image Suporter Boca (Mirror) Boca vs river (Youtube) Stadion River Plate (Sport Lived)

'Superclassico' Pertandingan Panas Sebenarnya

Text : Aga Buge Katiara | Photo / Video : Istimewa | Editor: Andi Wahyudi | 28 February 2018

uploads/news/2018/02/-superclassico-pertandingan-panas-sebenarnya-247011c2a442310.jpg

'Superclassico' Pertandingan Panas Sebenarnya

derbi-panas-argentina-64670c720776818
derbi-panas-argentina-675489d3d71face
derbi-panas-argentina-45286e82cb61e3e
SPORTKU.COM

Sudah mendengar pertandingan super panas bertajuk Superclassico? Jika belum, maka di sini kami akan mengulasnya. 

Jika Anda berpikir pertandingan El Clasico antara Barcelona kontra Real Madrid atau derbi Manchester City melawan Manchester United sebagai laga terpanas di dunia, jelas salah. Pertandingan tersebut tentu saja bisa dibilang panas karena adanya sorotan tajam dari media yang tersebar ke seluruh dunia. Selain itu, banyaknya bintang top yang menghuni tim menjadi nilai plus. 

Namun, tahukah Anda bahwa laga panas yang sebenarnya terjadi di Buenos Aires, Argentina antara Boca Juniors vs River Plate. Pertandingan berjuluk Superclassico memang tidak semua orang mengenalnya.

Namun, jika Anda penggemar sepak bola sejati, bisa dipastikan harus menonton pertandingan ini setidaknya sekali seumur hidup. Apa sebabnya? Sebenarnya banyak alasan yang membuat laga ini sangat luar biasa. Salah satunya adalah basis pendukung kedua kesebelasan yang hampir menguasai seluruh wilayah Argentina.

Menurut hasil survey, 3/4 jumlah penduduk Argentina adalah pendukung Boca dan River. Tercatat bahwa 40% penduduk Argentina sebagai pendukung Boca Juniors sedangkan 32% menjadi pendukung River Plate. Sisanya baru pendukung klub-klub di Argentina.

Hal inilah yang membuat negara Argentina menjadi sangat mencekam saat kedua tim ini bertanding. Aktivitas masyarakat langsung terganggu akibat mayoritas penduduk akan tertuju pada pertandingan ini. Markas kedua tim, La Bombanera atau El Monumental bisa dipastikan penuh sesak oleh pendukung kedua kesebelasan. 

Baca Juga:
Skandal Perselingkuhan Pesepakbola Yang Hebohkan Publik

Suasana Stadion El Monumental ketika River menjamu Boca (Sport Lived)

derbi-panas-argentina-45286e82cb61e3e.jpg

Bahkan, pada Januari 2013 saat pertandingan digelar di tempat netral, antrian penonton mengular hingga 1,5 kilometer. Selain masalah jumlah suporter yang hampir menguasai seluruh Argentina, panasnya pertandingan ini juga diakibatkan latar belakang kedua kelompok suporter. River Plate adalah klub yang berasal dari daerah Nunez, wilayah ini merupakan kawasan elit di Buneos Aires di mana terdapat banyak apartemen mewah sehingga mayoritas warganya adalah kaum elit.

Sedangkan, Boca Juniors berasal dari wilayah La Boca yang menjadi area pelabuhan. Mayoritas penduduk di sini adalah kelas pekerja, selain itu, banyak juga penduduk daerah ini merupakan kaum pendatang dari Genoa, Italia. Hal itu pula yang membuat suporter Boca banyak yang berbicara bahasa Italia dalam kehidupan sehari-hari. Berbeda tentunya dengan suporter River Plate yang memakai bahasa resmi Argentina, yaitu bahasa Spanyol.

Kekerasan juga sering terjadi di derbi panas ini. Beberapa diantaranya bahkan membuat pertandingan tidak terkendali seperti tahun 1986. Kala itu, 71 suporter Boca tewas dan 150 luka-luka akibat kerusuhan yang terjadi di tribun sektor 12 Stadion El Monumental. Yang lebih mengerikan, seorang ibu sampai dipukul di depan anaknya karena menggunakan jersey River Plate oleh suporter Boca. 

Kemudian yang paling menarik tentu saat River Plate harus terdegradasi pada 2011 lalu. Saat itu, River Plate kalah di laga penentuan kontra Belgrano. Yang terjadi tentu saja kerusuhan oleh suporter River karena marah melihat tim kesayangannya harus turun kasta. Pihak keamanan setempat sampai mengerahkan mobil water canon, gas air mata, hingga peluru karet, tapi tetap gagal meredam emosi suporter River. 

Baca Juga:
Tampines Rovers Tidak Takut Teror Jakmania

Kerusuhan terjadi di pertandingan Superclassico (Youtube)

derbi-panas-argentina-675489d3d71face.jpg

Saat itu, Pemerintah Argentina, harus mengeluarkan himbauan bahwa wilayah Buenos Aires dalam keadaan darurat. Negara sampai mengerahkan 2 ribu polisi untuk menghentikan amuk suporter. Sementara itu, jika di wilayah Nunez terjadi kerusuhan, hal berbeda terjadi di La Boca. Suporter Boca Juniors langsung berpesta merayakan kegembiraan luar biasa. 

Mereka tumpah ruah ke jalanan seolah tim kesayangan mereka baru saja juara. Padahal, itu merupakan ungkapan kegembiraan atas kegagalan rival abadi mereka, River Plate. Saat itu, beberapa pendukung Boca sampai mengarak sebuah peti mati berwarna coklat yang di dalamnya diletakkan sebuah boneka mengenakan jersey River Plate. Sebuah spanduk besar bertuluskan “RIP 25 May 1901-26 June 2011’ makin menegaskan bahwa rival utama mereka telah tiada.

Jika dilihat dari panasnya persaingan kedua tim, memang Boca dan River seperti agama bagi mayoritas penduduk Argentina. Hal ini pun akhirnya diturunkan ke anak cucu mereka yang membuat rivalitas ini abadi sampai sekarang. Memang terdapat beberapa laga panas lainnya di Argentina, tapi tentunya tidak bisa mengalahkan panasnya pertarungan Superclassico.

Baca Juga:
Rafael Nadal Mundur Dari Meksiko Terbuka

Text : Aga Buge Katiara | Photo / Video : Istimewa | Editor: Andi Wahyudi | 28 February 2018

  • facebook share
  • twitter share
  • instagram connect
  • youtube connect

RELATED NEWS

QUICK NAVIGATION

Tagline

SPORTKU adalah media berita online yang menyajikan informasi seputar dunia olahraga dengan mengedepankan Action, Competition, Adrenaline dan Lifestyle. 
ACT YOURS!

GROUP OF

Mahaka Media

MAHAKA MEDIA, dengan tagline "Beyond Media Creation", merupakan perusahaan induk dari unit usaha media dan hiburan (entertainment) yang memiliki kekuatan di bidang Broadcasting, Printing&Publishing, Online dan Marketing Company