Inilah Kunci Sukses Persija Juara Piala Presiden 2018

Text : Handy Fernandy | Photo / Video : Pariyono | Editor: Andi Wahyudi | 19 February 2018

Inilah Kunci Sukses Persija Juara

SPORTKU.COM

Inilah faktor-faktor yang dianggap membuat Persija Jakarta sukses memenangkan Piala Presiden edisi 2018.

Persija Jakarta keluar sebagai juara di ajang Piala Presiden edisi 2018 setelah di final berhasil mengalahkan Bali United dengan skor 3-0 di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta, Sabtu (17/2) malam WIB.

Kesuksesan Persija meraih gelar di turnamen pramusim itu membuat mereka mengakhiri dahaga gelar juara berskala nasional. Pasalnya, terakhir kali tim berjuluk Macan Kemayoran meraih gelar bergengsi pada tahun 2001 lalu ketika mereka keluar sebagai Juara Liga indonesia.

Selain itu, kemenangan Persija juga berhasil membalas kekalahan yang mereka dapat dari Bali United di babak fase grup. Sebelumnya, Persija harus takluk 2-3 dari Bali yang bermain di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Senin (29/1) lalu.

Dengan gelar ini, Persija pun menghapus rekor buruk mereka di Piala Presiden. Sebelumnya, dalam dua gelaran terakhir, tim yang memiliki ciri khas jersey berwarna merah itu selalu gagal lolos fase grup.

Kesuksesan yang diraih oleh Persija kali ini tentu mengundang perhatian. Banyak yang bertanya-tanya apa kunci sukses memenangkan gelar. Berikut faktor-faktor yang dianggap menjadi jawaban atas prestasi yang didapat oleh tim asal Ibukota Indonesia ini.

Kesuksesan Transfer Pemain

Sebelum Piala Presiden 2018 dimulai, Persija sebenarnya banyak kehilangan pemain kuncinya di musim lalu. Yang paling menyita perhatian tentu saja duet pemain belakang mereka William Pacheco dan Ryuji Utomo.

Pacheco memilih bermain di Selangor, sementara Ryuji mencoba peruntungan barunya di kesebelasan asal Thailand, PTT Rayong. Kehilangan kedua pemain tersebut dianggap sebagai kehilangan paling besar mengingat keduanya merupakan kunci pertahanan Persija di musim lalu dengan hanya kebobolan 24 gol alias paling sedikit.

Namun, tak mau sedih berlarut. Persija pun akhirnya mencari pengganti. Nama Jaimerson da Silva direkrut dan diduetkan oleh Maman Abdurahman. Hasilnya, Persija hanya kebobolan lima gol di Piala Presiden 2018 lalu.

Bahkan, Jaimerson sukses mencetak dua gol di sepanjang turnamen. Hal ini pun membuat The Jak mania—julukan suporter Persija—mungkin sudah melupakan Pacheco dalam waktu yang cukup singkat.

Baca juga
Lima Produk Gagal La Masia

Tajamnya Marko Simic

Marko Simic Pemain Terbaik Piala Presiden 2018

final-piala-presiden-7569211c71901e8.JPG

Sama seperti Jaimerson, Marko Simic juga merupakan pemain yang baru didatangkan oleh Persija di musim ini. Namun, perang Simic dianggap lebih kentara mengingat perannya sebagai striker berhasil ia buktikan.

Sepanjang turnamen, pesepak bola asal Kroasia itu sukses mencetak 11 gol. Jumlah gol tersebut pun menyamai raihan Crisitan Gonzales pada Piala Presiden 2017 lalu dimana Arema—klub yang dibela Gonzales—pun keluar sebagai juara.

Simic pun juga menyamai raihan Zulham Zamrun, yakni keluar sebagai pencetak gol terbanyak sekaligus sebagai pemain terbaik di Piala Presiden. Zulham melakukan hal tersebut pada Piala Presiden 2015 silam.


Kehadiran Simic anggap sebagai jawaban atas kebutuhan striker tajam yang lama tak dimiliki oleh Persija. Bukan tidak mungkin, ia akan menunjukan ketajamannya di Liga 1 musim 2018 dan tentu menjadi sinyal bahaya bagi tim lawan.

Kejeniusan Teco

Bagaimanapun, Stefano Cugurra atau yang akrab disebut Teco adalah kunci dari Persija keluar sebagai kampiun. Dialah otak dari skema taktik yang membuat tim ini sukses dan tampil beda dari musim-musim sebelumnya, terutama di Piala Presiden.

Teco, yang baru didatangkan dari Brasil pada 2017 lalu juga tak langsung sukses di Piala Presiden 2017. Bahkan, ia gagal membawa Persija lolos ke perempat final dengan hanya menghuni posisi ketiga di klasemen.

Namun, kebolehan pelatih asal Brasil itu mulai terbukti dengan sukses mengantarkan Persija meraih posisi keempat di klasemen Liga 1 musim 2017 lalu sekaligus meraih satu tiket Asia dengan bermain di Piala AFC.

Padahal musim lalu Persija hanya menempati urutan ke-14 di Indonesia Soccer Championship (ISC) A 2016. Dengan skuat yang nyaris serupa dit ahun 2017, Teco mampu menyulap tim dengan tampil di luar ekspektasi.

Di final Piala Presiden 2018 kali ini. Skema taktik Teco sukses mematikan dua pemain kunci Bali, yakni Ilija ‘Spaso’ Spasojevic dan Nick van der Velden yang tak mampu melakukan pergerakan yang membahayakan. Spaso kehilangan magisnya akibat Nick, pemain yang merupakan konduktor distribusi bola Bali dimatikan oleh Sandi Sute yang tampil luar biasa sepanjang pertandingan.

Hanya butuh setahun bagi Teco untuk membuat Persija bisa berbangga meraih gelar. Hal yang lama didamba-dambakan.

Baca juga
Honda Dominasi Tes Pramusim Thailand

Text : Handy Fernandy | Photo / Video : Pariyono | Editor: Andi Wahyudi | 19 February 2018

  • facebook share

RELATED NEWS

Dilema Sirkuit dan Ban Lokal

Dilema Sirkuit dan Ban Lokal

TOPIC OF THE WEEK
Perjuangan Keras Galang Hendra

Perjuangan Keras Galang Hendra

TOPIC OF THE WEEK
Indonesia Darurat Pelatih Lokal

Indonesia Darurat Pelatih Lokal

TOPIC OF THE WEEK
Turnamen Antarklub Eropa Ketiga

Turnamen Antarklub Eropa Ketiga

TOPIC OF THE WEEK

QUICK NAVIGATION

Image

SPORTKU adalah media berita online yang menyajikan informasi seputar dunia olahraga dengan mengedepankan Action, Competition, Adrenaline dan Lifestyle. 
ACT YOURS!

GROUP OF

Image

MAHAKA MEDIA, dengan tagline "Beyond Media Creation", merupakan perusahaan induk dari unit usaha media dan hiburan (entertainment) yang memiliki kekuatan di bidang Broadcasting, Printing&Publishing, Online dan Marketing Company