image

Kebangkitan Fabio Quagliarella

Text : Handy Fernandy | Photo / Video : Sampdoria Official | Editor: Dedi Hermawan | 15 February 2018

SPORTKU.COM

Di usianya yang memasuki masa senjakala bagi pesepak bola, Fabio Quagliarella justru menunjukkan ketajamannya yang sempat hilang.

Sepanjang karir sepak bolanya, Fabio Quagliarella lebih akrab dengan nomor 27 yang merupakan nomor punggung yang ia gunakan ketika berseragam Sampdoria, Torino, Juventus dan Udinese. Namun, angka 13 justru lebih tepat mengambarkan sosok pria pesepak bola berusia 35 tahun itu.

13 adalah jumlah gol terbanyak yang ia cetak dalam satu musim di Serie A. Pertama kali ia mendapatkannya saat membela Sampdoria pada musim 2006/2007 yang kemudian ia lanjutkan ketika membela Udinese (2008/2009) dan Torino (2014/2015).

Namun, di musim ini,Quagliarella berhasil memutus rekor pribadinya tersebut dengan mencetak 17 gol dari 23 pertandingan di Serie A sejauh ini. Berkat torehan ini, pesepak bola yang mengawali debut di Serie A pada musim 1999/2000 bersama Torino itu kini bersaing dengan striker top di daratan Italia macam Ciro Immobile dan Mauro Icardi untuk meraih gelar top skor musim ini.

Ketajaman Quagliarella di musim ini seakan-akan melanjutkan tradisi unik di Serie A dimana ada seorang striker yang uzur namun jusru menunjukan kembali ketajamannya dalam mencetak gol. Di masa lalu, ada nama Dario Hubner yang sukses keluar menjadi capocannonieri dengan 24 gol—bersama David Trezeguet—di usia 35 tahun.

Dalam beberapa tahun terakhir, Serie A juga menyajikan penyerang seperti Luca Toni dan Antonio Di Natale yang sukses menjadi top skor di meski usia mereka tak lagi terhitung sebagai pesepak bola muda lagi.
Toni misalnya, ia justru keluar sebagai top skordi usianya yang ke-38. Ia mencetak 22 gol dalam semusim yang ia lakukan di musim 2014/2015. Padahal, ia bermain di kesebelasan Hellas Verona yang notabene merupakan tim yang berstatus sebagai kuda hitam.

Berkat torehan tersebut, Toni pun mencatatkan diri sebagai pemain tertua di Italia yang sukses menjadi top skorer.

Sementara, Di Natale merupakan penyerang yang tercatat sempat menjadi top skor dua musim beruntun, yakni di musim 2009/2010 dan 2010/2011di umur 33 dan 34 tahun.

Pemain yang pensiun di musim lalu ini bahkan konsisten mencetak dua digit gol dalam sembilan musim beruntun di Serie A dimana lima di antaranya dilakukan ketika usianya menginjak angka kepala tiga. Hal ini mengisyaratkan bahwa semakin berumur semakin subur.

Baca juga
Ini Mobil Baru Haas F1 Team

Berkah bagi Sampdoria

Persaingan di Serie A musim ini dapat dikatakan tak lagi monoton. Juventus yang menjadi penguasa dalam enam musim beruntun kini belum bisa menemukan tempat nyaman di klasemen. Sementara, Napoli—si nomor dua dalam beberapa musim terakhir—kini untuk sementara memimpin.

Selain itu konsistensi AS Roma yang berada di papan atas juga kebangkitan tim seperti Lazio dan Inter milan membuat persaingan Serie A musim ini kembali kompetitif.

Kejutan juga terjadi oleh Sampdoria. Kesebelasan yang dibela oleh Quagliarella ini juga sukses menembus 10 besar dengan menempati posisi keenam di klasemen sementara Serie A dengan raihan 41 poin hasil dari 12 kali menang, 5 imbang dan 7 kali kalah.

Posisi Sampdoria bahkan lebih baik daripada AC Milan yang berada satu strip di bawahnya dengan 38 poin. Padahal, pengeluaran mereka dalam bursa transfer jauh lebih banyak ketimbang dengan Il Samp.

Bahkan di awal musim, Sampdoria banyak kehilangan pemain andalannya, sebut saja Patrik Schick, Luis Muriel, Bruno Fernandes, hingga Milan Skriniar hijrah setelah dipinang oleh klub lain.

Namun, justru kehilangan Schik dan Muriel yang musim lalu merupakan peneyrang utama menjadi berkah bagi Quagliarella. Ia justru semakin berkembang dan menjadi target man dari Sampdoria dan dibalasnya dengan gelontonran gol.

Kontribusi Quagliarella bagi Sampdoria amat terasa, setidaknya 12 gol yang ia cetak mampu mengantarkan klub berjuluk Il Samp tersebut sukses meraih 21 poin alias tujuh kemenangan atau 58 persen dari total kemenangan klub adalah berkat andilnya.

Bila Quagliarella tetap konsisten mencetak gol hingga akhir musim, bukan tidak mungkin dirinya bisa meraih gelar top skor yang belum pernah ia menangkan sepanjang karir sepak bolanya.

Baca juga
Di Balik Penampilan Cemerlang Sampdoria

 

Text : Handy Fernandy | Photo / Video : Sampdoria Official | Editor: Dedi Hermawan | 15 February 2018

  • facebook share
  • twitter share
  • instagram connect
  • youtube connect

RELATED NEWS

QUICK NAVIGATION

Tagline

SPORTKU adalah media berita online yang menyajikan informasi seputar dunia olahraga dengan mengedepankan Action, Competition, Adrenaline dan Lifestyle. 
ACT YOURS!

GROUP OF

Mahaka Media

MAHAKA MEDIA, dengan tagline "Beyond Media Creation", merupakan perusahaan induk dari unit usaha media dan hiburan (entertainment) yang memiliki kekuatan di bidang Broadcasting, Printing&Publishing, Online dan Marketing Company