image

FIFA Latih Wasit Hadapi Rasisme

Text : Handy Fernandy | Photo / Video : Stereo Serie A | Editor: Dedi Hermawan | Media Source: daily mail | 14 April 2018

SPORTKU.COM

FIFA secara khusus akan membekali wasit yang memimpin pertandingan di Piala Dunia 2018 bagaimana cara menanggulangi rasisme.

Jelang berlangsungnya turnamen akbar Piala Dunia 2018 yang akan dilangsungkan di Rusia, masih banyak kasus rasisme yang dilakukan oleh suporter, terutama suporter dari tim tuan rumah.

Hal tersebut terjadi ketika pertandingan persahabatan antara Rusia melawan Prancis yang terjadi pada 27 Maret 2018 di Stadion Krestovsky, Saint Petersburg. Pertandingan yang dimenangkan oleh tim tamu dengan skor 1-3 itu diwarnai sejumlah tindakan tidak terpuji dari pendukung tuan rumah.

Mereka melakukan ejekan rasial kepada dua pemain Prancis, yakni Paul Pogba dan Ousmane Dembele dengan menirukan suara monyet saat kedua pemain tersebut menguasai bola.

Untuk mencegah kejadian tersebut kembali terulang, otoritas tertinggi sepak bola dunia, FIFA akan melatih semua wasit yang bertugas di Piala Dunia tentang bagaimana cara menanggulangi rasisme sat pertandingan berlangsung.

Baca juga
Klub Bola Disponsori Klinik Ganja

Dilansir dari Daily Mail, Jumat (13/4), sebelumnya hal tersebut dilakukan lantaran FIFA dianggap tutup mata dengan serangkaian rasisme yang terjadi di gelaran Piala Dunia 2014 di Brasil. FIFA dituduh tidak serius dalam memperlakukan suporter rasis.

Pelatihan kepada wasit disinyalir merupakan sinyal dari FIFA bahwa mereka akan mengubah kebijakan untuk membuktikan bahwa mereka tetap konsern dalam melawan perbuatan haram tersebut.

Adapun FIFA menginstruksikan tiga hal kepada wasit di Piala Dunia bila terjadi tindakan rasisme yang terjadi di suatu pertandingan. Pertama, wasit diberi keleluasaan untuk menghentikan pertandingan dan mengeluarkan pengumuman publik di dalam stadion untuk bersikeras bahwa setiap perilaku ofensif untuk dihentikan.

Kedua, bila situasi semakin tidak kondusif, wasit dapat menangguhkan permainan sampai berhenti, dan ketiga, wasit bisa menyimpulkan bahwa ia bisa meninggalkan permainan—sebagai bentuk melawan rasisme.

Baca juga
KTM Masih Terbaik di Seri 4 MXGP 2018

Text : Handy Fernandy | Photo / Video : Stereo Serie A | Editor: Dedi Hermawan | Media Source : daily mail | 14 April 2018

  • facebook share
  • twitter share
  • instagram connect
  • youtube connect

RELATED NEWS

QUICK NAVIGATION

Tagline

SPORTKU adalah media berita online yang menyajikan informasi seputar dunia olahraga dengan mengedepankan Action, Competition, Adrenaline dan Lifestyle. 
ACT YOURS!

GROUP OF

Mahaka Media

MAHAKA MEDIA, dengan tagline "Beyond Media Creation", merupakan perusahaan induk dari unit usaha media dan hiburan (entertainment) yang memiliki kekuatan di bidang Broadcasting, Printing&Publishing, Online dan Marketing Company