image

Beda Fairing Aerodinamika dengan Winglet Pada Motor Balap MotoGP

Text : Suhartono | Photo / Video : Ducati | Editor: Andi Wahyudi | 26 February 2018

SPORTKU.COM

Penyempurnaan regulasi MotoGP terus dilakukan. Seperti tahun 2017 yang mulai dilakukan pelarangan penggunaan winglet.

Sejak MotoGP 2017, Dorna Sports selaku penyelenggara MotoGP melarang penggunaan winglet karena dianggap membahayakan. Namun inovasi baru terus bermunculan dari tim-tim balap untuk tetap mengakali sapuan angin. Para tim balap pun tetap memiliki sayap yang tersamarkan.

Kini meski winglet sudah diharamkan, ada solusi baru dari para tim balap dengan menggunakan fairing aerodinamika. Berbagai desain anyar fairing aerodinamika juga sudah mulai bermunculan sejak tes pramusim di Sirkuit Sepang, Malaysia beberapa waktu lalu.

Ducati termasuk salah satu yang paling getol dalam hal riset fairing ini. Suzuki juga tak mau ketinggalan dengan fairing aerodinamika yang berbentuk 'kumis'. Pabrikan Jepang lainnya, Honda dan Yamaha juga enggan ketinggalan. Di tes pramusim Sepang lalu, kedua pabrikan itu juga mulai pamer fairing aerodinamika.

Dari semua bentuk fairing para tim memang terlihat mirip dengan winglet. Meski jika dilihat secara cermat dan mendetail, keduanya mempunyai perbedaan signifikan. Direktur Teknis MotoGP, Danny Aldridge pun angkat bicara mengenai perbedaan fairing aerodinamika dengan winglet.

“Yang paling penting bagi kami jelas soal keselamatan. Sesuai dengan kriteria, bahwa ujungnya membulat. Mereka juga sesuai dengan regulasi lebar fairing 600mm, dan kami memiliki peraturan ketat mengenai ukurannya yang tidak bisa berbentuk sayap (winglet),” papar Aldridge dikutip dari Motorsport.

Baca Juga
Kenali Keluarga Ban Balap FDR (Infografis)

“Banyak perdebatan mengenai desain fairing pada saat ini, tapi yang paling penting kami mengklasifikasikannya sebagai sidepod. Anda akan melihat mereka memiliki area atas, samping dan juga di bawahnya. Secara teknis tertutup, dan jauh lebih aman daripada (winglet) milik Ducati beberapa tahun lalu," imbuh Aldridge.

Mengenai fairing baru Yamaha dan Honda, Aldridge menekankan jika keduanya juga sudah mengikuti regulasi yang ditetapkan Dorna. Meski sebelumnya saat tes di Valencia, Yamaha memiliki fairing yang tidak mengikuti aturan. "Kemudian kami melihat mereka keluar dengan fairing baru yang dirancang ulang dan memang sesuai,” tandas Aldridge.

“Yang saya cari adalah keselamatan dan itu tidak diklasifikasikan menurut kami sebagai sayap. Bagi saya, sayap adalah satu kesatuan dan langsung keluar. Dengan fairing, ini jelas bagian yang sangat penting dari motor dan penting bagi kedua pihak untuk memahami apa batasannya dan apa yang diperbolehkan," sambung Aldridge.

Aldridge pun menyadari jika fairing aerodinamika yang sudah dimunculkan hingga tes pramusim Thailand masih akan terus diperbarui oleh mereka. Aldridge yakin para tim masih akan terus bereksperimen sebelum ketok palu terakhir dilakukan.

"Hanya di Qatar, pada balapan pertama, di mana fairing yang bisa mereka gunakan akan resmi. Jelas mereka akan ingin mendapatkan persetujuan sebelum ini, karena tidak ingin muncul di sana dengan fairing yang ilegal. Jadi, mereka akan berbicara kepada saya sekarang dan saya akan menyetujuinya selama tidak membuat perubahan untuk Qatar."

“Saya terus mengatakan, hal penting dari sudut pandang kami adalah keselamatan pembalap. Tapi kami juga perlu membiarkan pabrikan berkembang, merancang motor untuk melaju cepat dan seaman mungkin. Soal ini (fairing aerodinamika) merupakan bahan pembicaraan yang bagus di paddock," tutup Aldridge.

Baca Juga
Perbedaan AMA Supercross dan MXGP
Perbedaan Balap Motocross dan Grasstrack

Text : Suhartono | Photo / Video : Ducati | Editor: Andi Wahyudi | 26 February 2018

  • facebook share
  • twitter share
  • instagram connect
  • youtube connect

RELATED NEWS

QUICK NAVIGATION

Tagline

SPORTKU adalah media berita online yang menyajikan informasi seputar dunia olahraga dengan mengedepankan Action, Competition, Adrenaline dan Lifestyle. 
ACT YOURS!

GROUP OF

Mahaka Media

MAHAKA MEDIA, dengan tagline "Beyond Media Creation", merupakan perusahaan induk dari unit usaha media dan hiburan (entertainment) yang memiliki kekuatan di bidang Broadcasting, Printing&Publishing, Online dan Marketing Company