image

Mampukah Seedorf Selamatkan Deportivo dari Degradasi?

Text : Handy Fernandy | Photo / Video : Deportivo Official | Editor: Andi Wahyudi | 18 February 2018

SPORTKU.COM

Mampukah Clarence Seedorf Selamatkan Deportivo La Coruna dari Degradasi di akhir musim nanti?

Deportivo La Coruna membuat keputusan mengejutkan, pada awal Februari 2018 lalu, mereka secara resmi memperkenalkan Clarence Seedorf sebagai pelatih baru mereka dengan durasi kontrak hingga musim 2017/2018 berakhir.

Seedorf, dibebankan tugas yang cukup sulit, yakni menyelamatkan Super Depor dari jerat degradasi. Pasalnya, klub tersebut kini tengah dalam posisi ke-19 alias dengan hanya mengumpulkan 17 poin sejauh ini.

Deportivo sendiri sebelumnya sudah dua kali gonta-ganti pelatih, yakni Cristobal Parralo dan Pepe Mel. Namun keduanya kemudian dipecat lantaran tak mampu mengangkat prestasi tim.

Dilansir dari AS English, sebelum memilih Seedorf, Deportivo sendiri sebelumnya sudah memiliki dua kandidat untuk mengisi posisi paling sentral di klub.

Yang pertama, mantan pemain mereka, Martin Lasarte. Namun, mantan pelatih Club Nacional de Football itu menolak tawaran tersebut lantaran menurutnya tak ada kejelasan visi tim di masa depan.

Sementara yang kedua, Diego Alonso, pelatih klub Pachuca berkebangsaan Uruguay terbentur masalah lisensi yang membuat dirinya gagal untuk mengambil kesempatan tersebut. Akhirnya, manajemen Deportivo pun memilih Seedorf, yang notabene merupakan pilihan ketiga sebagai pelatih baru mereka.

Prestasi Seedorf Saat Menjadi Pelatih

Saat sebagai pemain, Clarence Seedorf merupakan salah satu pemain tengah terbaik di dunia. Bahkan, legenda sepak bola dunia, Pele mencantumkan namanya dalam 100 pemain terbaik FIFA versi pilihannya.

Tak heran, berkat kemampuan olah bola Seedorf yang briliant membuat dirinya sempat bermain di empat klub top Eropa, yakni Ajax, Real Madrid, Inter Milan, dan AC Milan. Namun, saat di Milan-lah, namanya benar-benar melegenda.

Baca juga
Rekap Hasil WRC Swedia 2018

Meski memiliki karir cemerlang saat masih aktif, namun Seedorf justru belum bisa menunjukan kualitasnya ketika menjadi pelatih. Di awal kepelatihannya pada Juni 2014 lalu , pria asal Belanda tersebut langsung ditunjuk untuk menukangi Milan dengan menggantikan Massimiliano Allegri.

Di awal kepelatihan, Seedorf sempat menjanjikan, ia sukses mengantarkan Milan menang di laga debutnya melawan Hellas Verona, mengantarkan Rossoneri menang lima kali beruntun hingga menang di laga derby melawan Inter.

Namun, lantaran Milan hanya berada di posisi ke delapan di klasemen akhir Serie A musim 2013/2014 membuat Seedorf dipecat hanya dalam waktu empat bulan saja dan posisinya digantikan oleh Fillipo Inzaghi.

Selain di Milan, Seedorf sempat melanjutkan karirnya di Tiongkok. Ia menjabat sebagai pelatih Shenzhen FC, klub yang bermain di divisi dua Tiongkok pada tahun 2016. Di klub tersebut, prestasi pria berusia 41 tahun itu jauh lebih buruk, ia hanya menukangi tim tersebut selama 13 pertandingan dengan hanya memenangkan tiga pertandingan saja.

Di akhir musim, Seedorf pun dipecat lantaran hanya sanggup mengantar Shenzen FC berada di posisi kesembilan klasemen akhir alias jauh dari target yang dibebankan dirinya, yakni pormosi ke Liga Super Tiongkok musim berikutnya. Posisinya digantikan oleh Sven-Goran Eriksson.

Pilihan Deportivo yang Penuh Resiko

Manajemen Deportivo sendiri tentu menyadari catatan masa lalu Seedorf, baik ketika saat menjadi pemain maupun menjadi pelatih. Pastinya mereka pun sudah memikirkan keputusan yang dianggap cukup beresiko tak hanya bagi klub, tapi juga bagi sang pelatih sendiri.

Hal tersebut terbukti dari laga debutnya melawan Real Betis lalu yang berujung kekalahan pada Selasa (13/2) lalu. Namun, tentu satu laga tak bisa menjadi tolak ukur dari kapasitas Seedorf. Namun, menjadi sebuah warning yang jelas bahwa sebuah keputusan salah bisa berakibat buruk.

Seedorf tentu tahu pilihan yang ia ambil berat dan resiko yang terima besar. Butuh waktu, namun juga butuh pembuktian. Dan itulah yang lebih diutamakan saat ini.

Baca juga
AXIC Gelar Jamnas di Malang

Text : Handy Fernandy | Photo / Video : Deportivo Official | Editor: Andi Wahyudi | 18 February 2018

  • facebook share
  • twitter share
  • instagram connect
  • youtube connect

RELATED NEWS

QUICK NAVIGATION

Tagline

SPORTKU adalah media berita online yang menyajikan informasi seputar dunia olahraga dengan mengedepankan Action, Competition, Adrenaline dan Lifestyle. 
ACT YOURS!

GROUP OF

Mahaka Media

MAHAKA MEDIA, dengan tagline "Beyond Media Creation", merupakan perusahaan induk dari unit usaha media dan hiburan (entertainment) yang memiliki kekuatan di bidang Broadcasting, Printing&Publishing, Online dan Marketing Company