Lima Nomor Punggung yang Dipensiunkan

Text : Handy Fernandy | Editor: Andi Wahyudi | 13 March 2018

SPORTKU.COM

Inilah lima nomor punggung yang dipensiunkan oleh lima klub berbeda sebagai upaya menghormati kiprah sang pemain selama berkarir.

Dalam sejarah sepak bola, beberapa klub memutuskan untuk mempensiunkan beberapa nomor punggung dengan berbagai alasan. Mulai untuk menghormati karir pemain yang pensiun, atau semacam dedikasi kepada pemain yang dianggap telah menjadi ikon di klub.

Bahkan, tak jarang klub mempensiunkan nomor punggung lantaran nomor tersebut digunakan oleh pemain yang meninggal. Contoh kasusnya adalah nomor punggung 13 milik Davide Astori di Fiorentina dan Nomor punggung 1 milik Choirul Huda di Persela Lamongan.

Berikut ini lima nomor punggung yang paling ikonik yang dipensiunkan oleh klub:

Nomor 3 Paolo Maldini

Selama 25 tahun berkarir di dunia sepak bola, Paolo Maldini hanya bermain di satu klub, yakni AC Milan. Ia tercatat tampil sebanyak 901 pertandingan dan mencetak 33 gol bagi Milan di semua kompetisi yang diikuti klub.

Selama di Milan, Maldini sukses meraih banyak gelar bergengsi. Diantaranya tujuh gelar Serie A, satu gelar Coppa Italia, lima gelar Supercoppa Italiana, Lima gelar Liga Champions, dan empat gelar Piala Super Eropa.

Setelah Maldini memutuskan pensiun pada 17 Mei 2009, manajemen Milan pun langsung memutuskan untuk mempensiunkan nomor punggung 3 sebagai bentuk penghormatan atas jasanya selama berseragam Rossoneri.

Nomor 4 Javier Zanneti

Dalam sejarah kesebelasan Inter Milan. Ada tiga nomor yang mereka pensiunkan alias tak boleh lagi digunakan. Pertama, nomor 3 milik Giacinto Facchetti. Kedua, nomor 1+8 milik Ivan Zamorano dan ketiga, nomor 4 milik Javier Zanetti.

Adapun alasan dipensiunkannya nomor 4 pada tahun 2014 lalu adalah untuk menghormati apa yang telah diberikan oleh Zanneti kepada klub yang telah dibelanya sejak tahun 1995. Pria yang kini menjabat sebagai Direktur Sepakbola Inter itu dianggap sebagai salah satu pemain yang paling berjasa bagi klub di era modern.

Selama 19 tahun karirnya bersama Inter, Zanneti suskes mempersembahkan total 16 trofi bagi Inter selama karirnya, yakni lima scudetti, empat trofi Coppa Italia, empat trofi Supercoppa Italia, dan tiga lainnya berasal dari Liga Champions, UEFA Cup (sekarang Europa League), dan Piala Dunia Antar Klub.

Baca juga
Hal Baru di WEC Prologue

Nomor 10 Diego Maradona

Sosok Diego Maradona di Napoli sudah kadung menjadi legenda. Kehadirannya di klub tersebut dari 1984-1991 masih dianggap sebagai puncak dari prestasi klub dengan memenangkan dua gelar Serie A, satu gelar Coppa Italia, dan satu gelar UEFA Cup (Kini Liga Europa).

Tak heran, untuk mengenang jasa Maradona. Manajemen Napoli mempensiunkan nomor punggung 10 sejak tahun 2002. Sementara Maradona sendiri mengaku bahwa bisa saja pemain Napoli di masa depan menggunakan nomor tersebut bila ada yang sukses melewati rekor gol 115 miliknya di klub tersebut.

Marek Hamsik sendiri sudah sukses melewati rekor tersebut. Namun pria asal Slovakia itu tak mau menggunakan nomor tersebut untuk menghormati legenda sepak bola dunia tersebut.

Nomor 10 Roberto Baggio

Di kancah sepak bola Italia. Kesebelasan Brescia Calcio bukanlah tim besar. Namun, mereka pernah diperkuat oleh mantan peraih gelar Ballon d’or tahun1993, Roberto Baggio. Mantan pemain andalan Timnas Italia itu pernah merumput di tim tersebut selama empat musim, yakni 2000-2004.

Meski tak mendapatkan gelar apapun saat Baggio bermain di Brescia. Namun, legenda Italia diberi kehormatan oleh klub dengan mempensiunkan nomor punggung 10 miliknya. Hal tersebut dilakukan atas dedikasinya selama empat tahun yang sukses menghindarkan Brescia dari degradasi ke Serie B.

Nomor 14 Johan Cruyff

Sepanjang sejarah klub Ajax Amsterdam. Johan Cruyff adalah pemain terbesar bagi klub asal Belanda tersebut. Ia sukses memenangkan 17 gelar kepada klub tersebut dalam karirnya saat bermain maupun melatih klub tersebut.

Cruyff adalah pionir Ajax saat mereka mendominasi dunia di masa lalu dimana skuat mereka berhasil memenangkan semua gelar. Atas jasa besarnya bagi klub Ajax, manajemen tim berjuluk de Joden membuat mereka mempensiunkan nomor punggung 14.

Cruyff sendiri tak hanya berjasa bagi Ajax, tapi juga sepak bola dunia. Nomor 14 misalnya, sebelumnya nomor tersebut hanya digunakan pemain cadangan, namun ia mendobrak tradisi itu dimana akhirnya nomor punggung di luar angka 1-11 menjadi populer digunakan oleh pemain besar.


lima-nomor-punggung-yang-41940358e694f6f.jpg


Baca juga

Kata Ibu Rossi Terkait Waktu Pensiun Anaknya 

Text : Handy Fernandy | Editor: Andi Wahyudi | 13 March 2018

  • facebook share

RELATED NEWS

5 Knalpot Terpopuler di MotoGP

5 Knalpot Terpopuler di MotoGP

TOP 5
Alasan Mengapa Jeda Internasional Menyebalkan

Alasan Mengapa Jeda Internasional Menyebalkan

TOP 5
Lima Agen Pemain Sepakbola Terkaya

Lima Agen Pemain Sepakbola Terkaya

TOP 5
Lima Stadion Buruk di Eropa

Lima Stadion Buruk di Eropa

TOP 5

QUICK NAVIGATION

Image

SPORTKU adalah media berita online yang menyajikan informasi seputar dunia olahraga dengan mengedepankan Action, Competition, Adrenaline dan Lifestyle. 
ACT YOURS!

GROUP OF

Image

MAHAKA MEDIA, dengan tagline "Beyond Media Creation", merupakan perusahaan induk dari unit usaha media dan hiburan (entertainment) yang memiliki kekuatan di bidang Broadcasting, Printing&Publishing, Online dan Marketing Company