Rika Ishige Petarung Korban Intimidasi

Text : Handy Fernandy | Photo / Video : One Championship Official | Editor: Andi Wahyudi | 13 March 2018

Di Balik Senyum Rika Ishige

SPORTKU.COM

Inilah kisah petarung mixed matrial arts (MMA) One Championship, Rika Ishige yang di masa lalu menjadi korban intimidasi.

Rika “Tindydoll” Ishige saat ini mungkin menjadi seniman bela diri wanita paling dipuja dan dicintai di Thailand. Aksinya di ajang One Championship menuai banyak pujian lantaran dikenal sebagai petarung yang tak mudah menyerah.

Adapun yang membedakan Ishige dengan petarung lainnya adalah senyumnya. Wanita Thailand yang memiliki darah Jepang itu sering menunjukan gestur tersebut bahkan saat dirinya tengah bertarung di dalam ring.

Memiliki paras cantik dan senyum menawan, tak membuat Ishige disenangi semua orang. Bahkan saat kecil, dirinya merupakan korban intimidasi oleh teman sekolahnya karena penampilannya itu.

"Ketika saya masih sekolah, saya diganggu oleh para senior karena saya tak murni memiliki darah Thailand. Awalnya, mereka mengolok-olok saya secara lisan, seperti memanggil nama saya yang mengerikan, dan setelah itu saya diganggu secara fisik. Aku didorong dari belakang dan rambutku ditarik,” kenang Ishige.

Sementara, menurut Ishige saat itu gurunya nampak menutup mata atas kasus bullying yang menimpa dirinya itu. Atas dasar itulah, wanita yang kini berusia 28 tahun itupun memutuskan untuk mendaftarkan diri di kelas bela diri.

Ishige sendiri memulai bela diri pada usia sembilan tahun dengan Aikido, Karate dan Taekwondo. "Saya memulai seni bela diri di usia muda. Itu untuk menantang diri sendiri. Saya melakukan Karate, Taekwondo dan Aikido bersama. Saya tidak belajar bela diri untuk menyakiti orang. Ini hanya untuk membela diri,” katanya.

Rika Ishige (One Championship Official)

rika-ishige-one-championship-244354570efcb8f.jpg

Baca juga
Daud Waspadai Kekuatan Malikov

Menurut Ishige. Bela diri membuatnya menjadi lebih percaya diri. Selain itu, bela diri justru mengajarkan bagaimana cara menghindari konflik dan mengendalikan emosinya.

"Anda tidak bisa mengubah orang lain, hanya dirimu sendiri. Anda harus mendapatkan kekuatan fisik dengan berolahraga atau berlatih seni bela diri untuk melindungi diri dari intimidasi fisik atau seksual. Selain itu, Anda akan membangun kekuatan mental untuk menangani intimidasi lisan, termasuk cyberbullying,” ungkap dara manis itu.

Ishige sendiri akhirnya terjun sebagai atlet bela diri campuran (MMA) dengan bergabung di ajang One Championship sejak tahun 2017 silam.Tercatat dirinya berlaga di empat pertandingan kompetitif dengan raihan tiga kali menang, sekali kalah.

Ishige sendiri dijadwalkan akan kembali bertarung dalam event ONE: IRON WILL yang akan digelar di Impact Arena, Bangkok pada 24 Maret 2018 mendatang. Ia akan bertemu dengan petarung wanita Thailand, Angelie Sabanal.

Baca juga
Highlights PD XCO Elite Putri

Text : Handy Fernandy | Photo / Video : One Championship Official | Editor: Andi Wahyudi | 13 March 2018

  • facebook share

RELATED NEWS

Stefer Akui Salah Strategi

Stefer Akui Salah Strategi

MIX MARTIAL ART
Kombinasi Jadi Kunci Kemenangan Priscilla

Kombinasi Jadi Kunci Kemenangan Priscilla

MIX MARTIAL ART
Sunoto Raih Kemenangan ke-10

Sunoto Raih Kemenangan ke-10

MIX MARTIAL ART
Kebangkitan Adrian Matheis di Jakarta

Kebangkitan Adrian Matheis di Jakarta

MIX MARTIAL ART

QUICK NAVIGATION

Image

SPORTKU adalah media berita online yang menyajikan informasi seputar dunia olahraga dengan mengedepankan Action, Competition, Adrenaline dan Lifestyle. 
ACT YOURS!

GROUP OF

Image

MAHAKA MEDIA, dengan tagline "Beyond Media Creation", merupakan perusahaan induk dari unit usaha media dan hiburan (entertainment) yang memiliki kekuatan di bidang Broadcasting, Printing&Publishing, Online dan Marketing Company