image Iago Aspas Timnas Spanyol (squawka)

Menilik Peluang Iago Aspas ke Piala Dunia 2018

Text : Handy Fernandy | Photo / Video : Squawka, beinsports | Editor: Dedi Hermawan | 20 February 2018

uploads/news/2018/02/peluang-iago-aspas-ikuti-157525db6d0ec1f.jpg

Peluang Iago Aspas Ikuti Pildun

iago-aspas-beinsports--792073abe58bcac
SPORTKU.COM

Akankah Manajer Spanyol, Julen Lopetegui memberikan satu tempat tersisa bagi Iago Aspas di putaran final Piala Dunia 2018?

Nama Iago Aspas saat ini tengah menjadi buah bibir. Pasalnya, penyerang andalan Celta Vigo kini tengah bersaing dengan duo lini depan Barcelona, Lionel Messi dan Luis Suarez dalam perebutan gelar Trofeo Pichichi alias top skor La Liga musim 2017/2018 kali ini.

Saat ini Aspas sudah mencetak 15 gol, hanya berbeda tiga gol dari Suarez dan lima gol dari Messi yang sementara memuncaki daftar top skor di La Liga.

Selain berpeluang meraih gelar top skor, Aspas juga diprediksi akan mengulangi prestasinya musim lalu dengan meraih Zarra Trophy, gekar yang diperuntukan bagi pemain asal Spanyol yang paling subur di La liga. Musim lalu, pesepak bola berusia 30 tahun sukses merebut penghargaan ini usai mencetak 19 gol.

Bangkit Bersama Celta Vigo

Keputusan meninggalkan Celta Vigo pada tahun 2013 dengan bergabung bersama Liverpool, barangkali adalah keputusan terburuk yang pernah dilakukan oleh Aspas sepanjang karirnya. Bermain di hadapan Kopites di Anfield, pesepak bola bertinggi badan 176 cm itu gagal menunjukan kemampuan terbaiknya.

Dikutip dari penyedia statistik seoak bola, Transfermarkt. Aspas hanya tampil sebanyak 14 pertandingan bersama Liverpool di ajang Liga Primer Inggris. Bahkan, ia meninggalkan klub tersebut hanya dengan satu buah gol yang disarangkan ke gawang Oldham Athletic di Piala FA.

Kegagalan Aspas di Liverpool mungkin sudah diterka sejak awal. Saat itu, tim yang dinahkodai olhe Brendan Rodgers sudah memiliki barisan penyerang yang luar biasa meliputi Philippe Coutinho, Sterling, Sturridge hingga Luis Suárez. Tak heran bila, penyerang asal Spanyol itu kesulitan bersaing, dicap gagal oleh semua orang dan akhirnya pada musim berikutnya ia dipinjamkan ke Sevilla dengan opsi pembelian permanen.

Kembali ke La Liga dengan bermain di Sevilla juga tak membuat Aspas lebih baik. Meski secara statistik ada peningkatan -baik jumlah gol maupun jumlah penampilan, namun secara total, penampilannya dianggap tidak memuaskan dan akhirnya dilego ke Celta.

Kepindahannya ke Celta pada 12 juni 2015 pun menjadi sebuah comeback yang baik bagi Aspas untuk menunjukan kualitas dirinya. Bermain bagi tim Celestes yang notabene klub idola masa kecilnya sekaligus tempat pertama kali menjadi pesepak bola profesional membuatnya bermain baik seolah-olah tanpa beban.

Bagi Celta, kehadiran Aspas tak dapat dipungkiri berhasil meningkatkan performa klub secara signifikan. Musim pertama kembalinya pemain yang lahir Moana, 1 Agustus 1987 itu, klub yang bermarkas di Balaidos Stadium sukses finish di urutan keenam di klasemen akhir La Liga dan menjadi semifinalis di ajang Copa Del Rey.

Baca juga
Fakta Baru Soal Federer

Musim berikutnya, Celta yang bermain di Liga Europa pun mampu berlaga hingga babak semifinal sebelum langkah mereka terhenti oleh Manchester United —klub yang keluar sebagai juara. Meski gagal juara, namun penampilan klub lebih baik ketimbang 10 tahun lalu, di ajang yang sama mereka hanya sanggup mencapai babak 16 besar.

Di musim ini, Celta memang masih terjebak di posisi ke-11. Namun, Aspas lagi-lagi keluar sebagai bagian paling berharga bagi klub. Pasalnya, 11 gol yang ia ciptakan mampu membawa tim berjuluk Celticos menang sebanyak 6 kali atau sebanyak 66 persen kemenangan di musim ini.

Singkatnya, tanpa kehadiran Aspas, Celta mungkin tak akan bisa tampil baik sejauh ini baik di La Liga, Copa del Rey hingga Liga Europa.

Gemilangnya penampilan Aspas tentu mendapatkan atensi yang besar dari klub lain. Bahkan, dikabarkan Barcelona juga berminat mendatangkannya musim lalu. Namun, ia mengaku menolak bermain di klub lain.

"Kami berdua (Aspas dan Celta) melakukan upaya besar dan saya sangat bersyukur. Saya telah mengalami masa-masa sulit setelah dua tahun terakhir ini; Saya perlu mendapatkan kembali kepercayaan diri saya karena saya melewati beberapa tambalan kasar (kesialan),” ungkap Aspas seperti dikutip dari The Sportsman.

"Akan lebih mudah untuk terus bermain untuk klub yang saya kontrak, menghasilkan uang dan duduk di rumah. Tapi saya suka menikmati sepak bola saya, bermain dan karena itulah, walaupun saya memiliki pilihan lain, pilihan terbaik adalah pulang ke rumah,” sambungnya.

Peluang Aspas Masuk Timnas Spanyol di Piala Dunia 2018?

Iago Aspas Timnas Spanyol (squawka)
iago-aspas-beinsports--792073abe58bcac.jpg

Dengan prestasi yang ditunjukan oleh Aspas dalam tiga musim terakhir di Celta tentu semua orang berharap ia bisa mewakili Spanyol di putaran final Piala Dunia 2018 yang akan bergulir dalam waktu yang tak lama lagi.

Namun, tentu Aspas mesti bersaing dengan striker-striker top Spanyol, mulai dari Alvaro Morata, Diego Costa, Pedro Rodriguez, Gerard Deulofeu, Vitolo, hingga Rodrigo.

Aspas sendiri sudah menjalani debut bagi Spanyol pada 2016 lalu dan telah menyumbangkan tiga gol dari tujuh penampilannya hingga 2017 lalu. Sebuah raihan yang cukup baik mengingat belum lama ia tergabung dalam barisan La Furia Roja.

Di usianya yang kini menginjak 30 tahun, bisa jadi Piala Dunia 2018 akan menjadi turnamen besar terakhirnya. Lopetegui harus membawanya, mungkin bukan sebagai pemain inti, namun bisa menjadi menjadi pemain pengganti ideal.

Aspas tentu akan menampilkan semua kebolehan yang ia miliki. Dan tentu, dirinya juga ingin meninggalkan tinta emas dalam karirnya dan membuktikan bahwa dia bukanlah pemain gagal, seperti yang dicemoohkan penggemar Liverpool di waktu silam.

"Saya selalu bekerja dengan sangat antusias, berharap bisa berada di skuad berikutnya dan mengetahui ada kelompok yang penuh dengan pemain yang melakukannya dengan sangat baik. Saya ingin pergi ke Piala Dunia dan begitu seterusnya, bermain. Seperti yang sering mereka katakan, tidak ada omong kosong belaka,” ujarnya seperti dikutip dari Football Espana.

Baca juga
Alasan M-Sport Tidak Lagi Kompetitif

Text : Handy Fernandy | Photo / Video : Squawka, beinsports | Editor: Dedi Hermawan | 20 February 2018

  • facebook share
  • twitter share
  • instagram connect
  • youtube connect

RELATED NEWS

QUICK NAVIGATION

Tagline

SPORTKU adalah media berita online yang menyajikan informasi seputar dunia olahraga dengan mengedepankan Action, Competition, Adrenaline dan Lifestyle. 
ACT YOURS!

GROUP OF

Mahaka Media

MAHAKA MEDIA, dengan tagline "Beyond Media Creation", merupakan perusahaan induk dari unit usaha media dan hiburan (entertainment) yang memiliki kekuatan di bidang Broadcasting, Printing&Publishing, Online dan Marketing Company