image

Noor Husin, Pengungsi Afganistan yang Jadi Bintang di Notts County

Text : Handy Fernandy | Photo / Video : Sky Sports | Editor: Andi Wahyudi | Media Source: sky sports | 6 April 2018

SPORTKU.COM

Inilah kisah Noor Husin, pesepak bola kelahiran Afganistan yang kini menjelma sebagai bintang di kesebelasan League Two, Notts County.

Perang Afganistan yang berkecamuk sejak tahun 2001 lalu membuat banyak warga negara tersebut terusir dari tempat tinggalnya dan membuat mereka menjadi pengungsi ke negara lain. Hal ini pun juga dirasakan oleh Noor Husin.

Perang membuat Husin beserta keluarganya meninggalkan Afganistan menuju Inggris. Tempat lahirnya, Mazar-i-Sharif merupakan tempat dimana tentara Amerika bertarung untuk mengusir Taliban.

"Situasinya hanya ingin mereka keluar secepat mungkin. Konflik itu dimulai di sana dan orang tua saya menginginkan kehidupan yang lebih baik untuk anak-anak mereka. Saya, ibu dan ayah saya dan saudara laki-laki saya, kami datang ke sini untuk memulai hidup baru, sungguh,” ungkap Husin seperti dikutip dari Sky Sports.

Baca juga
Indonesia Itu Surganya Golf

Husin sendiri mengaku sulit ketika pertama kali datang ke Inggris. Maklum ia pergi dari Afganistan ketika usianya baru lima tahun. Dan sepak bola yang akhirnya menyelamatkannya dirnya dimana dari permainan itu ia bisa mendapatkan teman—dan pekerjaan di masa depan.

"Sepanjang yang saya ingat, saya selalu menyukai permainan dan memainkannya. Ini dimulai di sekolah, lalu saya bermain sedikit di liga amatir dan untuk distrik saya, yang adalah bagaimana saya dapat melihat dan melakukan beberapa percobaan di tempat yang berbeda,” kata Husin.

Husin sendiri pernah mendapatkan tawaran untuk memperkuat akademi milik Chelsea dan Liverpool. Namun, pemuda berusia 21 tahun itu memilih Reading sebagai tempat dirinya menimba ilmu pada tahun 2015 lalu.

Bermain di tim junior Reading sejak usia 11 tahun, Husin sukses keluar sebagai salah satu pemain yang ikut andil dengan mengantarkan tim tersebut melaju hingga babak semifinal FA Youth Cup 2014. Penampilan gemilangnya membuat dirinya mendapatkan kontrak profesional dari Crsytal Palace di tahun 2016 dimana tim tersebut tengah mentas di Liga Primer Inggris.

Perubahan pelatih dari Alan Pardew menjadi Sam Allardyce membuat banyak perubahan Reading. Husin pun dipinjamkan ke Accrington Stanley di League Two—setara level empat Liga Inggris. Ia pun kehilangan kesempatan untuk bermain di Liga Primer Inggris saat itu.

"Saya mulai bekerja dengan baik tetapi pada saat itu manajer dipecat dan saya akhirnya keluar dengan status pinjaman," kata Husin.

Baca juga
Stapac Taklukkan Pelita Jaya

“Itu jelas merupakan pengalaman bagus yang terlibat di sisi Premier League, berada di bangku cadangan dan berlatih dengan mereka setiap hari, tetapi kesempatan itu tidak datang dan itu membuat frustrasi,” sambungnya.

Bermain di Accrington, Husin memang tak banyak mendapatkan kesempatan bermain, ia hanya tercatat bermain sebanyak 11 pertandingan. Meski demikian, pemain kelahiran 3 maret 1997 itu sukses mencetak satu gol—yang juga merupakan gol pertamanya di level profesional.

Berkat gol tersebut, Husin sukses mencetak sejarah atas namanya sebagai pemain Afganistan pertama yang sukses mencetak gol di kompetisi profesional di Inggris. Selain itu, lantaran satu gol itu, nasibnya pun berubah.

Husin mendapatkan tawaran untuk bermain bersama Notts Coutny, klub yang dibobolnya di musim lalu. Bermain di klub berjuluk The Magpies itu, ia tampil luar biasa sejak didatangkan di awal Januari 2018 lalu.

Husin tampil sebanyak 12 pertandingan dan mencetak dua gol. Satu dari dua gol yang ia cetak sendiri keluar sebagai gol terbaik bulan Februari di League Two. Gol sendiri tercipta dari tendangan jarak jauh ketika dirinya mencetak gol ke gawang Crewe Alexandra.

Atas gol tersebut, Husin pun menjelma menjadi idola. Ia pun kini dibebankan target oleh suporter agar Notts Couty bisa promosi ke League One musim depan. Pemain bernomor punggung 21 itu pun bertekad untuk bisa bermain di level tertinggi, Liga Primer Inggris.

"Tentu saja, akhirnya, mimpi saya adalah bermain di Liga Premier. Saya sudah merasakannya berada di dalam dan di sekitarnya, dan saya pikir setiap pemain muda bertujuan untuk mencapai level itu. Saya yakin bisa,” ujarnya.

Ketika ditanyakan soal peluang untuk membela Timnas Afganistan, Husin sendiri mengaku memiliki keinginan tersebut meski sebelumnya ia sempat menolak lantaran situasi yang tidak kondusif di negara kelahirannya.

“Saya masih sangat muda jadi saya hanya ingin fokus pada sepakbola klub (waktu itu). Itu harus datang pertama untuk saya saat ini. Jelas jika saya melakukannya dengan baik dan saya mendapat kehormatan dipanggil lagi di masa depan, adalah sesuatu yang saya akan lihat dengan serius,” ungkapnya.

Baca juga
Qatar Ikut Copa America 2019

Text : Handy Fernandy | Photo / Video : Sky Sports | Editor: Andi Wahyudi | Media Source : sky sports | 6 April 2018

  • facebook share
  • twitter share
  • instagram connect
  • youtube connect

RELATED NEWS

QUICK NAVIGATION

Tagline

SPORTKU adalah media berita online yang menyajikan informasi seputar dunia olahraga dengan mengedepankan Action, Competition, Adrenaline dan Lifestyle. 
ACT YOURS!

GROUP OF

Mahaka Media

MAHAKA MEDIA, dengan tagline "Beyond Media Creation", merupakan perusahaan induk dari unit usaha media dan hiburan (entertainment) yang memiliki kekuatan di bidang Broadcasting, Printing&Publishing, Online dan Marketing Company