image Patrick Cutrone dan Gennaro Gattuso (Qalinka Cayaaraha)

Patrick Cutrone, Kartu AS AC Milan

Text : Handy Fernandy | Photo / Video : Espn Fc | Editor: Dedi Hermawan | 4 March 2018

uploads/news/2018/03/patrick-cutrone-kartu-as-916950d7fb5ec9f.jpg

Patrick Cutrone, Kartu AS Milan

patrick-cutrone-espn-fc--4635337020392d4
SPORTKU.COM

Striker muda AC Milan, Patrick Cutrone kini menjelma sebagai pemain paling penting bagi klub saat ini.

Keputusan AC Milan mempromosikan Gennaro Gattuso dari jabatan semual di tim Primavera Milan ke tim senior dianggap sebagai keputusan terbaik yang dilakukan oleh manajemen klub. Betapa tidak, kehadiran pemain yang merupakan legenda klub itu sukses membangkitkan penampilan Rossoneri.

Di bawah kendali Gattuso, Milan sukses membukukan catatan fantastis berupa 13 pertandingan tanpa kekalahan di semua pertandingan kompetitif dengan rincian 10 kemenangan dan tiga hasil imbang.

Berkat raihan positif yang ditorehkan Milan sejauh ini, membuat posisi mereka di Serie A membaik, dari peringkat 11 menjadi peringkat 7, Mereka pun berpeluang untuk menyalip Sampdoria yang berada di peringkat 6 yang hanya unggul jumlah gol.

Tak hanya itu, klub yang bermarkas di San Siro itu juga sukses lolos ke babak 16 besar Liga Europa dan juga akan tampil di pertandingan final Coppa Italia pasca mengalahkan tim kuat Lazio di babak semifinal.

Kehadiran Gattuso memang mengubah Milan yang di awal musim sempat bermain buruk di bawah kendali Vincenzo Montella. Namun, orang yang paling memberikan dampak signifikan bagi kebangkitan Rossoneri adalah Patrick Cutrone, penyerang jebolan primavera yang kini mendapuk tanggung jawab sebagai striker utama klub.

Bagaimana tidak, Cutrone yang baru bermain reguler bersama Milan di musim ini justru keluar sebagai top skor klub dengan torehan 14 gol dalam 33 pertandingan di semua kompetisi. Catatan tersebut menggungguli raihan Andre Silva (8 gol) dan Nikola Kalinic (4) yang dibeli mahal di awal musim.

Bahkan dalam delapan pertandingan terakhir, Cutrone sukses terlibat dalam enam gol milan dengan rincian lima gol dan satu asisst. Dengan torehan ini, pemain berusia 20 tahun itu membuktikan bahwa dirinya merupakan bagian penting bagi Milan musim ini.

Nyaris Tergusur

Belanja gila Milan di awal musim mengejutkan semua pihak. Mereka mengeluarkan biaya transfer lebih dari 200 juta euro atau sekitar Rp3,2 triliun untuk mendatangkan 11 pemain baru, termasuk dua striker baru, yakni Silva dan Kalinic.

Sesaknya lini depan Milan membuat Cutrone, pemain yang paling muda di daftar penyerang pun menjadi nama pertama yang akan dilepas dengan status pinjaman. Bahkan, Direktur Olahraga AC Milan, Massimiliano Mirabelli ingin meminjamkan dirinya ke kesebelasan Crotone.

Namun, Montella yang masih menjadi manajer Milan saat itu menahan kepergian Cutrone. Pada akhirnya, kebijakan manajemen justru membuat pemain seperti Carlos Bacca, Gianluca Lapadula, M'Baye Niang yang dibuang.

Baca juga
Agus Setiawan Tercepat di MP2

Patrick Cutrone dan Gennaro Gattuso (Qalinka Cayaaraha)
patrick-cutrone-espn-fc--4635337020392d4.jpg

Cutrone pun berhasil membalas kepercayaan Montella. Tak butuh waktu lama bagi Cutrone mencetak gol debutnya dalam laga resmi bersama Milan saat mengantarkan klub tersebut lolos ke putaran final Liga Europa dengan mengalahkan wakil Rumania, Craiova dengan skor 2-0.

Sebelumnya, Cutrone memang sudah tampil impresif saat laga pramusim Milan dengan mencetak gol ke gawang Basel dan Bayern Munchen. Hal inilah yang membuat Montella menolak untuk meminjamkannya.

Seiring waktu, Cutrone tumbuh pesat di bawah kendali Gattuso. Maklum saja, keduanya pernah bekerja sama saat di primavera. Dengan taktik 4-3-3, sukses membuat pemain 20 tahun itu tampil lebih tajam dan mengoptimalkan keunggulan fisik dan kemampuan duel udara yang menjadi keunggulan pemain bernomor punggung 63 itu.

Harry Kane atau Filippo Inzaghi

Menilik ketajaman yang ditunjukan Cutrone di Milan, banyak yang menyamakan dirinya dengan sosok legenda klub, Filippo Inzaghi. Bahkan, Gattuso sendiri memuji bahwa sang pemain memang mewarisi semua bakat yang dimiliki oleh mantan penyerang Juventus itu.

Namun, ada juga yang menyandingkan Cutrone dengan Harry Kane. Selain perawakan dan ketajaman yang mirip. Keduanya dianggap memiliki latar belakang yang sama. Yakni lahir dari akademi dan menjadi pemain bintang bagi klub.

Cutrone, yang lahir di Como, Italia sudah menjadi pemain akademi Milan sejak usia 9 tahun. Ia selalu naik promosi dan pada akhirnya sukses tampil di tim utama di usianya yang masih muda.

Selain itu, kesamaan lainnya yang jarang diketahui adalah baik Cutrone dan Kane sama-sama pernah ditolak tim rival, Cutrone ditolak Inter Milan, sementara Kane juga ditolak oleh Arsenal. Keduanya pun sukses membuat sakit hati klub tersebut beberapa tahun kemudian dengan sama-sama mencetak gol ke gawang mereka.

Meski demikian, alih-alih disamakan, tentu Cutrone harus bisa menciptakan torehan sejarah hidupnya sendiri agar dikenang sebagai legenda.

Baca juga
Operasi Neymar Berjalan Lancar 

Text : Handy Fernandy | Photo / Video : Espn Fc | Editor: Dedi Hermawan | 4 March 2018

  • facebook share
  • twitter share
  • instagram connect
  • youtube connect

RELATED NEWS

QUICK NAVIGATION

Tagline

SPORTKU adalah media berita online yang menyajikan informasi seputar dunia olahraga dengan mengedepankan Action, Competition, Adrenaline dan Lifestyle. 
ACT YOURS!

GROUP OF

Mahaka Media

MAHAKA MEDIA, dengan tagline "Beyond Media Creation", merupakan perusahaan induk dari unit usaha media dan hiburan (entertainment) yang memiliki kekuatan di bidang Broadcasting, Printing&Publishing, Online dan Marketing Company