image Logo Liga 1 2017 Bali United vs PSMS (Liga Indonesia) Bhayangkara vs Persija Iwan Setiawan (Breakingnews.id)

Hal-Hal Menarik di Pekan Perdana Liga 1

Text : Aga Buge Katiara | Photo / Video : Istimewa | Editor: Dedi Hermawan | 30 March 2018

uploads/news/2018/03/kontroversi-pekan-perdana-liga-13045f00598d442.JPG

Kontroversi Pekan Perdana Liga 1

hal-menarik-liga-1-89570f88fe6c86b
hal-menarik-liga-1-69160f80109b9e2
hal-menarik-liga-1-8388950b5f93a30
hal-menarik-liga-1-208746a78ff5060
SPORTKU.COM

Kompetisi kasta tertinggi di Indonesia, Liga 1 resmi dimulai pada Jumat (23/3) lalu.

Pertandingan antara Bhayangkara FC kontra Persija Jakarta secara resmi membuka kompetisi Go-jek Liga 1 2018. Terdapat 18 tim yang mengikuti Liga 1 dan ada 34 pertandingan yang akan berakhir rencananya pada Desember mendatang.

Hal menarik berbau kontroversi pun terselip dari pekan perdana Liga 1 musim ini. Dimulai dari jadwal yang masih berantakan, sponsor yang tiba-tiba menghilang sehari sebelum pertandingan perdana, hingga dipecatnya pelatih salah satu tim peserta.

Berikut ini kami akan ulas berbagai hal menarik yang sudah dirangkum selama pekan perdana Liga 1 2018.

Jadwal Yang Tak Pasti

Permasalahan jadwal ini menjadi bumbu menarik sebelum kompetisi dimulai. Yang paling merasakan ini adalah Sriwijaya FC. Pada jadwal semula, anak asuh Rahmad Darmawan dijadwalkan bertanding melawan Borneo FC pada Senin (26/3).

Namun, tiba-tiba PT.Liga Indonesia Baru (LIB) mengubah jadwal menjadi Sabtu (24/3) keesokan harinya. Yang pada akhirnya jadwal pertandingan disepakati pada Minggu (25/3). Hal ini jelas menjadi salah satu indikator bahwa PT LIB sebagai operator liga terkesan belum siap menjalankan kompetisi.

Baca Juga:
Haas Gunakan Mobil Second Ferrari?

Sponsor Mundur

Logo Liga 1 2017

hal-menarik-liga-1-89570f88fe6c86b.jpg

Sehari sebelum laga perdana dimulai hal mengejutkan terjadi karena salah satu sponsor utama, Traveloka memutuskan mundur dan mengakhiri kerja sama. Hal ini jelas menimbulkan kerugian bagi PT LIB yang sudah karena keputusan dilakukan secara mendadak.

Berakhirnya kerja sama salah satu sponsor pun membuat LIB mengubah titel dari awalnya Go-jek Traveloka Liga 1 menjadi Go-jek Liga 1 2018.

"Sekarang titelnya berubah. Jika di musim lalu Go-jek Traveloka Liga 1, sekarang menjadi Go-jek Liga 1. Kalau ada perubahan nanti akan disampaikan lagi. Dengan situasi ini, kami sebagai operator akan bekerja untuk mencari pengganti Traveloka. Kami tidak akan pernah mundur dan kompetisi akan tetap jalan terus. Masih ada beberapa perusahaan yang mau jadi sponsor kami," kata Berlinton Siahaan selaku Direktur Utama PT LIB.

Namun, Berlinton kembali melanjutkan mundurnya satu sponsor utama tidak akan menghilangkan hak klub soal dana sebesar Rp 7,5 miliar. "Kalau masalah kerugian kami belum tahu. Yang kami fokuskan itu titel dan logo berubah. Masalah hak-hak klub juga tetap," lanjutnya.

Transparansi Hukuman Pemain

Bhayangkara vs Persija 

hal-menarik-liga-1-8388950b5f93a30.JPG

Kasus ini ramai diperbincangkan usai pertandingan antara Bhayangkara vs Persija. Di laga itu ada hal mengganjal memang karena Bhayangkara menurunkan Vladimir Vujovic di lini belakang.

Permasalahannya, Vujovic diketahui terkena sanksi 5 pertandingan di musim 2017 lalu, dan ia baru menjalankan dua pertandingan saja, yaitu saat Persib menghadapi Borneo FC dan Perseru Serui. Kasus ini jelas membuat publik bertanya.

Tetapi, setelah dikonfirmasi, General Manajer, Bhayangkara, Yeyen Tumena, menegaskan dimainkannya Vujovic sama sekali tidak menyalahi aturan karena klub sudah mengajukan banding dan diterima oleh Komisi Banding (Komding) PSSI.

“Ada keputusan banding untuk hukuman Vlado yaitu hukuman percobaan tiga kali selama enam bulan. Jika mengulang perbuatan yang sama dalam kurun waktu 6 bulan di keompetisi sekarang, langsung berlaku sanksi 3 pertandingan," kata Yeyen.

Pernyataan Yeyen pun diperkuat dari statement COO PT LIB, Tigorshalom Boboy. "“Berdasarkan surat keputusan dari Komding PSSI, Vujovic bisa diturunkan pada laga pembuka Go-Jek Liga 1 2018. Dan itu juga sudah disampaikan ke klub. Soal apa pertimbangan mendasar Vujovic diperbolehkan tampil, silakan meminta penjelasan kongkretnya ke Komding PSSI,” jelas Tigor.

Jika kasus Vujovic bisa dimengerti karena Bhayangkara sudah mengajukan banding hal berbeda terjadi kepada Sandi Sute, pemain Persija. Di musim lalu, Sandi diketahui mendapat kartu merah langsung pada laga terakhir Liga 1 2017 kontra Bhayangkara.

Jika sesuai regulasi, maka Sandi seharusnya tidak bisa bermain dalam dua pertandingan. Lucunya, ia ternyata bisa diturunkan pada laga pembuka pekan lalu. Dan uniknya, manajer Persija, Ardhi Tjahjoko, pun hanya memberikan pernyataan singkat mengenai masalah ini. "Sepertinya hukuman Sandi hanya berlaku di Liga 1 2017,"

Ini menjadi hal yang sangat menarik karena banyak ketidakjelasan regulasi dari PSSI mengenai masalah ini.

Wasit Bali United vs PSMS Medan Dibebastugaskan

Bali United vs PSMS Medan (Liga Indonesia)

hal-menarik-liga-1-69160f80109b9e2.jpg

Selanjutnya ada wasit Maulana Nugraha yang memimpin laga Bali United vs PSMS Medan yang dibebastugaskan oleh PSSI. Di laga yang berkesudahan dengan skor 1-0 untuk Bali tersebut, Maulana Nugraha dinilai berat sebelah dan merugikan PSMS.

Salah satu keputusan yang disorot PSSI adalah tidak mengusir pemain Bali, Nick van der Velden yang melakukan pelanggaran keras terhadap striker PSMS, Sadney Urikhob. Tapi, Nick hanya diberikan kartu kuning saja atas pelanggaran keras tersebut.

Dibebastugaskannya Maulana Nugraha disampaikan langsung oleh Pelaksana Tugas (PLT) Ketua Umum PSSI, Joko Driyono. Ia mengungkapkan sudah mendapat laporan dari Komisi Wasit PSSI mengenai kinerja Maulana Nugraha di laga tersebut.

"Ya memang kejadian-kejadian ekstrem selalu menjadi perhatian. Pertandingan antara Bali United dan PSMS (Medan), kami telah mendapatkan report dari komite wasit (bahwa) yang bersangkutan statusnya di evaluasi untuk tidak diikut tugaskan terlebih dahulu," ucap Joko Driyono.

Pemecatan Pelatih di Laga Perdana

Iwan Setiawan (Breakingnews.id)

hal-menarik-liga-1-208746a78ff5060.jpg

Hal mengejutkan terjadi setelah pertandingan Borneo FC kontra Sriwijaya FC yang berlangsung di Stadion Segiri, Samarinda, Minggu (25/3). Penyebabnya tak lain karena pelatih Borneo, Iwan Setiawan, yang terlibat permusuhan dengan suporter klub, Pusamania.

Usai pertandingan tersebut Iwan memang melontarkan amarahnya dalam sesi konferensi pers. "Kalian tahu Iwan Setiawan yang membesarkan Borneo. Ini yang bawa Borneo promosi," ucap Iwan dalam sesi konferensi pers

Atas hal itu pula manajemen mengambil tindakan dengan memecat Iwan pada Selasa (27/3). Tentu saja hal ini keputusan mengejutkan karena jika dinilai dari hasil pertandingan yang berakhir imbang 0-0 jelas tidak terlalu buruk. Apalagi, lawan yang dihadapi adalah Sriwijaya FC tim yang notabene bertabur bintang dan harus diingat ini masih pertandingan pertama liga.

Baca Juga:
Pertahanan Terbaik Ada di Barcelona
Baca Juga:
Lima Pesepakbola Dunia Jatuh Miskin

Text : Aga Buge Katiara | Photo / Video : Istimewa | Editor: Dedi Hermawan | 30 March 2018

  • facebook share
  • twitter share
  • instagram connect
  • youtube connect

RELATED NEWS

QUICK NAVIGATION

Tagline

SPORTKU adalah media berita online yang menyajikan informasi seputar dunia olahraga dengan mengedepankan Action, Competition, Adrenaline dan Lifestyle. 
ACT YOURS!

GROUP OF

Mahaka Media

MAHAKA MEDIA, dengan tagline "Beyond Media Creation", merupakan perusahaan induk dari unit usaha media dan hiburan (entertainment) yang memiliki kekuatan di bidang Broadcasting, Printing&Publishing, Online dan Marketing Company