond Media Creation", merupakan perusahaan induk dari unit usaha media dan hiburan (entertainment) yang memiliki kekuatan di bidang Broadcasting, Printing&Publishing, Online dan Marketing Company