image

Alasan Tech3 Tinggalkan Yamaha

Text : Suhartono | Photo / Video : Motormania | Editor: Andi Wahyudi | 7 March 2018

SPORTKU.COM

MotoGP 2018 akan menjadi musim terakhir Tech3 dengan Yamaha. Tech3 pun sudah resmi akan membalap dengan KTM mulai MotoGP 2019.

Sedikit demi sedikit akhirnya terungkap alasan kenapa Tech3 akhirnya memilih untuk meninggalkan Yamaha setelah menjalin hubungannya selama 20 tahun. Tidak adanya perhatian khusus dari Yamaha kepada para pebalap Tech3 selama berkompetisi menjadi faktor utama hubungan mereka berakhir.

Bos Tech3, Herve Poncharal juga memberikan isyarat lain kenapa pihaknya tak lagi memiliki hubungan baik dengan Yamaha. Salah satunya juga dikarenakan keengganan Yamaha untuk memberikan Johann Zarco motor berspesifikasi sama dengan pebalap tim pabrikan.

"Dalam dua balapan terakhir Grand Prix (GP) tahun lalu, Johann Zarco finish di podium di sirkuit basah Malaysia dan di trek kering di Valencia. Hampir menang di Valencia (finish runner up). Semua orang mengharapkan sesuatu yang istimewa dari Yamaha untuk mendukung Johann pada 2018, seperti yang dilakukan HRC bersama Cal (Crutchlow) dan Ducati bersama Danilo Petrucci. Namun itu tidak terjadi," ungkap Poncharal.

Meski dengan kondisi motor yang bisa dibilang apa adanya dan spesifikasi mesin lebih rendah dari pebalap pabrikan, namun Tech3 tetap mampu memberikan yang terbaik bagi Yamaha. Terbukti pada hari terakhir tes pramusim MotoGP di Sirkuit Losail, Qatar. Zarco menjadi yang tercepat.

Baca Juga
Resmi! Tech3 Gabung ke KTM

"Kami telah membuktikan di Doha bahwa dukungan yang kami dapatkan dari Yamaha luar biasa dan cukup bagus untuk berada di puncak catatan waktu, namun sebagai tim satelit, Anda selalu menginginkan sedikit lebih banyak. Anda selalu ingin sedikit lebih dekat dengan spek pabrik," imbuh Poncharal.

"20 tahun adalah waktu yang lama. Kami memiliki kenangan indah, hasil yang bagus, kami memenangkan Kejuaraan Dunia 250cc pada tahun 2000 bersama Olivier Jacque. Musim lalu, 2017, bersama Johann, kami melakukan sesuatu yang saya pikir sangat-sangat kuat. Apalagi sebagai rookie di Kelas MotoGP."

"Tapi pada tahap tertentu, seperti semua pebalap, Anda melihat Jorge Lorenzo tahun lalu beralih dari Yamaha ke Ducati. Valentino Rossi bahkan pernah mencoba merek yang berbeda dengan Ducati, selalu baik untuk melihat apa yang bisa kita lakukan di sana?"

"Dalam karir Anda, hidup Anda, Anda bisa merasa terlalu nyaman dan kadang-kadang menyenangkan untuk memiliki tantangan baru. Saya tidak ingin mengatakan bahwa kami tertidur. Saya pikir ketika Anda bertemu orang-orang yang bisa memberi Anda energi, hasrat dan hasrat untuk bekerja dengan Anda dan bekerja untuk yang terbaik, ini adalah sesuatu yang ingin saya coba."

Kesepekatan Tech3 dengan KTM memang menjadi sesuatu hal yang baru di grid MotoGP. Di mana Tech3 yang merupakan tim satelit namun mereka akan memiliki motor yang saya dengan pebalap pabrikan. Di mana KTM sendiri musim ini akan memainkan dua pebalap mereka Pol Espargaro dan Bradley Smith. Dalam hal ini, Tech3 merasa kondisi tersebut tak bisa dia dapatkan saat bersama Yamaha.

"Kami selalu berusaha menjadi tim junior resmi Yamaha, tapi tidak pernah benar-benar terjadi. Itu akan terjadi di mana setelah kami pergi," tutup Poncharal dikutip dari Crash.

Baca Juga
Fairing Aerodinamika Buang-buang Uang
Shimano Ungkap Kaca Mata S-Phyre Baru

Text : Suhartono | Photo / Video : Motormania | Editor: Andi Wahyudi | 7 March 2018

  • facebook share
  • twitter share
  • instagram connect
  • youtube connect

RELATED NEWS

QUICK NAVIGATION

Tagline

SPORTKU adalah media berita online yang menyajikan informasi seputar dunia olahraga dengan mengedepankan Action, Competition, Adrenaline dan Lifestyle. 
ACT YOURS!

GROUP OF

Mahaka Media

MAHAKA MEDIA, dengan tagline "Beyond Media Creation", merupakan perusahaan induk dari unit usaha media dan hiburan (entertainment) yang memiliki kekuatan di bidang Broadcasting, Printing&Publishing, Online dan Marketing Company