image Timnas Indonesia vs Jepang (PSSI official) Timnas Indonesia vs Jepang (PSSI official)

Memaklumi Kekalahan Timnas Indonesia U-19 dari Jepang

Text : Handy Fernandy | Photo / Video : Pssi Official | Editor: Dedi Hermawan | 30 March 2018

uploads/news/2018/03/memaklumi-kekalahan-indonesia-dari-60296ce5d0fc4bd.jpg

Memaklumi Kekalahan Indonesia dari Jepang

timnas-indonesia-vs-jepang-8745236a6e6a485
timnas-indonesia-vs-jepang-862466b8b45f298
SPORTKU.COM

Timnas Indonesia U-19 harus menelan kekalahan di laga uji coba internasional melawan Jepang pada Minggu, 25 Maret 2018 lalu.

Timnas Indonesia U-19 harus menelan pil pahit. Mereka harus kalah dalam laga uji coba internasional perdana di tahun 2018 dengan skor cukup telak atas Jepang dengan skor 1-4 di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Minggu 25 Maret 2018.

Tampil di hadapan pendukungnya sendiri, Timnas Indonesia U-19 yang statusnya merupakan juara ketiga di Piala AFF U-18 2017 lalu itu tak berdaya dihadapan tim berjuluk Samurai Blue yang datang sebagai tamu.

Indonesia yang bermain dengan formasi 4-2-3-1 itu harus kebobolan empat gol melalui dua gol Miyashiro Taisei (15', 49'), Yamada Kota (48'), dan penalti Ando Mizuki (80'). Egy Maulana dkk sendiri hanya bisa membalas lewat gol yang dicetak oleh Aji Kusuma di waktu tambahan babak kedua.

Hasil yang cukup jomplang ini tentu menjadi sinyal bahaya bagi Indonesia. Pasalnya, Indonesia sendiri akan ditunjuk sebagai tuan rumah ajang Piala Asia U-19 2018 yang akan digelar pada pertengahan Oktober 2018. Selaku tuan rumah, tentu punggawa tim berjuluk Garuda Nusantara itu dibebankan untuk bisa tampil baik.

Meski demikian, kekalahan Indonesia dari Jepang kali ini nampaknya bisa dimaklumi mengingat ada beberapa faktor yang membuat hasil dari pertandingan sebenarnya sudah ketebak jauh sebelum pertandingan.

Setidaknya ada tiga faktor mengapa pada akhirnya Indonesia bisa kalah. Pertama adalah faktor transisi. Sebelumnya Egy dkk dilatih oleh Indra Sjafri mulai awal tahun 2017.

Di bawah kepelatihan Indra, Timnas Indonesia U-19 sebenarnya tampil baik, sayang sepanjng tahun 2017 mereka gagal meraih satu gelar pun. Hal tersebut membuat mantan pelatih bali United itu tak diperpanjang masa baktinya oleh PSSI—selaku otoritas tertinggi sepak bola Indonesia.

Kemudian, PSSI menunjuk Bima Sakti, legenda sepak bola Indonesia yang sebelumnya dikenal sebagai tangan kanan Luis Milla di Timnas Indonesia Senior. Hal tersebut dimaksudkan oleh PSSI agar ada konsep kepelatihan berjenjang untuk kelompok usia muda pada kategori U-16, U-19 dan U-23.

Nah, pertandingan melawan Jepang sendiri merupakan yang perdana bagi Bima. Tak heran, peralihan kekuasaan tentu mengubah banyak hal, mulai gaya permainan sampai startegi yang berbeda antara Indra dengan Bima. Kalah, tentu menjadi sebuah hal wajar.

Baca juga
Ini Bulan Rilis Gim MotoGP 2018

Kedua, faktor profesional. Dari daftar pemain Jepang yang dirilis dalam situs resmi PSSInya Jepang, JFA itu banyak pemain yang sudah terdaftar menjadi pemain klub sepak bola profesional di Jepang. Bahkan salah satu pencetak gol ke gawang Indonesua, Yamada sudah menjalani debut bersama Yokohama F Marinos.

Bandingkan dengan pemain yang dipanggil oleh Indonesia. Meski mayoritas kini sudah memiliki klub —setelah sebelumnya merupakan jebolan Diklat dan PPLP- namun belum banyak yang sudah tampil secara profesional.

Hanya Rachmat Irianto, Saddil Ramdani, dan Rifad Marasabessy yang bermain bagi klub profesional musim lalu, sementara sisanya baru dikontrak tahun ini, bahkan Egy —yang merupakan pemain terbaik di timnas U-19— masih belum debut bersama Lechia Gdansk.

Ketiga, soal pembinaan berjenjang. Bila Jepang sudah melakukan pembinaan pemain muda sejak lama dan hasilnya sudah banyak teruji dengan diekspor ke Eropa. Sementara, Indonesia nampaknya baru memulai baru-baru ini.

Tentu kedua sikap berbeda yang diambil dua federasi ini pun terlihat. Jepang lolos ke putaran final Piala Asia U-19 sebagai juara grup I, sementara Indonesia lolos lantaran diselamatkan dengan status sebagai tuan rumah.

Meski demikian, tentu sebagai tuan rumah, Indonesia harus optimis. Meski kalah telak dan tertinggal dalam segala hal, kekalahan bisa dinilai sebagai hal positif mengingat ajang u-19 sendiri merupakan ajang football development alias dalam tahap belajar, bukan usia senior yang memang dituntut untuk bisa berprestasi dan semua butuh waktu.

Baca juga
Tak Ada Wasit Inggris di Piala Dunia 2018

Text : Handy Fernandy | Photo / Video : Pssi Official | Editor: Dedi Hermawan | 30 March 2018

  • facebook share
  • twitter share
  • instagram connect
  • youtube connect

RELATED NEWS

QUICK NAVIGATION

Tagline

SPORTKU adalah media berita online yang menyajikan informasi seputar dunia olahraga dengan mengedepankan Action, Competition, Adrenaline dan Lifestyle. 
ACT YOURS!

GROUP OF

Mahaka Media

MAHAKA MEDIA, dengan tagline "Beyond Media Creation", merupakan perusahaan induk dari unit usaha media dan hiburan (entertainment) yang memiliki kekuatan di bidang Broadcasting, Printing&Publishing, Online dan Marketing Company