image

Terkait FFP, PSG Terancam Sanksi UEFA

Text : Aga Buge Katiara | Photo / Video : Twitter | Editor: Andi Wahyudi | 12 April 2018

SPORTKU.COM

Paris Saint Germain (PSG) kini terancam sanksi dari UEFA terkait peraturan Financial Fair Play (FFP).

UEFA telah memberi tahu bahwa PSG kini ada di ambang sanksi karena melanggar aturan FFP. Mereka dinilai menerima uang dalam jumlah besar dari Qatar Tourism Authority (QTA) yang mencapai 120 juta euro atau setara Rp2 triliun setiap tahunnya. 

Jumlah tersebut dinilai sudah melebihi batas nilai komersial yang didapatkan oleh seluruh klub di Eropa. Untuk itu, kini UEFA tengah melakukan penyelidikan terhadap Les Parisiens.

Sebenarnya, investigasi terhadap keuangan PSG sudah dilakukan sejak bursa transfer musim panas lalu saat mereka memecahkan rekor dunia kala mendatangkan Neymar dari Barcelona. Neymar ditebus oleh PSG senilai 222 juta euro atau Rp3,4 triliun, kemudian yang lebih mengejutkan mereka memboyong Kylian Mbappe dari Monaco senilai Rp2,6 triliun.

Baca Juga:
Tim Miranda Memulai Debut

Memang, transfer Mbappe baru terlaksana di musim panas mendatang karena di musim ini masih berstatus pinjaman. Hal tersebut dilakukan oleh PSG demi menghindari sanksi dari UEFA karena mereka sudah memboyong Neymar.

Dan sekarang menurut laporan dari media Inggris, Financial Time, PSG dalam ancaman sanksi karena mereka dipanggil oleh UEFA untuk menjelaskan kondisi keuangan klub saat ini. Tetapi, pihak klub langsung mengeluarkan pernyataan resmi terkait masalah ini. 

“Paris Saint-Germain menyesali fakta bahwa informasi pertemuan dengan UEFA disalahartikan oleh media Inggris. Klub sudah dimonitor oleh UEFA selama empat tahun terakhir dalam rangka penyelesaian masalah pada 2014 lalu. Kemudian kami akan menghadap UEFA untuk membahas masalah ini pada 20 April mendatang," klaim PSG.

Sanksi FFP ini sebenarnya sudah pernah diberikan kepada PSG pada 2014 lalu. Saat itu PSG diketahui dijatuhi sanksi berupa denda sebesar 20 juta euro dan pembatasan pemain di Liga Champions, akibat neraca keuangan mereka tidak seimbang dalam tiga musim terakhir. 

Seperti tertuang dalam aturan UEFA bahwa setiap neraca keuangan klub harus seimbang antara pengeluaran dan pemasukan. Jumlah kerugian juga dibatasi maksimal 30 juta euro selama tiga musim. Namun, pengeluaran akan diizinkan apabila klub berinvestasi pada akademi serta pengembangan stadion.

Pendapatan yang dimaksud di sini adalah keuntungan klub setiap musimnya dari hasil penjualan tiket, jersey, hak siar, serta jika menjadi juara. Sedangkan, gelontoran dana dari sang pemilik dinilai bukan pendapatan oleh UEFA karena itu bukan cara yang benar untuk sebuah tim berkembang. 

Dalam hal ini, PSG memang mendapat dana untuk menebus Neymar dan Mbappe dari pemilik klub, Qatar Sports Investments (QSI) bukan dari hasil uang keuntungan klub. Untuk itu, sanksi pun kini menjadi ancaman bagi klub yang berdiri sejak tahun 1970 tersebut. 

Baca Juga:
Siapa 23 Pemain Prancis di Piala Dunia 2018?

Text : Aga Buge Katiara | Photo / Video : Twitter | Editor: Andi Wahyudi | 12 April 2018

  • facebook share
  • twitter share
  • instagram connect
  • youtube connect

RELATED NEWS

QUICK NAVIGATION

Tagline

SPORTKU adalah media berita online yang menyajikan informasi seputar dunia olahraga dengan mengedepankan Action, Competition, Adrenaline dan Lifestyle. 
ACT YOURS!

GROUP OF

Mahaka Media

MAHAKA MEDIA, dengan tagline "Beyond Media Creation", merupakan perusahaan induk dari unit usaha media dan hiburan (entertainment) yang memiliki kekuatan di bidang Broadcasting, Printing&Publishing, Online dan Marketing Company