image Peter Sagan mengangkat trofi juara Paris-Roubaix 2018 Peter Sagan setelah mencapai finish

Sagan Juara, Jersey Pelangi berkibar di Paris-Roubaix

Text : Adi Supriyatna | Photo / Video : Paris-roubaix | Media Source: paris-roubaix | 9 April 2018

uploads/news/2018/04/jersey-pelangi-berkibar-di-32256e90d40238e.jpg

Jersey Pelangi Berkibar di Paris-Roubaix

paris-roubaix-2018-12652809c61b66b
paris-roubaix-2018-944622c7a6468f9
SPORTKU.COM

Jersey Pelangi (juara dunia) kembali berkibar di Paris-Roubaix 2018, setelah Peter Sagan menjuarai race klasik tersebut, Minggu waktu setempat.

Hasil ini membuat Peter Sagan (Bora-Hansgrohe) sebagai juara dunia pertama yang berhasil memenangkan Paris-Roubaix, sejak Bernard Hinault pada tahun 1981.

Sagan memenangkan sprinter di velodrome setelah melawan juara nasional Swiss, Silvan Dillier, dari AG2R-La Mondiale serta membalas serangan dari pebelap favorit dari tim Quick Step Floors pada 55km terakhir, Niki Terpstra.

Sembilan pebalap memimpin jalannnya balapan pada 200 km dari finish. Setelah serangan sia-sia yang dilakukan oleh Wang Meiyin, satu-satunya pebalap Tiongkok dalam lomba ini, Brenton Jones (Delko Marseille), Dries De Bondt (Willems-Crelan), Alexandre Pichot (Direct Energie ) dan Johan van Zyl (Dimension Data) nampak jelas di depan pada KM 17.

Baca juga:
TEAM CRC MAVIC PERKASA DI AMERIKA SELATAN

Baca juga:
SEBATIAN VETTEL PERLEBAR JARAK DENGAN LEWIS HAMILTON

Tetapi peloton bereaksi. Brice Feillu (Fortuneo-Samsic) melakukan serangan balik. Setelah 42km, enam pebalap - Silvan Dillier (AG2R-La Mondiale), Sven-Erik Bystrom (UAE Tim Emirates), Ludovic Robeet dan Jimmy Duquennoy (WB Veranclassic), Jelle Wallays (Lotto-Soudal) dan Marc Soler (Movistar) - berhasil membentuk kelompok kecil.

Pada 200 km dari finish, Gatis Smukulis (Delko Marseille), Geoffrey Soupe (Cofidis) dan Jay Thompson (Dimension Data) membuat kelompok terdepan menjadi 9 pebalap. Sementara peloton “berlayar” lebih dari empat menit di belakang.

Meski demikian, tim Quick Step tampak menentukan ritme balapan. Defisit 7 menit dari kelompok ketika mereka mencapai bagian pertama, di Troisvilles (km 93,5), 9 pebalap terdepan mendapat keuntungan maksimal 8,50.

Sebuah tabrakan sempat memecah peloton menjadi tiga bagian, dengan juara bertahan Greg Van Avermaet (BMC Racing Team) ditangkap di bagian terakhir. Greg kehilangan rekan setimnya, Stefan Keung dalam salah satu kecelakaan pertama hari itu.

Meskipun ada beberapa hal yang mempengaruhi Arnaud Démare (Groupama-FDJ), Oliver Naesen (AG2R-La Mondiale) dan Alexander Kristoff (UAE Emirates), semua pebalap favorit itu kembali dalam “paket” utama yang sebagian besar dipimpin oleh Quick Step Floors, menuju lereng Arenberg di mana jeda dari grup yang memisahkan diri, turun menjadi 2,15.

Di pintu keluar lereng gunung, kelompok pebalap terdepan, terbagi menjadi dua kelompok, dengan Dillier, Bystrom, Wallays, Robeet dan Soler di depan. Sementara Mike Teunissen (Sunweb) dan Philippe Gilbert (Quick Step Floors) naik dari peloton, sebelum diperkuat oleh Nils Politt (Katusha-Alpecin).

Pada 75km dari finish, semua pebalap favorit bersatu kembali dengan defisit satu menit dengan lima pebalap utama yang tersisa. Zdenek Stybar (Quick Step Floors) mengantarkan Gilbert pada serangan di antara lima pebalap utama dan peloton. Stybar menangkap Soler yang tidak bisa menahan laju dan memisahkan diri. Ketika Stybar menangkap Robeet, dia menyerah untuk mengejar gelar pada 60km terkahir. Van Avermaet meluncurkan serangan pada 55km terakhir.

Peter Sagan (Bora-Hansgrohe) membalas dan melaju sendirian. 40 km sebelum akhir, Sagan, Dillier dan Wallays memiliki keunggulan 35 detik dan memimpin sebuah grup kecil, yang dipimpin oleh Niki Terpstra (Quick Step Floors) dan akhirnya tergabung pula, Jasper Stuyven (Trek-Segafredo), Sep Vanmarcke dan Taylor Phinney (EF), Wout Van Aert (Willems-Crelan), Jens Debusschere (Lotto-Soudal) dan Van Avermaet.

25km terakhir, trio pebalap memiliki keunggulan 45 detik. Jeda itu naik ke 1,25 karena Wallays kehilangan kontak dan meninggalkan Dillier sendirian, bersama dengan Sagan di depan.

Sagan kemudian mencoba melakukan solo di bagian berbatu, dari de l’Arbre dan Hem. Tapi juara Swiss itu tetap bersamanya dan duo ini tidak pernah diancam oleh kelompok pengejar. Terpstra kemudian keluar dari kelompok tersebut untuk melengkapi podium, di belakang Sagan, yang secara logis lebih cepat daripada Dillier, dalam sprint di velodrome Roubaix.

 

Peter Sagan mengangkat trofi juara Paris-Roubaix 2018paris-roubaix-2018-12652809c61b66b.jpg

 

Text : Adi Supriyatna | Photo / Video : Paris-roubaix | Media Source : paris-roubaix | 9 April 2018

  • facebook share
  • twitter share
  • instagram connect
  • youtube connect

RELATED NEWS

QUICK NAVIGATION

Tagline

SPORTKU adalah media berita online yang menyajikan informasi seputar dunia olahraga dengan mengedepankan Action, Competition, Adrenaline dan Lifestyle. 
ACT YOURS!

GROUP OF

Mahaka Media

MAHAKA MEDIA, dengan tagline "Beyond Media Creation", merupakan perusahaan induk dari unit usaha media dan hiburan (entertainment) yang memiliki kekuatan di bidang Broadcasting, Printing&Publishing, Online dan Marketing Company